4 Persiapan Sebelum Anak Menginap untuk Pertama Kalinya

Mungkin sekali anak mama sudah diajak menginap di rumah temannya. Hmm, apa yang harus dipersiapkan?

24 November 2018

4 Persiapan Sebelum Anak Menginap Pertama Kalinya
Freepik

Semakin besar usia anak, pilihan playdate bersama teman-teman sebaya pun semakin beragam. Untuk anak yang sudah memasuki usia sekolah, biasanya menginap di rumah teman menjadi salah satu pilihan playdate yang seru.

Anak mungkin merasa sangat excited menyambut momen menginap bersama ini, namun bagaimana dengan Mama? Duh, biasanya perasaan Mama agak khawatir, ya. Walau menginap di rumah teman yang sudah seperti keluarga sendiri, namun tetap saja rasa khawatir itu muncul.

Entah khawatir anak tiba-tiba merasa tidak nyaman, anak terluka, atau bahkan anak melakukan perbuatan kurang menyenangkan di rumah temannya.

“Bagaimana kalau anakku tidak suka makanan yang disajikan di rumah temannya?”

“Aku kok enggak nyaman ya membiarkan ada orang dewasa lain yang menemani anakku tidur.”

Masih banyak lagi kekhawatiran yang mungkin memenuhi benak Mama. Kami mengerti kekhawatiran itu, Ma. Dan mungkin hampir semua Mama merasakan hal yang saat mengizinkan anaknya menginap (tanpa ditemani Mama) untuk pertama kalinya.

Nah, untuk mengurangi rasa khawatir itu, Mama bisa melakukan beberapa hal persiapan ini sebelum anak menginap di rumah teman.

Apa saja persiapan yang membuat Mama bebas khawatir itu? Dilansir dari Parents, simak beberapa langkah mudah berikut ini yuk, Ma.

1. Kenali level temperamen dan ketertarikan anak

1. Kenali level temperamen ketertarikan anak
Freepik

Mama takut anak tidak nyaman menginap di rumah temannya, dan meminta pulang di tengah malam? Sebelum itu terjadi, Mama perlu mengenali temperamen dan ketertarikan anak terlebih dahulu.

“Anak yang sering tidur di tempat yang berbeda (karena sering travelling atau ikut orangtua dinas ke luar kota) biasanya lebih mudah nyaman saat menginap di rumah orang lain,” ujar Elizabeth Berger, M.D., penulis Raising Kids with Character.

Anak lain mungkin terbiasa menjalankan rutinitas dan tidak suka kalau ada perubahan rencana. Bagi mereka, menginap mungkin membutuhkan persiapan mental yang serius. Atau, mereka hanya tidak suka menginap, tanpa alasan spesifik.

“Anak yang meminta izin orangtuanya untuk menginap di rumah teman biasanya sudah lebih siap menginap, dibanding anak yang seperti terintimidasi dengan ide menginap,” jelas Dr. Berger.

2. Evaluasi pengalaman dan kehidupan di rumah

2. Evaluasi pengalaman kehidupan rumah
Freepik

Indikator terbaik untuk mengetahui apakah anak sudah siap menginap adalah “Jika anak pernah berpisah dengan Mama sebelumnya, dan dia baik-baik saja,” jelas Roni Cohen-Sandler, Ph.D, psikolog klinis dan penulis Trust Me, Mom—Everyone Else is Going.

Melakukan percobaan dengan membiarkan anak menginap di rumah keluarga (misalnya, di rumah nenek) tanpa ditemani Mama adalah cara yang baik.

Anak yang bangun lebih dari 10 kali di tengah malam untuk minum dan meminta kenyamanan dari Mama, biasanya akan membutuhkan waktu lebih lama untuk bermalam di rumah teman.

Kalau anak Mama sepertinya belum siap berpisah dengan Mama, jangan dipaksa. Tidak ada alasan tumbuh kembang anak yang mengharuskan mereka untuk menginap.

Editors' Picks

3. Buat latihan menginap di rumah keluarga

3. Buat latihan menginap rumah keluarga
Freepik/freepic.diller

Untuk melihat anak sudah siap menginap di rumah teman, Mama bisa mengajak temannya untuk menginap di rumah Mama terlebih dahulu.

Cohen-Sandler merekomendasikan Mama untuk memilih satu teman saja terlebih dahulu, dan pilihlah teman yang paling dekat dan nyaman dengan anak Anda. Pastikan teman tersebut sudah pernah ke rumah Mama sebelumnya.

Cara ini tepat untuk memperkenalkan anak pada situasi menginap, sebelum ia menginap di rumah orang lain.

Awali menginap dengan mengunjungi rumah temannya beberapa kali sebelum anak menginap di sana. Mama juga bisa mengajarkan sedikit demi sedikit berjauhan dengan orangtua, misalnya dengan membiarkan anak pergi jalan-jalan dengan keluarga oom dan tantenya.

4. Cari tahu apa yang membuatnya takut

4. Cari tahu apa membuat takut
Freepik/teksomolika

“Tidak peduli berapa kali Mama menjelaskan konsep menginap pada anak, kalau ketakutannya tidak diatasi, maka anak akan selalu takut menginap,” jelas Wittenberg pada Parents.

“Malam hari akan selalu membingungkan bagi anak-anak. Mereka tidak mengerti apa yang terjadi ketika mereka tidur; mereka belum bisa membedakan mimpi dan kenyataan. Ini menakutkan, dan tidur dalam situasi yang berbeda hanya akan membuat anak semakin gelisah.”

Kalau anak takut menginap, tanyakan apa yang membuatnya takut. Beberapa anak mungkin takut berpisah dengan Mama, takut ngompol, atau takut dengan kakak temannya yang suka mem-bully.

Kalau Mama sudah tahu alasannya, bantu ia merasa lebih nyaman dengan menghilangkan ketakutan tersebut satu per satu. Saat anak sudah berani menginap, tambah rasa nyaman itu dengan mengatakan anak boleh menelepon kapan saja dan minta dijemput pulang.

Dengan begitu, Mama sudah memberi anak kuasa untuk mengendalikan kecemasannya dan membuat keputusan. Itu bagus untuknya.