Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tanda-Tanda Anak Perlu Cek Mata Minus, Kenali Sejak Dini
Magnific.com
  • Orangtua perlu mewaspadai perubahan kebiasaan melihat anak, seperti memicingkan mata, mendekat ke objek, sulit membaca, sakit kepala, mata merah atau berair, terutama bila gejalanya menetap.

  • Miopi pada anak dapat dipengaruhi faktor genetik, penggunaan gawai berlebihan, kurang aktivitas luar ruangan, paparan cahaya matahari yang minim, serta kondisi medis tertentu seperti riwayat kelahiran prematur.

  • Jika gejala muncul, anak disarankan diperiksa ke dokter mata; penanganan dapat meliputi kacamata medis, sementara pencegahan dilakukan lewat aturan 20-20-20, pembatasan screen time, dan pemeriksaan rutin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Masa tumbuh kembang anak adalah momen emas yang menuntut perhatian ekstra dari para orangtua, terutama dalam memantau kesehatan indera penglihatannya.

Sering kali, Mama, Papa, dan si Anak tidak menyadari atau bahkan tidak tahu cara mengeluhkan perubahan pada kemampuan melihatnya. 

Oleh karena itu, kepekaan orangtua dan anak dalam mengenali tanda-tanda awal gangguan penglihatan sangat diperlukan agar kondisi seperti mata minus tidak telat ditangani.

Mata minus atau miopi kini semakin sering ditemukan pada anak-anak akibat berbagai faktor, mulai dari kebiasaan menatap layar gawai hingga kurangnya aktivitas luar ruangan.

Padahal Ma, penglihatan yang sehat adalah kunci utama bagi si Anak untuk belajar, mengeksplorasi dunia, dan bermain dengan nyaman setiap harinya. 

Jika kondisi tersebut dibiarkan tanpa adanya penanganan, masalah ini tidak hanya menghambat prestasi akademiknya di sekolah tetapi juga memicu ketidaknyamanan fisik yang mengganggu aktivitas harian mereka.

Maka dari itu, yuk kenali tanda-tanda anak perlu cek mata minus, kenali sejak dini agar orangtua dan anak dapat mengatasinya dengan tepat.

Simak di Popmama.com, ya!

Tanda-tanda dan gejala mata minus pada anak

Pinterest.com/Valerynaumenko

Mama, Papa, dan si Anak perlu tahu nih tanda-tanda dan gejala mata minus. Gejala ini biasanya terlihat dari perubahan kebiasaan anak, lho. Misalnya seperti,

  • Anak sering memicingkan matanya

  • Anak sering mendekat pada objek yang ingin dilihatnya

  • Anak kesulitan membaca dan menulis

  • Anak sering mengeluh sakit kepala

  • Anak suka menutup salah satu mata untuk melihat objek di depannya

  • Anak merasa tidak nyaman saat berada di tempat yang memiliki cahaya tinggi

  • Anak kesulitan saat melihat dalam keadaan gelap

  • Anak sering menggosok atau mengedipkan matanya

  • Anak kurang tertarik pada aktivitas fisik yang membutuhkan penglihatan jarak jauh

  • Mata anak sering merah, gatal-gatal, dan berair

Nah Ma, itu adalah 10 tanda-tanda dan gejala mata minus pada anak. 

Jika Mama dan Papa sering menemui si Anak melakukan 10 hal tersebut, sebaiknya waspada.

Terlebih ketika tanda-tanda dan gejala tersebut semakin sering dan bertahan dalam waktu yang panjang.

Segera bawa si Anak untuk periksa di dokter mata ya Ma, Pa!

Penyebab mata minus pada anak

Magnific.com/jcomp

Penyebab mata minus pada anak tidak hanya karena berlebihan main gawai, lho! Ini dia beberapa penyebab mata minus pada anak.

Faktor genetik atau riwayat keluarga ternyata dapat meningkatkan risiko mata minus pada anak, lho! Terlebih ketika kedua orangtua memiliki kesehatan mata yang tidak baik.

Penggunaan gawai berlebihan sudah jelas membuat mata minus pada anak, ya. Hal ini dikarenakan paparan cahaya gawai terlalu dekat secara terus menerus dapat membuat perubahan pada bola mata.

Kurangnya aktivitas di luar ruangan menyebabkan si Anak kurang mendapatkan paparan cahaya matahari, padahal cahaya tersebut dapat membantu menjaga kesehatan mata anak.

Kondisi medis tertentu, seperti anak yang lahir prematur juga dapat meningkatkan gangguan mata minus, lho.

Penanganan dan pencegahan mata minus pada anak

Magnific.com

Jika si Anak diketahui mengalami mata minus, ada beberapa penanganan yang wajib Mama dan Papa lakukan. 

Misalnya penggunaan kacamata medis, penggunaan lensa kontak jika usia anak sudah dewasa dan mandiri, terapi refraktif khusus, dan menggunakan tetes mata khusus.

Untuk mencegah minus anak semakin bertambah, Mama dan Papa dapat melakukan aturan 20-20-20, yaitu mengalihkan pandangan sejauh 20 kaki selama 20 detik setiap 20 menit setelah menatap layar atau buku.

Selain itu, batasi durasi screen time pada anak dan melakukan pemeriksaan mata secara rutin, ya.

Menjaga kesehatan mata si Anak sejak dini adalah investasi berharga untuk mendukung tumbuh kembang, proses belajar, dan aktivitas harian mereka secara optimal. 

Itu dia Ma, tanda-tanda anak perlu cek mata minus, kenali sejak dini agar orangtua dan anak dapat mengatasinya dengan tepat.

Jangan ragu untuk segera membawa si Anak berkonsultasi ke dokter mata atau klinik apabila Mama mulai melihat adanya gejala-gejala di atas. 

Dengan deteksi dan penanganan yang cepat, setiap hambatan penglihatan bisa diatasi dengan baik sehingga anak tetap bisa mengeksplorasi dunia di sekitarnya, deh! 

Curated For You

Editorial Team

Related Article