Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kisah Pilu Anak Usia 9 Tahun Alami Kelumpuhan Otak Usai Terjatuh Dua Kali
Instagram.com/alzioreynan

Setiap orangtua pasti ingin melihat tumbuh kembang anak berjalan sempurna. Namun, takdir kerap berkata lain.

Ada kisah pilu namun penuh keteguhan hati dari seorang Mama yang harus menyaksikan putra kesayangannya kehilangan ingatan, berkurang kemampuan melihat dan mendengar, di usia yang masih sangat muda, yaitu 9 tahun.

Musibah berawal dari putranya bernama Alzio Reynan yang alami dua kali kejadian terjatuh. Akibat benturan keras, otak putranya mengalami kelumpuhan atau yang dikenal dengan cerebral palsy.

Kini, anak laki-laki tersebut hanya bisa terbaring dan membutuhkan bantuan untuk segala aktivitasnya.

Namun, di balik kesedihan itu, sang Mama, yang akrab disapa Mama Ima, justru menunjukkan kekuatan luar biasa yang begitu menginspirasi, Ma.

Melalui akun Instagram @alzioreynan, ia berbagi kisah haru sekaligus inspirasi tentang bagaimana tetap bangga dan bersyukur atas perjuangan putranya.

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.

1. Kronologi dua kali terjatuh yang mengubah segalanya

Instagram.com/alzioreynan

Semuanya bermula saat putra Mama Ima masih bersekolah dengan penuh semangat. Alzio dikenal sebagai anak yang ceria dan aktif. Namun, dua kali musibah terjatuh mengubah jalan hidupnya.

Dalam cerita yang kerap dibagikan sang Mama pada setiap unggahannya, diceritakan bagaimana awal mula putra pertamanya itu harus mengalami musibah naas tersebut.

Pertama, ia jatuh dari ayunan saat pulang mengaji. Kedua, ia terguling dari tangga lantai dua saat akan masuk mengaji. Dua benturan keras inilah yang kemudian membawa dampak yang sangat serius.

"Qodarullah anak kami terjatuh 2 kali. 9 bulan sakit, pada usia akan 9 tahun dinyatakan cerebral palsy/ kelumpuhan pada otak," tulis Mama Ima dalam salah satu unggahannya.

Sejak dinyatakan alami kelumpuhan otak itu, putranya harus kehilangan ingatan dan kemampuan sensoriknya.

2. Terpaksa putus sekolah hanya sampai kelas 2 SD

Instagram.com/alzioreynan

Sebelum musibah, Mama dari Alzio menyebutkan bahwa putranya ini sudah membuat keluarga bangga karena sempat mengenyam pendidikan dari TK hingga SD negeri.

Di usianya ini, ia sudah bisa membaca, menulis, berhitung, bahkan mengaji dengan menghafal bacaan sholat dan juz Amma serta Al-Quran.

Namun, setelah dua kali jatuh, riwayat pendidikannya terhenti. Ia hanya bisa bersekolah sampai kelas 2 SD.

"Maaf bila kami terlalu bangga dengan perjuangan putra kami, kami bangga putra kami pernah bersekolah di jenjang TK lalu SD," ungkap Mama Ima.

Meski kini tidak bisa pergi ke sekolah lagi, kenangan indah itu tetap menjadi penyemangat bagi seluruh keluarga untuk terus mendukung kesembuhan sang putra.

3. Tanggapi tuduhan jadi orangtua yang lalai

Instagram.com/alzioreynan

Perjalanan ini tentu tak hanya berat secara medis, tapi juga secara sosial. Baik bagi sang putra, maupun keluarga.

Meski kejadian terjatuhnya Alzio hingga harus divonis kelumpuhan otak sudah berlangsung cukup lama, Mama Ima mengaku masih sering mendengar pertanyaan menyakitkan dari orang sekitar.

Pertanyaa seperti, "Emangnya orang tuanya ke mana sih sampai anak bisa terjatuh dan lumpuh otak?" sering kali menjadi pertanyaan yang menyakitkan hati bagi ia dan suami.

Ia pun menuliskan curahan hati yang mendalam bahwa apa yang dialami putranya, adalah sebuah perjalanan yang mengajarkan mereka banyak arti kehidupan.

"Awalnya musibah ini terasa seperti luka yang sangat dalam. Tapi kami sadar, menyalahkan diri sendiri atau mendengarkan omongan orang tidak akan mengubah takdir," tulisnya menanggapi dalam salah satu unggahan.

Baginya, yang terpenting adalah terus bangkit dan berikhtiar sekuat hati dan tenaga, tentu tak lain demi kesembuhan putra tercinta.

Sebagai orangtua, Mama Ima tak ingin larut dalam kesedihan apalagi rasa bersalah yang berkepanjangan.

4. Selalu mengingatkan anak untuk menstimulasi ingatan

Instagram.com/alzioreynan

Melihat musibah yang dialami putranya, Mama Ima dan suami tentu pernah mendapat berbagai saran, baik secara medis maupun emosional.

Dalam unggahan lain, diceritakan bagaimana keluarganya pernah mendapat saran dari pihak lain agar mereka tidak menyebutkan soal sekolah di depan Alzio.

Tak langsung membantah, Mama Ima justru mengucapkan ungkapan terima kasih pada semua pihak yang sudah memberikan dukungan dan doa untuk sang putra.

Namun, ia menjelaskan alasannya dengan penuh ketulusan, mengapa keluarga selalu mengingatkan hal-hal tertentu padanya.

"Kami meyakini bahwa tujuan kami mengingatkannya pada hal-hal yang pernah ia sukai, bukan untuk membangkitkan rasa sakit, melainkan untuk menstimulasi ingatannya kembali," jelasnya.

Lebih lanjut, Mama Ima juga menceritakan bahwa sebelum musibah ini menimpa sang anak, sekolah adalah tempat yang sangat dicintai Alzio, Ma.

Dengan mengingatkan kebahagiaan itu, Mama Ima berharap bisa memberi semangat dan kekuatan untuk putranya terus bertahan dan berjuang.

5. Beri pesan untuk para Mama yang berjuang sepertinya

Instagram.com/alzioreynan

Di tengah keterbatasan, Mama Ima tetap memancarkan rasa bangga dan ketulusan hati dalam merawat putra pertamanya itu.

Ia tidak pernah lelah mengucap syukur atas perjuangan putranya. Baginya, setiap hari adalah anugerah karena putranya berhasil melewati hari meski dengan segala keterbatasannya.

Ia pun menutup salah satu unggahannya dengan pesan yang menyentuh untuk para Mama lain yang mengalami hal serupa. "Semoga semua bunda pejuang sehat untuk ananda diberikan kesehatan, kemudahan dan ketabahan disetiap harinya," tulisnya.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap anak istimewa, ada orangtua istimewa yang terus berjuang dengan hati penuh cinta dan keikhlasan.

Kisah Mama Ima dan putranya mengajarkan kita bahwa kekuatan orangtua tidak diukur dari sempurnanya kondisi anak, tapi dari keteguhan hatinya dalam menerima takdir, tetap bangga pada perjuangan buah hatinya, dan memilih untuk terus melangkah penuh cinta meski dunia kerap melontarkan tanya tanpa empati.

Kita doakan bersama untuk kesembuhan sang putra ya, Ma.

Editorial Team