IDAI Minta Sekolah Tatap Muka Segera Dievaluasi

Sudah mulai banyak sekolah yang ditutup akibat ditemukannya kasus Covid-19, jangan sampai menyebar

27 Januari 2022

IDAI Minta Sekolah Tatap Muka Segera Dievaluasi
Popmama.com/Aristika Medinasari

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat dengan kementerian terkait kasus Covid-19 di Indonesia dan masalah pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah.

IDAI menilai bahwa ada hal-hal yang perlu dievaluasi dalam pelaksanaan PTM terbatas.

"Kami bersurat dengan kementerian terkait, bersama empat organisasi profesi lainnya IDAI, Perki, Perdatin, dan kami bersurat menyampaikan hal-hal perlu dievaluasi kembali terkait PTM ini," kata Ketua Umum IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), dalam agenda Media Briefing: IDAI Menjawab Kegalauan Masyarakat tentang Vaksin Covid-19 pada Anak yang digelar secara daring, Sabtu (20/1/2022).

Berikut Popmama.com sampaikan kabar selengkapnya terkait rekomendasi IDAI minta sekolah tatap muka dievaluasi.

Editors' Picks

1. IDAI rekomendasikan siswa di bawah 6 tahun dan belum vaksin, lebih baik tak ikut PTM

1. IDAI rekomendasikan siswa bawah 6 tahun belum vaksin, lebih baik tak ikut PTM
Instagram.com/dr.piprim

Kondisi PTM saat ini, kata Pimprim, sangat disayangkan karena hanya sejumlah sekolah yang ditutup ketika ada temuan kasus Covid-19 yang meningkat.

Menurutnya, PTM belum bisa dilakukan 100 persen untuk saat ini. Berbagai pihak pun sudah dikabarkan bahwa banyak peningkatan kasus pada Covid-19 varian Omicron.

“Mungkin opsi hybrid suatu pilihan yang terbaik agar kita bisa melindungi anak-anak kita," kata dia.

Menurut IDAI, siswa yang berada di usia Paud atau di bawah enam tahun dan belum divaksin, lebih baik tak mengikuti kegiatan PTM. 

"IDAI rekomendasinya adalah sekolah daring dulu," ujar Piprim.

2. IDAI rekomendasikan PTM terbatas

2. IDAI rekomendasikan PTM terbatas
Pexels/Monstera

Rekomendasi IDAI perihal PTM terbatas salah satunya adalah guru dan petugas sekolah sudah harus vaksin 100 persen.

Begitu pula dengan anak-anak dipastikan mereka sudah divaksin dua kali dan tanpa komorbid.

"Rekomendasi ini juga mempertimbangkan pentingnya proses pendidikan anak usia sekolah dan juga sudah diaplikasikannya beberapa inovasi metode pembelajaran oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI," ujar Sekjen IDAI Hikari Ambara Sjakti dalam keterangan tertulis yang dikutip, Senin (3/1/2022) yang dikutip dari lama IDN Times.

IDAI juga mengingatkan perihal aturan protokol kesehatan yang harus diterapkan di sekolah selama PTM terbatas, serta mengingatkan soal ketersediaan fasilitas cuci tangan sebagai bagian dari aturan protokol kesehatan.

Bukan hanya itu, IDAI pun merekomendasikan pemberlakuan PTM dengan pengelompokkan usia.

3. Kembali masuk sekolah dengan kapasitas 50%

3. Kembali masuk sekolah kapasitas 50%
Popmama.com/Aristika Medinasari

Sorotan tentang PTM juga disampaikan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) saat ada penutupan 15 sekolah di Jakarta, karena temuan kasus positif COVID-19. Komisioner KPAI Retno Listyarti meminta Pemprov DKI Jakarta kembali menerapkan pembatasan sementara.

"Sebaiknya Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan untuk PTM 50 persen dahulu sambil menunggu kondisi lebih aman bagi pelaksanaan PTM," kata Retno dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin (17/1/2022).

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk