Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Standar Kompetensi Lulusan 2026, Ini yang Perlu Dikuasai!
Freepik/gpointstudio
  • Kementerian Pendidikan menetapkan Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025 yang menggantikan kebijakan lama dan menjadi dasar Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 2026 di setiap jenjang pendidikan.

  • SKL mencakup tiga aspek utama, sikap, keterampilan, dan pengetahuan, serta dirancang berdasarkan tujuan pendidikan nasional, perkembangan murid, dan kerangka kualifikasi nasional Indonesia.

  • Terdapat delapan dimensi profil lulusan seperti keimanan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi yang menekankan keseimbangan akademik serta karakter.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Perubahan sistem pendidikan kembali menjadi perhatian, terutama setelah adanya pembaruan standar kompetensi lulusan yang harus dicapai murid di setiap jenjang.

Standar ini menjadi acuan penting untuk melihat sejauh mana hasil belajar anak berkembang, baik dari sisi pengetahuan, sikap, maupun keterampilan.

Aturan terbaru ini ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025, yang sekaligus menggantikan kebijakan sebelumnya.

Berikut Popmama.com rangkum penjelasan lengkap tentang Standar Kompetensi Lulusan 2026 untuk Mama!

1. Pengertian Standar Kompetensi Lulusan

Freepik/mindandi

Standar kompetensi lulusan atau SKL merupakan batas minimal kemampuan yang harus dimiliki murid setelah menyelesaikan satu jenjang pendidikan.

Standar ini mencakup aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang menjadi indikator keberhasilan proses belajar.

SKL tidak hanya digunakan untuk menilai hasil belajar anak, tetapi juga menjadi acuan dalam mengevaluasi efektivitas sistem pendidikan secara keseluruhan.

Dengan adanya standar ini, proses pendidikan diharapkan lebih terarah dan memiliki tujuan yang jelas.

2. Dasar penetapan Standar Kompetensi Lulusan

Freepik

Perumusan SKL tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan mengacu pada berbagai aspek penting dalam sistem pendidikan nasional. Perumusan skl ditentukan berdasarkan

  • Tujuan pendidikan nasional

  • Tingkat perkembangan murid

  • Kerangka kualifikasi nasional indonesia

  • Jalur, jenjang, dan jenis pendidikan

Keempat hal ini menjadi fondasi utama agar standar yang ditetapkan relevan dengan kebutuhan perkembangan anak di setiap tahap pendidikan.

3. Delapan dimensi profil lulusan yang perlu dikuasai

Freepik

Dalam standar terbaru, terdapat delapan dimensi utama yang menjadi gambaran kemampuan murid di akhir setiap jenjang pendidikan.

Dimensi ini tidak hanya menilai akademik, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan hidup anak secara menyeluruh.

  • Keimanan dan ketakwaan, menekankan pentingnya anak memiliki keyakinan, menjalankan ajaran agama, serta berakhlak baik dalam hubungan dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.

  • Kewargaan, mendorong anak untuk bangga terhadap identitasnya, menghargai keberagaman, serta mampu hidup sebagai bagian dari masyarakat yang taat aturan dan menjaga persatuan.

  • Penalaran kritis, berkaitan dengan kemampuan berpikir logis, rasa ingin tahu, serta kemampuan menganalisis dan menyelesaikan masalah menggunakan literasi dan numerasi.

  • Kreativitas, menuntut anak untuk mampu berinovasi, berpikir produktif, dan menemukan solusi terhadap berbagai persoalan di sekitarnya.

  • Kolaborasi, mengajarkan anak untuk bekerja sama, peduli, dan berbagi dengan orang lain dalam berbagai situasi sosial.

  • Kemandirian, berkaitan dengan kemampuan anak untuk bertanggung jawab, memiliki inisiatif, serta mampu beradaptasi dalam proses belajar dan kehidupan sehari-hari.

  • Kesehatan, menekankan pentingnya pola hidup bersih dan sehat, serta pemahaman tentang kesehatan fisik dan mental.

  • Komunikasi, menjadi bekal utama agar anak mampu menyimak, membaca, berbicara, dan menulis dengan baik sesuai etika dalam berbagai konteks.

4. Penyesuaian untuk anak berkebutuhan khusus

Freepik

Penerapan standar kompetensi lulusan juga memperhatikan kebutuhan setiap anak, termasuk murid dengan kebutuhan khusus.

Untuk anak dengan hambatan intelektual, penerapan SKL akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Penyesuaian ini dilakukan melalui asesmen oleh tenaga ahli sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku, sehingga setiap anak tetap mendapatkan kesempatan belajar yang optimal.

SKL terbaru ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga perkembangan karakter dan keterampilan hidup anak.

Peran Mama dan Papa juga menjadi penting dalam mendukung proses ini, agar nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Apakah Mama sudah melihat perkembangan anak tidak hanya dari nilai akademik, tetapi juga dari sikap dan keterampilannya sehari-hari?

Editorial Team