Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menu MBG Positif Boraks, Mulut 4 Guru di Sulsel Alami Gatal dan Bengkak
Pexels/Katerina Holmes
  • Empat guru di UPT SD Negeri 58 Lengkese, Takalar, mengalami gatal pada mulut dan pembengkakan bibir setelah mencicipi menu MBG sebelum dibagikan.

  • Sebanyak 86 siswa tidak mengonsumsi makanan tersebut karena keluhan guru muncul saat uji rasa, lalu Dinkes Takalar menindaklanjuti dengan pemeriksaan laboratorium.

  • Uji laboratorium menemukan boraks pada sampel tahu dari menu kiriman SPPG Topejawa; Dinkes meminta SPPG menguji bahan baku, terutama pangan olahan, sebelum digunakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian setelah ditemukan kandungan bahan berbahaya dalam salah satu menu makanan yang akan diberikan kepada siswa. 

Peristiwa ini terjadi di salah satu sekolah dasar (SD) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan pada Senin (21/9/2026). Empat guru mengalami keluhan berupa rasa gatal di area mulut hingga pembengkakan pada bibir setelah mencicipi makanan MBG sebelum dibagikan kepada para siswa. 

Pemeriksaan kemudian dilakukan untuk mengetahui penyebab munculnya gejala tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Takalar menemukan adanya kandungan boraks pada salah satu bahan makanan yang digunakan dalam menu MBG. 

Berikut Popmama.com siap membahas informasi selengkapnya tentang mulut 4 guru di Sulsel alami gatal dan bengkak akibat menu MBG positif boraks.

1. Empat guru mencicipi menu MBG sebelum makanan dibagikan kepada siswa

Unsplash/ferksguare

Empat guru di UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kabupaten Takalar, mengalami keluhan setelah mencicipi makanan yang menjadi bagian dari menu MBG. 

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (21/9/2026), ketika para guru melakukan uji rasa terhadap makanan sebelum dibagikan kepada para siswa.

Kepala UPT SD Negeri 58 Lengkese, Supriadi, mengatakan bahwa para guru merasa cita rasa makanan yang dicicipi berbeda dari biasanya. Makanan tersebut diketahui dikirim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Topejawa, Kecamatan Mangarabombang (Marbo).

Setelah mencicipi makanan tersebut, empat guru kemudian mengalami gejala berupa rasa gatal di bagian mulut dan pembengkakan pada bibir. Keluhan tersebut kemudian menjadi dasar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap bahan makanan yang digunakan.

2. Tidak ada siswa yang mengonsumsi makanan tersebut

Pexels/Ron Lach

UPT SD Negeri 58 Lengkese diketahui memiliki 86 siswa yang menjadi penerima manfaat program MBG. Selain itu, terdapat 12 tenaga kependidikan yang berada di lingkungan sekolah tersebut.

Supriadi menegaskan bahwa tidak ada siswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat menu MBG itu. Pasalnya, makanan yang dicurigai bermasalah belum sempat dikonsumsi oleh para siswa.

Aduan mengenai keluhan yang dialami para guru kemudian ditindaklanjuti oleh Dinkes Kabupaten Takalar. Pemeriksaan laboratorium dilakukan setelah tenaga pendidik mengeluhkan gejala usai melakukan uji rasa terhadap makanan yang dikirimkan.

3. Sampel tahu positif mengandung boraks

Pexels/Henny Wiyanti

Kepala Dinas Kesehatan Takalar, dr. Nilal Fauziah, mengatakan pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang berasal dari SPPG Tope Jawa pada Selasa (22/9/2026).

Sampel dari bahan makanan yang digunakan kemudian diperiksa melalui pengujian laboratorium. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan sampel tahu yang dinyatakan positif mengandung bahan kimia berbahaya jenis boraks.

4. Guru mengalami gatal hingga pembengkakan pada bibir

Pexels/ MART PRODUCTION

Gejala yang dirasakan oleh empat guru setelah mencicipi makanan tersebut antara lain rasa gatal pada bagian mulut. Selain itu, mereka juga mengalami pembengkakan pada area bibir.

Boraks yang terkandung pada menu MBG tersebut merupakan bahan kimia. Boraks tidak diperuntukkan sebagai bahan tambahan pangan, sehingga keberadaannya dalam makanan menjadi persoalan keamanan pangan.

Terlebih lagi, makanan tersebut merupakan bagian dari menu MBG yang akan diberikan kepada siswa. Karena itu, pemeriksaan terhadap bahan makanan menjadi penting untuk memastikan makanan yang disediakan aman sebelum dikonsumsi anak-anak.

5. Dinkes Takalar minta bahan makanan diuji sebelum digunakan

Pexels/Edward Jenner

Sebagai tindak lanjut dari temuan tersebut, Dinkes Kabupaten Takalar meminta seluruh SPPG melakukan pengujian terhadap bahan makanan sebelum digunakan untuk menyiapkan menu MBG.

Pemeriksaan bahan baku diperlukan untuk memastikan makanan yang nantinya diberikan kepada siswa telah memenuhi standar keamanan pangan. Langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam mencegah penggunaan bahan makanan yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Nilal turut meminta agar proses pengujian bahan makanan tidak terhambat oleh birokrasi yang berbelit-belit. Hal ini berlaku baik bagi pihak pengelola SPPG maupun para pemasok bahan makanan yang digunakan dalam penyediaan menu MBG.

Menurut Nilal, bahan pangan olahan seperti tahu dan tempe perlu mendapatkan pengawasan yang lebih ketat sebelum digunakan sebagai bahan makanan.

Pemeriksaan sejak tahap bahan baku diharapkan dapat membantu memastikan makanan yang disajikan melalui program MBG tetap aman untuk dikonsumsi oleh para siswa.

Demikian informasi mengenai mulut 4 guru di Sulsel alami gatal dan bengkak akibat menu MBG positif boraks. Bagaimana menurut pendapat Mama?

Curated For You

Editorial Team

Related Article