"Kalau yang kami data di sini dari SDN Beber, ada 179 orang korban. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan pukul 11.05 WITA, ada siswa yang dibawa ke sini dengan keluhan mual, muntah, sakit perut dan pusing. Itu informasinya setelah makan MBG di sekolahnya," kata dr. Dessy mengutip dari IDN Times.
352 Siswa Lombok Keracunan Usai Makan Kebab Ayam MBG

- Sebanyak 352 siswa dari lima sekolah di Batukliang, Lombok Tengah, mengalami mual, muntah, pusing, dan sakit perut setelah menyantap kebab ayam program MBG pada 11 September 2026.
- Para siswa ditangani di empat puskesmas; sebagian besar dipulangkan setelah observasi, sementara 17 siswa bergejala sedang dirawat. Seluruh korban dilaporkan sudah kembali ke rumah dan tetap dipantau.
- Polisi menyelidiki SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu, sementara operasionalnya direkomendasikan ditutup sementara. Dinas Kesehatan dan BBPOM Mataram menguji sampel makanan untuk mencari penyebab kejadian.
Dugaan keracunan setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan terjadi di wilayah Lombok Tengah, NTB Jumat (11/9/2026).
Ratusan siswa SD dan MTs di Lombok ini menjadi korban usai mengonsumsi makanan program MBG, dengan gejela yang dialami berupa mual, muntah, pusing, dan sakit perut setelah makan kebab ayam.
Para korban langsung dilarikan ke empat puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan medis. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kejadian ini.
Mengutip informasi yang didapat dari IDN Times, berikut Popmama.com rangkumkan informasi selengkapnya.
1. Kronologi ratusan siswa keracunan usai santap menu MBG

IDN Times/Muhammad Nasir Insiden keracunan ini terjadi di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dengan total korban sebanyak 352 siswa dari lima sekolah.
Ratusan siswa ini dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kelima sekolah tersebut meliputi SDN 2 Lendang Tampel, SDN Beber, SDN Repoq Puyung, SDN Mertak Kesambik, dan MTs Qudwatun Hasanah.
Berdasarkan informasi yang didapat, makanan MBG tersebut disalurkan oleh SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu di bawah Yayasan Budi Sain Mangkling.
Makanan diantarkan ke beberapa sekolah pada pukul 08.15 WITA, lalu mulai dibagikan kepada para siswa pada pukul 09.00 WITA.
Keluhan atau gejala mulai dirasakan oleh para penerima manfaat antara pukul 09.10 hingga 12.15 WITA. Menu yang dikonsumsi siswa berupa kebab ayam yang terdiri dari kulit kebab, daging ayam fillet, stik tempe, timun, selada, dan salak.
2. Dilarikan ke empat puskesmas berbeda

IDN Times/Muhammad Nasir Data Tim Surveilans Dinas Kesehatan Lombok Tengah mencatat ratusan siswa yang diduga mengalami keracunan MBG dilarikan ke empat puskesmas berbeda.
Puskesmas Pringgarata menangani 144 orang, Puskesmas Aik Darek 124 orang, Puskesmas Mantang 67 orang, dan Puskesmas Bagu 17 orang.
Dokter Penanggungjawab Medis Puskesmas Pringgarata, dr. Dessy Jumianita, mengatakan bahwa hingga pukul 12.30 WITA, korban yang ditangani di puskesmasnya sebanyak 179 orang.
Dari 179 siswa yang dibawa ke Puskesmas Pringgarata, sebanyak 17 orang mengalami gejala sedang dan harus dirawat. Sedangkan ratusan orang lainnya sudah dipulangkan setelah diobservasi selama tiga jam.
Karena banyaknya siswa yang dibawa, bagi yang mengalami gejala ringan ditempatkan di Kantor Camat Pringgarata yang berada di depan puskesmas.
dr. Dessy menambahkan, siswa yang telah diperbolehkan pulang tetap akan dilakukan pemantauan oleh tim surveilans.
3. Polisi lakukan olah TKP di SPPG terkait

IDN Times/Muhammad Nasir Polresta Lombok Tengah bergerak cepat menyelidiki kasus dugaan keracunan massal program MBG di Lomboj ini.
Satreskrim dan Tim Inafis Polresta Lombok Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu yang berada di bawah Yayasan Budi Sain Mangkling.
"Dari Reskrim dan Inafis Polresta Lombok Tengah sudah ke sana. Sudah dilakukan olah TKP, cek semuanya. Kita nunggu seperti apa hasilnya," kata Kapolresta Lombok Tengah Kombes Pol Hariyanto.
Hariyanto mengatakan para korban cepat ditangani karena langsung dirujuk ke sejumlah puskesmas. Ia pun mengapresiasi kesigapan para perawat dan dokter di puskesmas sehingga para siswa bisa ditangani dengan baik.
Terkait kasus ini, Hariyanto meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mematuhi standar operasional prosedur (SOP) agar penyaluran MBG kepada penerima manfaat tidak lagi menimbulkan masalah.
4. SPPG terkait ditutup sementara

IDN Times/Muhammad Nasir Ketua Satgas MBG Provinsi NTB Fathul Gani memastikan SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu akan ditutup sementara usai insiden yang sangat fatal ini.
"Pasti di-suspend (tutup sementara), sudah direkomendasikan ke BGN. Tadi saya juga sudah kontak dengan pak Deputi, diminta untuk membuat kronologinya, untuk dilakukan tindakan," ujar Fathul.
Fathul menegaskan bahwa kasus ini menjadi pelajaran bagi SPPG lainnya di wilayah NTB. Ia meminta seluruh SPPG melakukan introspeksi dan evaluasi.
Sebagai pemasok makanan untuk disalurkan pada siswa, pihak SPPG diimbau agar lebih memastikan kebersihan dan kehigenisannya, termasuk waktu pendistribusiannya.
Ketua Satgas MBG Lombok Tengah, Lalu Rinjani, menambahkan bahwa Dinas Kesehatan sudah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium.
Terkait sanksi kepada SPPG, Rinjani mengatakan Korwil SPPG Lombok Tengah akan merekomendasikan ke BGN Pusat melalui Koordinator Wilayah BGN NTB.
5. Kondisi terkini ratusan siswa

IDN Times/Muhammad Nasir Berdasarkan laporan terakhir yang diterima Satgas MBG Provinsi NTB, semua korban sudah pulang ke rumah. Namun, petugas akan terus melakukan update kondisi lapangan terkait keluhan lanjutan para korban.
Tim Surveilans dari Puskesmas Mantang, Puskesmas Aik Darek, Puskesmas Pringgarata, Puskesmas Bagu, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah masih melakukan pemantauan dan penyelidikan epidemiologi.
Dengan jumlah korban keracunan yang begitu banyak, pihak terkait dengan sigap melakukan proses investigasi dan pengumpulan data lebih lanjut.
Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui hubungan antara konsumsi makanan MBG dengan gejala yang dialami para siswa serta mengidentifikasi kemungkinan sumber penyebab kejadian.
Sampel makanan yang menyebabkan ratusan siswa mual, muntah, pusing, dan sakit perut sudah diambil untuk dilakukan uji laboratorium oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram.
Semoga seluruh korban segera pulih dan kejadian serupa tidak terulang kembali ya, Ma.





















