Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Pilihan Jadi WNI Jason Cochrane Dibebaskan, demi Pendidikan Lebih Baik
Instagram.com/jannah_cochrane87
  • Jannah Cochrane memberi kebebasan bagi putranya, Jason Cochrane, untuk menentukan kewarganegaraan demi mendukung potensi akademik dan peluang pendidikan global yang lebih luas.

  • Jason telah meraih lebih dari 10 medali matematika internasional serta berprestasi di bidang olahraga dan seni bela diri seperti renang dan karate Kyokushin.

  • Dengan dukungan kurikulum internasional, penguasaan bahasa asing, serta pembinaan mental mandiri, Jason dipersiapkan matang untuk menempuh studi dan karier di tingkat global.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Melihat anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan berprestasi tentu menjadi kebanggaan besar bagi setiap orangtua ya, Ma. 

Namun, ketika potensi dan kecerdasan anak berada di atas rata-rata, tantangan baru dalam pola parenting pun dimulai, yaitu lingkungan sekitar yang mendukung.

Hal ini disadari oleh Jannah Cochrane saat mendampingi putra pertamanya, Jason Thomas Cochrane, yang menempuh pendidikan di Asian Intercultural School Bali. 

Menyadari bahwa bakat besar sang Anak membutuhkan ruang tumbuh yang lebih luas dan sistem dukungan yang mapan, lulusan Diploma of Makeup Artistry dari Cosmoprof Singapore ini memilih fokus mempersiapkan masa depan akademik Jason menuju ranah global. 

Berikut Popmama.com rangkum kisah inspiratif dan deretan prestasi luar biasa dari Jason Thomas Cochrane dalam bimbingan sang Mama!

1. Beri pilihan kebebasan warga negara anak

Instagram.com/jannah_cochrane87

Menyaksikan tumbuh kembang anak pertamanya yang tumbuh menjadi sosok berprestasi dan serba bisa tentu mendatangkan kebahagiaan tersendiri di dalam hati Jannah. 

Pada awalnya, ia merasa sangat bangga ketika Jason menjadi seorang Warga Negara Indonesia (WNI), terlebih dengan banyaknya sumbangsih medali yang telah dipersembahkan sang anak di panggung dunia. 

Jannah mengaku kini memilih untuk memberikan kebebasan penuh kepada Jason untuk menentukan warga negara apa yang akan dipilihnya saat dewasa nanti.

Tidak hanya itu, ia juga mempertimbangkan iklim kompetisi dan sistem dukungan internasional yang paling mampu mewadahi kapasitas intelektual luar biasa milik sang anak.

2. Mengumpulkan lebih dari 10 medali di berbagai olimpiade

Instagram.com/jannah_cochrane87

Bimbingan dan kedisiplinan yang ditanamkan Jannah di rumah membuahkan hasil yang sangat luar biasa pada kemampuan logika dan kecerdasan berpikir Jason. 

Di usianya yang masih muda, Jason tercatat telah berhasil mengumpulkan lebih dari 50 medali matematika dari berbagai kompetisi sains tingkat dunia. 

Ketekunan dan konsistensinya dalam memecahkan rumus-rumus rumit membawa nama Indonesia berulang kali bersinar di panggung akademik internasional.

Beberapa pencapaian prestasi matematika dunia yang berhasil diraih Jason di antaranya meliputi:

  • Singapore Math Global Finals (SMGF) 2026, berkompetisi ketat di tingkat global untuk kategori kelas 8 (Grade 8), Jason sukses menyabet Gold Award (Medali Emas) yang membanggakan.

  • American Mathematics Olympiad (AMO), menunjukkan ketangguhan logika angka yang konsisten, Jason berhasil mengoleksi total 3 Medali Emas di ajang olimpiade bergengsi asal Amerika Serikat ini.

  • Singapore International Math Olympiad Challenge (SIMOC) 2025, bertanding langsung di Singapura melawan ribuan peserta dari puluhan negara, Jason sukses membawa pulang Medali Perunggu (Bronze Medal).

3. Miliki prestasi gemilang di bidang olahraga dan seni bela diri

Instagram.com/jannah_cochrane87

Keunggulan Jason tidak hanya berhenti pada kemampuan logika angka dan kecerdasan akademis di atas meja saja, Ma. 

Berkat dorongan dari Jannah yang menginginkan tumbuh kembang yang seimbang, Jason juga sangat aktif dan mengukir prestasi gemilang di bidang ketangkasan fisik serta olahraga. 

Aktivitas olahraga dan seni bela diri yang ditekuni Jason dengan penuh kedisiplinan antara lain:

  • Kompetisi renang tahunan, tergabung aktif dalam tim olahraga sekolahnya, Jason berhasil memenangkan perlombaan renang tahunan (Annual Swimfest) secara konsisten.

  • Kejuaraan renang daerah, rutin berpartisipasi dalam kejuaraan renang daerah di wilayah Bali, salah satunya sukses menyelesaikan lomba renang nomor 100 meter di Singaraja.

  • Seni bela diri karate kyokushin, di luar olahraga air, Jason menekuni karate aliran Kyokushin yang terkenal dengan kedisiplinannya dan kini telah sukses mencapai tingkatan Sabuk Biru (Blue Belt).

4. Peran kurikulum internasional dalam bentuk pola pikir anak

Instagram.com/jannah_cochrane87

Dalam mempersiapkan anak agar siap bersaing di kancah internasional, pemilihan sistem pendidikan memegang peranan yang sangat penting. 

Melalui lingkungan belajar di Asian Intercultural School Bali, Jason dibiasakan dengan kurikulum yang mendorong siswa untuk berpikir kritis, analitis, dan terbuka terhadap perbedaan budaya. 

Pendampingan orangtua dalam memilih sekolah dengan standar global ini membantu anak beradaptasi lebih cepat dengan sistem pengajaran luar negeri.

Sinergi antara dukungan sekolah dan pendampingan Jannah di rumah membuat fondasi akademik Jason terbangun dengan kokoh. 

Pola pikir global yang terbentuk sejak dini ini menjadi modal awal yang sangat berharga bagi anak untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi tanpa batasan geografis.

5. Bahasa asing sebagai modal awal berkompetisi di luar negeri

Instagram.com/jannah_cochrane87

Satu hal yang tidak boleh dilewatkan dalam parenting anak berorientasi global adalah penguasaan bahasa asing. 

Menyekolahkan anak di sekolah internasional secara langsung mengondisikan anak untuk menguasai bahasa asing sebagai bahasa pengantar sehari-hari.

Melalui pembiasaan bahasa asing yang konsisten di lingkungan sekolah dan dukungan dari orangtua, bahasa tidak lagi menjadi kendala bagi Jason. 

Penguasaan bahasa ini bertindak sebagai jembatan, membuka jalan bagi anak untuk menyerap ilmu pengetahuan seluas-luasnya dan berkomunikasi secara efektif di level global.

6. Mental dan kemandirian anak untuk menempuh studi ke luar negeri

Instagram.com/jannah_cochrane87

Belajar ke luar negeri tidak hanya membutuhkan kesiapan akademis dan finansial, tetapi yang paling utama adalah kesiapan mental dan kemandirian anak. 

Pengalaman melakukan perjalanan kompetisi dan berinteraksi dalam lingkungan internasional menjadi sarana latihan yang sangat baik bagi anak untuk belajar mengandalkan diri sendiri.

Kemandirian yang diasah sejak dini ini memberikan rasa aman bagi orangtua.

Dengan mental yang tangguh, anak tidak akan mudah mengalami culture shock atau kecemasan berlebih saat kelak harus hidup mandiri dan jauh dari keluarga demi menuntut ilmu di universitas pilihan di luar negeri.

7. Pendampingan dalam menyusun pendidikan tingkat global

Instagram.com/jannah_cochrane87

Langkah akhir dari rangkaian persiapan pendidikan internasional adalah peran Mama dan Papa sebagai kompas pengarah dalam menyusun rencana jangka panjang. 

Jannah mendampingi Jason dalam memetakan minat karier dan studi yang sejalan dengan potensi besarnya di bidang matematika dan olahraga. 

Persiapan ini dilakukan secara terukur dengan memanfaatkan portofolio prestasi yang telah dikumpulkan Jason selama bertahun-tahun.

Melalui pendidikan yang dipersiapkan secara matang dan sesuai dengan minat bakat anak, masa depan akademik anak menjadi lebih terarah. 

Kisah inspiratif dari Mama Jannah dan Jason di Bali ini sangat membuka cakrawala berpikir kita dalam merencanakan masa depan pendidikan anak secara bijak ya, Ma! 

Semoga bisa menjadi pemantik semangat bagi Mama untuk terus konsisten mendukung bakat unik anak di rumah!

Editorial Team