Ucapan Orangtua Bisa Menyakiti dan Meninggalkan Luka pada Anak

Hati-hati! Kata-kata ini bisa merusak mental anak seumur hidup

22 Februari 2024

Ucapan Orangtua Bisa Menyakiti Meninggalkan Luka Anak
Freepik

Sebagai Mama, tentu ingin selalu memberikan yang terbaik bagi anak. Berusaha memberikan kasih sayang, pendidikan, dan kebutuhan lainnya agar mereka tumbuh bahagia dan sehat.

Tapi, tahukah Mama bahwa tanpa disadari, kata-kata bisa menyakiti dan meninggalkan luka pada anak?

Kata-kata memiliki kekuatan yang luar biasa, kata-kata yang positif bisa membangun kepercayaan diri dan semangat anak. Tapi, kata-kata yang negatif bisa melukai hati dan meninggalkan luka yang mendalam.

Dr. Aisah Dahlan, seorang praktisi neuroparenting, mengungkapkan bahwa pesan yang disampaikan oleh orangtua dapat diserap oleh otak anak dan berdampak pada sistem saraf mereka.

Popmama.com akan mengulas mengapa ucapan orangtua bisa menyakiti dan meninggalkan luka pada anak menurut ahli.

Yuk, simak berikut ini!

1. Pentingnya komunikasi positif

1. Penting komunikasi positif
Freepik/etonastenka

Dr. Aisah mengingatkan bahwa komunikasi dengan anak haruslah positif. Pesan yang disampaikan, baik melalui kata-kata maupun sikap, akan tertanam di memori saraf anak dan dapat memengaruhi perilaku mereka di masa depan.

2. Dampak marah pada anak

2. Dampak marah anak
Freepik

Ketika orangtua marah, misalnya terkait penggunaan ponsel atau hasil belajar anak, amarah tersebut dapat meresap ke dalam sistem saraf anak. Dr. Aisah mencontohkan bahwa ucapan negatif dapat membuat anak sulit belajar atau bahkan melibatkan diri dalam perilaku yang tidak diinginkan.

Editors' Pick

3. Efek jangka panjang pada otak anak

3. Efek jangka panjang otak anak
Freepik

Kata-kata yang merendahkan atau menyakiti hati anak dapat membuat bekas di memori mereka. Sebagai contoh, ketika seorang anak dianggap bodoh atau nakal, pesan tersebut akan menjadi bagian dari sistem sarafnya dan mempengaruhi kepercayaan dirinya.

4. Peran meminta maaf

4. Peran meminta maaf
freepik/freepik

Apabila orangtua menyadari kesalahan dalam komunikasi, penting untuk meminta maaf kepada anak. Dr. Aisah menekankan bahwa permintaan maaf haruslah tulus dan tidak memaksa anak untuk segera memaafkan.

Hal ini memberikan kesempatan bagi anak untuk menerima maaf dengan cara mereka sendiri.

5. Tindakan memperbaiki dan meningkatkan hubungan

5. Tindakan memperbaiki meningkatkan hubungan
Freepik

Setelah meminta maaf, orangtua perlu melakukan tindakan nyata untuk memperbaiki hubungan dengan anak. Menghindari pengulangan perilaku yang menyakiti dan berkomunikasi secara bijaksana dapat membantu membangun hubungan yang sehat antara orangtua dan anak.

6. Memahami dampaknya

6. Memahami dampaknya
Freepik

Komunikasi positif dengan anak sangat penting untuk mencegah trauma dan membangun fondasi yang kuat dalam hubungan keluarga. Memahami dampak kata-kata pada perkembangan anak dapat membantu orangtua menjadi lebih bijak dalam berkomunikasi, menciptakan lingkungan yang aman dan positif untuk pertumbuhan mereka.

Mama, ingatlah bahwa ucapan orangtua bisa menyakiti dan meninggalkan luka pada anak. Ucapan yang terkesan sepele, bahkan tanpa disadari, dapat meninggalkan luka mendalam pada anak.

Luka ini bisa membekas hingga dewasa dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan mereka. Mari jadilah orangtua yang bijak dalam berkata-kata.

Pilihlah kata-kata yang positif dan membangun, hindari kritik yang pedas dan merendahkan. Gunakan bahasa cinta untuk menunjukkan kasih sayang dan penghargaan kepada anak.

Luangkan waktu untuk mendengarkan dan memahami perasaan anak. Biarkan mereka mengekspresikan diri dengan bebas tanpa dihakimi.

Baca juga:

The Latest