Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kepala Dinas di Banten Tabrak Kerumunan Siswa SD yang Sedang Jajan, 1 Orang Meninggal
Instagram.com/jakarta.insider

Seorang Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, Ahmad Mursidi, menabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5 hingga menyebabkan satu orang siswa meninggal dunia.

Peristiwa terjadi pada Kamis (30/4/2026) pukul 09.30 WIB, bertepatan dengan jam istirahat sekolah. Mobil Toyota Innova hitam bernopol A-1633-BF yang dikendarainya oleng ke kanan dan langsung menghantam siswa yang sedang jajan di depan sekolah.

Untuk mengetahui kronologi kejadian, berikut Popmama.com rangkumkan ulasan selengkapnya melansir dari berbagai sumber.

1. Mobil hantam siswa yang sedang jajan saat jam istirahat

Instagram.com/jakarta.insider

Dari CCTV yang beredar di media sosial, terlihat bagaimana mobil yang dikendarai Mursidi secara tiba-tiba menghantam kerumunan siswa SD Sukaratu 5, Pandeglang, Banten, yang sedang jajan saat jam istirahat.

Hal ini turut dibenarkan Kasatlantas Polres Pandeglang, AKP Surya Muhammad, yang mana diketahui mobil tersebut melaju dari arah Perempatan Cikole menuju Pertigaan Cipacung.

Mobil secara tiba-tiba oleng ke kanan dan langsung menabrak kerumunan siswa. Dari insiden mengerikan ini, dilaporkan sebanyak sembilan orang menjadi korban, yang sebagian besar adalah siswa, sementara dua lainnya merupakan pedagang dan sales.

Akibat insiden tersebut, satu orang siswa dinyatakan meninggal dunia, sementara korban luka-luka saat ini tengah menjalani perawatan medis di rumah sakit.

2. Kepala dinas sedang sakit saat membawa mobil

Instagram.com/jakarta.insider

Dalam informasi yang diberikan guru SDN Sukaratu 5, Rika, Ahmad Mursidi yang merupakan kepala dinas di lingkungan Pemkab Pandeglang, saat mengemudi ternyata dalam kondisi sakit.

Dalam video amatir yang dibagikan warga sekitar, sang pengemudi terlihat mengenakan selang oksigen karena kondisi yang tidak sehat dan dikabarkan pengemudi menderita diabetes.

Dari keterangan sang guru, awalnya mobil yang dibawa Mursidi terlebih dahulu menabrak seorang sales, lalu baru menabrak anak-anak.

Beberapa siswa dilaporkan sampai berada di bawah kolong mobil dengan kondisi berdarah-darah, hingga kondisinya beberapa ada yang kritis dan harus mendapatkan perawatan intensif.

3. Pengemudi masih dimintai keterangan polisi

Freepik/yanalaya

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut dengan memintai ketrangan pengemudi untuk mengetahui pasti penyebab kecelakaan.

Meski belum ada pernyataan resmi mengenai kelalaian atau kondisi kesehatan pengemudi saat berkendara, kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi warga sekolah dan keluarga korban.

Dari unggahan di media sosial yang perlihatkan rekaman CCTV dan video amatir yang dibagikan warga sekitar, banyak netizen meminta pihak polisi memberlakukan hukuman setimpal kepada pengemudi karena telah merenggut nyawa seorang siswa SD.

Kita doakan bersama agar keluarga korban diberi ketabahan dan kejadian ini menjadi perhatian bersama agar ke depan tidak ada lagi insiden serupa ya, Ma.

Editorial Team