Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

8 Film yang Bisa Bikin Mama Makin Dekat dengan Anak Perempuan!

8 Film yang Bisa Bikin Mama Makin Dekat dengan Anak Perempuan!
Pexels/kaboompics.com
  • Ada delapan film sebagai pilihan quality time Mama dan anak perempuan, untuk membuka ruang aman agar anak merasa didengar dan nyaman bercerita.

  • Film-film tersebut mengangkat tema jati diri, keberanian, perbedaan, kepercayaan diri, mimpi, serta menghadapi ketakutan melalui karakter anak perempuan.

  • Orangtua dianjurkan menyesuaikan tontonan dengan usia dan kesiapan anak, lalu melanjutkannya dengan pertanyaan terbuka tanpa menghakimi atau menggurui.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setiap anak perempuan akan tumbuh dan menghadapi dunia yang perlahan membentuk cara ia melihat dirinya sendiri. Ada kalanya ia merasa tidak cukup baik, terlalu berbeda, atau bahkan harus mengecilkan dirinya agar diterima orang lain.

Karena itu, quality time bersama Mama atau Papa tidak selalu harus diisi dengan nasihat panjang.

Hal ini juga dibagikan oleh parenting mentor sekaligus author asal Australia-Amerika Serikat, Xenia Koval, melalui akun Instagram @xeniakoval.

Ia merekomendasikan sejumlah film yang bisa ditonton bersama anak perempuan, sekaligus menjadi kesempatan untuk membangun hubungan yang membuatnya selalu merasa aman untuk kembali bercerita.

Berikut Popmama.com telah merangkum 8 film yang bisa Mama masukkan ke dalam daftar tontonan bersama anak perempuan. Yuk, simak!

  1. 1. Whale Rider, untuk anak yang merasa kalau dirinya bukan pilihan

    Film whale rider bisa membuat anak mengerti ketika dirinya bukan pilihan
    YouTube.com/Madman Films

    Whale Rider cocok ditonton bersama anak perempuan yang pernah merasa dirinya bukan orang yang dipilih atau dianggap mampu.

    Film ini mengikuti kisah Paikea, seorang anak perempuan yang memiliki keinginan kuat untuk membuktikan bahwa dirinya mampu meneruskan tradisi keluarganya.

    Bagi Mama, film ini bisa menjadi pintu masuk untuk membicarakan potensi dan impian anak.

    Tidak semua anak harus mengikuti jalan yang sudah ditentukan orang lain. Terkadang, justru mereka memiliki panggilan dan kemampuan yang belum terlihat oleh lingkungan sekitarnya.

    Setelah film selesai, Mama bisa bertanya sederhana:

    "Menurut kamu, kamu punya kemampuan untuk melakukan apa?"

    "Kalau tidak ada yang melarang, kamu ingin menjadi apa?"

    Biarkan anak menjawab tanpa buru-buru mengoreksi atau mengarahkan.

    Bisa jadi, dari pertanyaan sederhana tersebut, Mama justru mengetahui mimpi yang selama ini ia simpan.

    Pastikan ia tahu bahwa dirinya tidak harus menjadi seperti orang lain untuk dianggap berharga.

  2. 2. Wolfwalkers, saat ia merasa dirinya terlalu berbeda

    Wolwalkers cocok untuk anak yang merasa dirinya berbeda
    YouTube.com/Apple TV

    Ada anak perempuan yang sejak kecil sudah merasa dirinya berbeda dari orang-orang di sekitarnya.

    Wolfwalkers bisa menjadi tontonan yang menarik untuk membantu Mama dan anak membicarakan perasaan tersebut.

    Film animasi ini menghadirkan kisah persahabatan, kebebasan, dan keberanian untuk melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.

    Tokoh utamanya menunjukkan bahwa menjadi berbeda tidak selalu berarti ada sesuatu yang salah dalam dirinya.

    Saat menontonnya bersama anak, Mama bisa memperhatikan bagaimana reaksinya terhadap karakter dan cerita:

    • apakah ada bagian tertentu yang membuatnya tertarik?
    • apakah ia merasa dekat dengan salah satu tokohnya?

    Tidak perlu langsung memberikan kesimpulan. Biarkan anak menikmati film dan merasakan ceritanya terlebih dahulu.

    Setelah selesai, Mama dapat mengajaknya berbincang dengan pertanyaan seperti:

    "Ada nggak bagian dari film ini yang menurut kamu mirip dengan dirimu?"

    Percakapan seperti ini dapat membantu anak memahami bahwa sisi dirinya yang unik tidak harus disembunyikan. Justru, perbedaan tersebut bisa menjadi bagian penting dari siapa dirinya kelak.

  3. 3. Spirited Away, mengajarinya agar tidak kehilangan diri sendiri

    Spirited away mengajarkan agar anak tidak kehilangan diri sendiri
    YouTube.com/GKIDS Films

    Spirited Away bisa menjadi film yang memiliki makna berbeda ketika ditonton pada usia yang berbeda.

    Saat masih kecil, anak mungkin hanya melihatnya sebagai petualangan Chihiro di dunia yang penuh keajaiban.

    Namun, semakin besar, ia mungkin mulai memahami pesan tentang keberanian dan mempertahankan jati diri.

    Film ini dapat menjadi kesempatan bagi Mama untuk membicarakan bagaimana seseorang bisa tetap menjadi dirinya sendiri meskipun berada di lingkungan yang baru dan penuh tekanan.

    Setelah menonton, Mama tidak perlu langsung memberikan penjelasan panjang mengenai makna film.

    Cukup tanyakan apa yang ia rasakan atau karakter mana yang paling ia sukai.

    Bahkan, Mama juga bisa ikut bercerita tentang pengalaman ketika pernah merasa bingung, takut, atau harus beradaptasi dengan lingkungan baru.

    Perbedaan pengalaman antara Mama dan anak justru dapat menjadi bahan percakapan yang menarik. Dari sana, anak mungkin belajar bahwa menjadi takut atau bingung adalah hal yang wajar.

    Yang penting, ia tahu bahwa di rumah ada seseorang yang mau mendengarkan ceritanya tanpa menghakimi.

  4. 4. My Neighbor Totoro, ketika dunia terasa terlalu besar

    My Neighbor Totoro bisa menjadi film favorit untuk anak
    YouTube.com/GKIDS Films

    Ada kalanya anak tidak membutuhkan nasihat. Ia hanya membutuhkan suasana yang membuatnya merasa aman.

    My Neighbor Totoro bisa menjadi salah satu film untuk menemani momen tersebut.

    Film karya Studio Ghibli ini menghadirkan dunia anak-anak seperti:

    • penuh imajinasi,
    • kehangatan keluarga,
    • rasa ingin tahu.

    Ceritanya tidak harus selalu dipahami secara mendalam oleh anak. Biarkan ia menikmati pengalaman yang ditawarkan film tersebut.

    Mama bisa memilih waktu yang tenang untuk menontonnya, misalnya pada malam hari ketika tidak ada jadwal yang terburu-buru.

    Siapkan camilan dan nikmati film bersama tanpa harus terus mengajukan pertanyaan.

    Setelahnya, Mama dapat mengajak anak membicarakan bagian yang paling membuatnya senang atau penasaran. Bahkan, jika ia tidak banyak bicara, tidak masalah.

    Kehadiran Mama selama momen sederhana tersebut juga memiliki arti. Anak dapat merasakan bahwa rumah adalah tempat untuk beristirahat ketika dunia terasa terlalu besar.

    Terkadang, quality time tidak membutuhkan percakapan panjang. Duduk bersama dan menikmati sesuatu yang disukai anak juga bisa menjadi bentuk kedekatan.

  5. 5. The Secret of Roan Inish, untuk menguatkan kepercayaan dirinya

    Film ini cocok untuk anak yang mulai meragukan dirinya sendiri
    YouTube.com/Tue Nguyen

    Ketika anak mulai sering meragukan dirinya sendiri, The Secret of Roan Inish bisa menjadi pilihan tontonan bersama.

    Film ini mengikuti seorang anak perempuan yang memiliki hubungan kuat dengan keluarganya, alam, serta cerita dan keyakinan yang ada di sekitarnya.

    Film tersebut dapat menjadi pengingat bahwa perasaan dan intuisi anak juga layak didengarkan.

    Ada kalanya anak sebenarnya memiliki keyakinan terhadap sesuatu, tetapi kemudian mulai mempertanyakannya karena orang lain tidak memahami apa yang ia rasakan.

    Mama bisa menggunakan film ini untuk membuka percakapan mengenai pengalaman anak. Misalnya:

    "Pernah nggak kamu merasa yakin tentang sesuatu, tapi orang lain membuat kamu jadi ragu?"

    Dengarkan jawabannya tanpa buru-buru mengatakan apakah perasaannya benar atau salah.

    Bantu anak memahami bahwa ia boleh memiliki pendapat dan perasaan sendiri, sekaligus tetap belajar mempertimbangkan situasi secara bijak.

    Film tentu tidak akan menyelesaikan masalah kepercayaan diri anak dalam satu malam. Namun, momen setelah menonton bisa menjadi pengingat bahwa suara dalam dirinya juga penting.

    Terlebih, anak akan merasa nyaman bercerita ketika Mama hadir sebagai pendengar, bukan hanya pemberi nasihat.

  6. 6. Mustang, untuk anak perempuan yang sudah tumbuh remaja

    Film yang cocok untuk anak ketika beranjak remaja
    YouTube.com/Madman Films

    Mustang lebih cocok untuk anak perempuan yang sudah tumbuh menjadi remaja, karena film ini membawa tema yang lebih berat dan kompleks.

    Ceritanya mengikuti kehidupan lima saudara perempuan yang tumbuh dalam lingkungan dengan berbagai batasan dan tekanan terhadap kebebasan mereka.

    Karena itu, Mama sebaiknya mempertimbangkan usia dan kesiapan emosional anak sebelum mengajaknya menonton.

    Jika dirasa sesuai, film ini justru bisa menjadi awal dari percakapan penting mengenai kebebasan, pilihan hidup, batasan, dan bagaimana perempuan diperlakukan oleh lingkungan.

    Tidak perlu menjelaskan seluruh konteks film sebelum menontonnya. Berikan kesempatan kepada anak untuk memahami cerita dan membentuk pandangannya sendiri.

    Setelah film selesai, Mama bisa bertanya"

    "Menurut kamu, bagaimana perasaan mereka?"

    "Ada bagian yang membuat kamu tidak nyaman?"

    Jika anak ingin berbicara, dengarkan dengan terbuka. Jangan buru-buru mengubah percakapan menjadi ceramah.

    Pada usia yang lebih besar, anak membutuhkan orangtua yang mampu menjadi tempat aman untuk membahas hal-hal rumit.

    Kedekatan dalam percakapan seperti inilah yang dapat membuatnya merasa Mama tetap menjadi orang yang bisa ia datangi ketika menghadapi persoalan.

  7. 7. Moana, saat ia mulai mengecilkan impiannya

    Film Moana cocok untuk anak yang ingin mengejar impiannya
    YouTube.com/Walt Disney Animation Studios

    Moana bisa menjadi tontonan yang tepat ketika anak perempuan mulai merasa harus mengecilkan dirinya agar sesuai dengan ekspektasi orang lain.

    Tokoh Moana memperlihatkan seorang anak perempuan yang memiliki rasa ingin tahu besar dan keberanian untuk mengejar sesuatu yang diyakininya.

    Perjalanannya juga menunjukkan bahwa menemukan keberanian bukan berarti tidak pernah merasa takut.

    Mama bisa mengajak anak menonton film ini ketika ia sedang berada di fase mulai meragukan kemampuan atau keinginannya. Tidak perlu menunggu sampai anak benar-benar kehilangan kepercayaan diri.

    Setelah menonton, tanyakan hal sederhana seperti:

    "Kalau kamu jadi Moana, kamu paling takut menghadapi apa?"

    "Ada sesuatu yang ingin kamu coba, tapi selama ini kamu takut?"

    Pertanyaan tersebut dapat membantu anak menyadari bahwa rasa takut tidak selalu berarti ia harus berhenti.

    Mama juga bisa mengingatkan bahwa memiliki cita-cita besar bukan sesuatu yang perlu membuatnya malu.

    Ia boleh memiliki mimpi, mencoba hal baru, dan menentukan arah yang ingin dituju.

    Semakin sering anak merasa didukung untuk menjadi dirinya sendiri, semakin besar kemungkinan ia tumbuh dengan keyakinan bahwa dirinya memang mampu.

  8. 8. Beasts of the Southern Wild, tentang keberanian menghadapi rasa takut

    Film ini mengajarkan anak untuk berusaha meski situasinya tidak mudah
    YouTube.com/ONE Media

    Beasts of the Southern Wild menghadirkan kisah seorang anak perempuan bernama Hushpuppy yang harus menghadapi berbagai perubahan besar dalam hidupnya.

    Film ini dapat menjadi pilihan untuk membicarakan keberanian, ketakutan, dan bagaimana seseorang tetap melangkah meskipun situasinya tidak mudah.

    Setelah menonton, Mama bisa membagikan pengalaman pribadi. Ceritakan satu momen ketika Mama pernah merasa takut, tetapi tetap memilih untuk melanjutkan sesuatu.

    Tidak perlu membuat cerita tersebut terdengar sempurna.

    Justru, anak bisa belajar lebih banyak ketika mengetahui bahwa Mama juga pernah takut, bingung, atau melakukan kesalahan. Mama bisa mengatakan:

    "Mama juga pernah takut waktu menghadapi hal seperti itu. Tapi Mama coba jalanin pelan-pelan."

    Percakapan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat meninggalkan kesan yang panjang bagi anak. Ia akan mengetahui bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut.

    Pada akhirnya, film hanyalah media untuk membuka percakapan. Yang mungkin paling diingat anak justru bagaimana Mama duduk di sampingnya, mendengarkan ceritanya, dan menunjukkan bahwa ia tidak harus menghadapi semuanya sendirian.

    Itulah 8 film yang bisa Mama jadikan pilihan untuk quality time bersama anak perempuan.

    Jadi, yuk Mama pilih satu film untuk ditonton akhir pekan ini.

    Setelah film selesai, jangan buru-buru mematikan televisi dan beranjak pergi. Sisakan waktu untuk bertanya, mendengarkan, dan menikmati cerita dari sudut pandang si Kecil.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More