8 Fakta dari Video Viral Laki-laki Tendang Anak di Mal Kelapa Gading

Sebuah video tentang laki-laki dewasa menendang anak kecil viral di media sosial. Ada apa ya?

28 April 2018

8 Fakta dari Video Viral Laki-laki Tendang Anak Mal Kelapa Gading
Facebook.com/Veronica Yenny Yuliana Sadikin

Sejak kemarin beredar video rekaman CCTV di media sosial. Di dalam video, terekam situasi sebuah tempat bermain. Lalu seorang anak perempuan berbaju pink terjatuh karena tertabrak ayunan. Segera anak itu ditolong seorang ibu dan tak lama kemudian seorang laki-laki datang menghampiri. Sebelum ia mendekati si anak perempuan, laki-laki itu menendang anak laki-laki yang masih berada di atas ayunan.

Video itu menuai komentar dari penontonnya. Kebanyakan bilang, tidak bijaksana laki-laki dewasa melakukan kekerasan terhadap anak kecil, walaupun anak itu bersalah.

Popmama.com mengumpulkan 8 fakta tentang hal itu.

1. Kejadian di arena permainan anak di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara

1. Kejadian arena permainan anak Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara
Pixnio

Peristiwa itu terjadi di area bermain mal di Mal Kelapa Gading 5. Di depan restoran Sushi Tei itu memang ada tempat bermain anak beralaskan karpet. Di area kecil itu tersedia permainan ayunan dan perosotan untuk anak usia di bawah 10 tahun. Orangtua bisa beristirahat sambil duduk di area permainan tersebut.

Pada hari Rabu, 25 April 2018, area permainan terlihat (dari kamera CCTV) cukup ramai. Dua ayunan gandeng dari plastik terisi oleh 2 orang anak. Sejumlah anak lain terlihat bermain di sekitarnya.

2. Anak laki-laki itu tidak sengaja menabrak anak perempuan

Saat bermain ayunan, anak laki-laki, berumur 9 tahun, tidak sengaja menabrak anak perempuan, berumur 4 tahun, yang melintas di belakang ayunannya. Ayunan terlihat bergerak biasa saja sebab memang jenis ayunan dari plastik ini tidak bisa bergerak sampai tinggi.

Anak perempuan itu terlihat terlempar setelah ditabrak ayunan. Ia terjatuh dan menangis. Sementara itu, anak laki-laki yang menabrak tidak terlalu menyadari bahwa ia penyebab kecelakaan tersebut.

3. Laki-laki tersebut adalah papa anak perempuan

Setelah ditelisik, laki-laki yang kemudian segera menghampiri ayunan dan menendang anak laki-laki itu adalah papa Si Anak perempuan. Laki-laki itu bernama Jonathan Dunan.

Di halaman Facebook Jonathan Dunan tertulis bahwa ia adalah CEO PT Sumber Energi Terbarukan Indonesia yang berdomisili di Surabaya.

Jonathan menyerahkan KTP nya kepada pihak keamanan mal dan di dalam KTP tertulis bahwa benar ia adalah warga Surabaya.

Editors' Pick

4. Sempat terjadi pertengkaran antar-orangtua

Rekaman kedua terkait peristiwa itu yang kemudian juga viral menggambarkan seorang laki-laki yang bertengkar dengan seorang perempuan. Si Perempuan adalah orangtua anak laki-laki yang tidak terima anaknya menjadi korban kekerasan dari orang dewasa. Sementara Jonathan juga membela diri.

Pertengkaran tersebut ditengahi seorang petugas keamanan yang kemudian menggiring mereka ke pos pengamanan mal.

5. Sang Papa mengaku khawatir anaknya gegar otak

Sebenarnya, orangtua mana yang tidak khawatir jika anaknya mengalami kecelakaan. Kasus sekecil apa pun memang harus dianggap serius jika itu alasannya adalah keselamatan.

Dalam kolom komentar di halaman Facebooknya, Jonathan mengaku ia takut anaknya mengalami gegar otak karena terlihat terlempar setelah ditabrak ayunan.

Dari situs WebMD dijelaskan bahwa gegar otak bisa saja terjadi jika kepala mengalami benturan. Tetapi, untuk memastikan diagnosis, harus melalui pengamatan medis dan sejumlah tes.

6. Sang Papa berpikir ia membela anaknya

Alasan lain yang terungkap, Jonathan mengaku spontan menendang bocah laki-laki karena ia ingin terlihat membela anaknya. “Saya lebih takut dianggap tidak membela anak jika tidak mengambil tindakan,” katanya.

Kebetulan, saat peristiwa terjadi Jonathan bersama istri dan anak-anaknya yang lain yang sudah lebih besar usianya.

7. Kedua anak dalam kondisi baik

Setelah peristiwa tersebut, mama Si Anak laki-laki mengunggah foto kondisi terkini anaknya. Terlihat bekas memerah di bagian punggung Si Anak, yang diduga sebagai bekas tendangan Jonathan. Namun, hingga berita ini diturunkan, kedua anak dalam kondisi baik, dalam arti mereka tidak mengalami masalah fisik yang serius.

8. KPAI mengutuk kesewenang-wenangan itu

Erlinda, Ketua Indonesia Child Protection Watch, mengumumkan bahwa mereka mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh Jonathan. Mereka juga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Dalam pesan yang disampaikan kepada media, Erlinda mengatakan polisi harus memproses tindak pidana ini sebagai pelajaran kepada orangtua yang melakukan kekerasan dan kesewenangan kepada anak.

“Perbuatan arogansi bapak yang menendang anak, tidak hanya membuat memar di tubuh Si Anak tetapi bisa menyebabkan ketakutan dan berpotensi menyebabkan anak melakukan tindakan kekerasan yang sama terhadap anak lain atau kelak setelah dewasa. Ingat, anak itu kan peniru ulung,” kata Erlinda.

Bagaimana menurut Mama?

Tips menyelesaikan konflik buat Mama dan Papa

Tips menyelesaikan konflik buat Mama Papa
Pixnio
  1. Mama dan Papa harus mengingat posisi diri sebagai orangtua yang segala tindak tanduknya akan ditiru anak, jadi sebaiknya bijaksanalah dalam memilih cara menyelesaikan masalah.
  2. Papa dan Mama boleh membela anak yang disakiti, tetapi ingat membalas dengan kekerasan bisa terjerat kasus hukum dan malah membuat kasus semakin panjang dan korban semakin banyak. Situs hukumonline menjelaskan, pasal kekerasan terhadap anak, UU no 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, menjelaskan bahwa orang dewasa yang memperlakukan kekerasan terhadap anak bisa dihukum penjara selama 3-6 tahun.
  3. Selalu lakukan teknik meredakan emosi secara sederhana jika menghadapi konflik dengan anak. Bernapaslah teratur selama 10 tarikan napas, pegang anak dengan lembut, bicaralah sambil menatap matanya dan katakan bahwa yang ia lakukan adalah salah.
  4. Menghadapi orang dewasa yang emosi bisa dilakukan dengan hal yang sama. Ingat, sikap terlalu emosi kadang malah lebih banyak efek negatifnya daripada positif.

The Latest