Masalah kesehatan mata pada anak masih menjadi perhatian penting di Indonesia. Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa sekitar 3,6 juta anak Indonesia mengalami kelainan refraksi yang belum terkoreksi.
Kondisi ini terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak difokuskan dengan tepat pada retina, sehingga penglihatan menjadi kabur.
Kelainan refraksi sering kali tidak disadari karena anak belum memahami bahwa penglihatannya berbeda dari orang lain. Banyak anak menganggap penglihatan yang buram sebagai hal yang normal sehingga tidak mengeluh kepada orangtua.
Padahal, gangguan penglihatan dapat memengaruhi kemampuan belajar, aktivitas bermain, hingga rasa percaya diri anak di lingkungan sosialnya.
Lantas, apa saja jenis-jenis kelainan refraksi? Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa jenis kelainan refraksi. Yuk, simak penjelasannya!
