Wah! Mama ini Baru Berhenti Menyusui saat Anaknya Berumur 9 Tahun

Padahal WHO menyarankan agar Mama menyusui anak hingga usia 2 tahun saja!

15 November 2018

Wah Mama ini Baru Berhenti Menyusui saat Anak Berumur 9 Tahun
Practicalparenting

Sudah tidak perlu diragukan lagi, ASI memberikan begitu banyak manfaat untuk anak dan mama. ASI tidak hanya mengoptimalkan tumbuh kembang anak, namun juga bisa mempererat hubungan Mama dan anak.

Saking inginnya mendapat manfaat dari menyusui, Mama yang satu ini sampai baru berhenti menyusui anaknya, ketika usia si anak sudah 9 tahun! Ya, Mama enggak salah baca, kok.

Pejuang ASI yang terlalu hebat ini bernama Sharon Spink, ibu 4 anak asal North Yorkshire, Inggris. Baru-baru ini ia mengumumkan kalau ia akan sangat merindukan momen menyusui si bungsu Charlotte Spink, yang baru mulai berhenti menyusu langsung saat umurnya 9 tahun.

Wah, itu bahkan usia anak sudah mulai memasuki masa puber ya, Ma. Apa sih yang membuat Sharon menyusui putrinya hingga hampir 1 dekade? Apa pula yang membuat Charlotte akhirnya mau berhenti menyusu? Simak kisah lengkap mereka yuk, Ma.

Atas Permintaan Anak Sendiri

Atas Permintaan Anak Sendiri
Practicalparenting

Sharon adalah sosok ibu yang menerapkan proses natural dalam hal menyapih. Selama anaknya belum siap disapih, maka ia akan terus memberikan kenyamanan menyusu pada anaknya.

Menurut Sharon, ia tidak mau memaksa anak untuk berhenti menyusu di usia tertentu, karena itu tidak alami. Itulah yang terjadi pada Charlotte, yang sebelumnya mengatakan baru mau berhenti menyusu ketika usianya 10 tahun (tepatnya April 2019).

Namun tiba-tiba saja, Charlotte bilang kalau ia mau berhenti menyusu, dan hingga kini ia benar-benar sudah berhenti.

“Dia menyapih diri sendiri secara alami tahun ini. Itu adalah sebuah proses yang ia pilih sendiri. Dia selama ini menyusu sekitar sebulan sekali ketika ia merasa kurang fit atau agak tertekan, yang bisa berlangsung lebih lama jika ia tidak menyusu. Hingga kini, ia sudah berhenti menyusu selama 2 bulan,” jelas Sharon pada Practical Parenting.

“Akan lebih baik kalau anak bisa mengontrol sendiri kapan mereka siap berhenti menyusu, daripada harus memaksa anak berhenti,” ujar Sharon, yang tahun ini genap berusia 50 tahun.

Dituduh Menyiksa Anak

Dituduh Menyiksa Anak
Practicalparenting

Berita ini menyebar begitu cepat, dan tak jarang berbalik menjadi tudingan miring pada Sharon. Menurutnya, ada banyak mama lain yang menuduh Sharon melakukan penyiksaan pada anak karena telah menyusui terlalu lama.

“Tentu saja ada banyak tudingan, dan biasanya datang dari netizen yang memberikan opini mereka secara online. Saya dituduh melakukan penyiksaan pada anak, disebut pedofilia, dibilang salah, dan diejek gila. Awalnya saya sedih, namun sekarang saya sudah biasa dituduh begitu,” jelasnya.

Atas tuduhan itu, Sharon ingin melawan stigma yang menempel pada para mama yang menyusui anaknya hingga bertahun-tahun. Ya, ia yakin ada banyak mama yang melakukan itu, dan itu semua dilakukan bukan dengan tujuan menyiksa anak, tentu saja.

“Charlotte tahu semua tuduhan itu tidak benar, dan saya bilang padanya kalau tuduhan itu berasal dari orang yang tidak tahu keadaan keluarga kita. Untungnya keluarga besar dan para sahabat kami sangat suportif,” kata Sharon.

Editors' Picks

Demi Memberikan Kenyamanan

Demi Memberikan Kenyamanan
Practicalparenting

Ya, salah satu manfaat menyusui memang memberikan kenyamanan dan kedekatan untuk anak. “Hubungan kami sangat dekat dan saya yakin ini terjadi berkat menyusu Charlotte untuk waktu yang sangat lama. Walau sudah berhenti menyusu, namun saya yakin hubungan kami akan selalu erat. Saya tidak merasa ada yang berubah setelah anak berhenti menyusu, karena dia masih akan menghampiri untuk memeluk saya,” ungkap Sharon.

Sharon juga mengatakan kalau Charlotte tumbuh menjadi anak yang sangat sehat dan sangat jarang sakit. Ia yakin itu semua berkat ASI yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

“Untuk Charlotte, menyusu adalah tentang keamanan. Anak merasakan begitu banyak rasa nyaman di dekat dada ibunya, dan semakin besar usianya, maka itu lebih memberikan kenyamanan daripada nutrisi,” ungkapnya.

Belajar dari Kegagalan

Belajar dari Kegagalan
Freepik/javy_indi

Mama pasti mengira Sharon selalu menyusui empat orang anaknya selama ini? Ternyata tidak, Ma. Sharon berjanji untuk memberikan putri bungsunya ASI sebaik mungkin, karena ia pernah mengalami kegagalan pada 3 anak sebelumnya.

Sharon harus berjuang keras saat memberikan ASI untuk Kim, 30, Sarah, 28, dan Isabel, 12.

Sharon yang tahun lalu berhasil menjadi konselor ASI mengatakan, “Saya hanya bisa menyusui anak pertama dan kedua saya selama beberapa minggu, dan menyusui Isabel selama enam bulan saja. Kemudian saya berhadapan dengan beberapa masalah dan merasa kekurangan dukungan. Saat Isabel berusia empat bulan, dia kekurangan berat badan dan saya memberikan suplemen dalam bentuk susu formula,” ungkap Sharon.

Belajar dari kegagalan tersebut, Sharon bertekad untuk memberikan ASI seoptimal mungkin untuk Charlotte.

Menyusui anak memang penuh cobaan, namun jangan pernah patah semangat dalam memberikan yang terbaik untuk anak ya, Ma.

Baca disini: Cara membuat ASI lancar