Macam-Macam Keikhlasan yang Perlu Diajarkan ke Anak

Sebagian manusia merasa sulit untuk mengikhlaskan sesuatu, tetapi bukan berarti tidak bisa, Ma

25 Juli 2021

Macam-Macam Keikhlasan Perlu Diajarkan ke Anak
Pexels/baybiyik

Keikhlasan berasal dari kata ikhlas yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti bersih hati atau tulus hati.

Keikhlasan artinya ketulusan hati atau kejujuran, dan atau kerelaan hati. Sedangkan, ikhlas menurut istilah ialah merujuk kepada apabila mengerjakan suatu pekerjaan atau kebaikan demi mengharapkan rida Allah SWT. Dengan kata lain, jadikan tujuan tersebut sebagai ibadah semata-mata hanya karena Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S Al-A’raf (7:29) yang artinya:

“Katakanlah, Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah SWT) pada setiap salat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula.”

Sudah menjadi kewajiban bagi umat Islam untuk beramal dan beribadah kepada Allah SWT.

Akan tetapi, Allah SWT tidak akan menerima amal ibadah apabila tidak dilakukan dengan rasa ikhlas. Artinya, semua amal ibadah akan menjadi sia-sia. Meskipun sulit, tetapi ikhlas bisa diusahakan secara perlahan-lahan.

Ulama Syekh As-Syarqawi menyebutkan bahwa dalam Islam ada tiga macam keikhlasan yang dilakukan manusia. Apa saja ya, Ma?

Kali ini Popmama.com akan merangkum macam-macam keikhlasan dan tips bagaimana menjadi contoh yang baik terkait keikhlasan untuk anak. Disimak yuk, Ma, agar bisa menjelaskan kepada anak mama nantinya.

1. Keikhlasan Ibad (Hamba Allah SWT)

1. Keikhlasan Ibad (Hamba Allah SWT)
Freepik/rawpixel-com

Keikhlasan Ibad atau para hamba Allah SWT ini terbatas pada keselamatan amal dari ria, baik yang nyata maupun yang samar, dan dari segala unsur nafsu.

Kelompok Ibad ini akan beribadah dan beramal semata-mata hanya karena Allah SWT dan mengharapkan ganjaran pahala serta keselamatan dari siksa api neraka. Dengan kata lain, ibadah yang dilakukan hanya demi meraih kebahagiaan di akhirat.

Para hamba Allah SWT ini membandingkan amal itu kepada diri mereka sendiri dan menggantungkan diri pada amal tersebut untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Editors' Picks

2. Keikhlasan Muhibbin (Pecinta Allah SWT)

2. Keikhlasan Muhibbin (Pecinta Allah SWT)
Pexels/lllezz

Berupa amal ibadah lillahita’ala atau hanya karena Allah SWT seraya mengagungkan dan membesarkan-Nya. Sebab, memang hanya Allah SWT yang berhak atas segala keagungan dan kebesaran tersebut.

Para pecinta Allah SWT ini beribadah bukan hanya untuk bertujuan mendapatkan ganjaran pahala dan keselamatan dari siksa api neraka, tetapi sebagai bentuk kecintaannya terhadap Allah SWT.

Salah seorang dari kelompok Muhibbin, Rabi’ah Al-Adawiyah berkata, “Aku tidak menyembah-Mu karena takut siksa neraka atau karena mengharapkan surga-Mu, sehingga aku harus menasabkan ibadah padanya?”

3. Keikhlasan Arifin (Ahli Makrifat)

3. Keikhlasan Arifin (Ahli Makrifat)
Freepik

Dalam beribadah, kelompok ahli makrifat meyakini bahwa ibadahnya bukan dari dirinya sendiri. Dengan kata lain, ahli makrifat dalam beribadah berupa kesaksian atas keesaan Allah dalam menggerakkan dan meredakan perilaku mereka.

Menurut mereka, amal ibadah yang mereka lakukan dapat terlaksana bukan karena kekuatan dan daya diri mereka, melainkan disebabkan oleh kekuatan Allah SWT.

Mereka meyakini bahwa tidak ada kekuatan dan daya untuk beramal dan beribadah pada dirinya sendiri.

Syekh As-Syarqawi menerangkan salah satu hikmah dalam Kitab Al-Hikam Al-Athaiyyah sebagai berikut.

الأعمال صور قائمة وأرواحها وجود سر الإخلاص فيها

Artinya:

Amal adalah bentuk-bentuk raga kosong yang tegak. Sedangkan, jiwa darinya adalah adanya keikhlasan di dalamnya.” (Ibnu Athaillah, Al-Hikam)

4. Tips bagaimana menjadi contoh yang baik terkait keikhlasan untuk anak

4. Tips bagaimana menjadi contoh baik terkait keikhlasan anak
Freepik/rawpixel-com

Ikhlas merupakan sebuah amalan yang cukup sulit dilakukan. Jangankan anak-anak, orang dewasa pun pasti mengalami kesulitan jika dihadapkan dengan keikhlasan.

Menanamkan karakter ikhlas juga dibutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan latihan terus menerus agar terbiasa.

Sebagai orangtua, Mama dituntut menjadi contoh yang baik untuk si Kecil.

Berikut ini tips bagaimana menjadi contoh yang baik terkait keikhlasan untuk anak yang dapat Mama terapkan dalam keseharian:

  1. Jadilah orangtua yang percaya diri dalam memberikan pemahaman tentang keikhlasan. Perbanyak membaca adalah kunci agar pemahaman yang Mama dapatkan tidak salah kaprah, sehingga Mama dapat menjelaskannya kepada si Kecil.
  2. Menjadi pendengar yang baik untuk anak saat anak mengungkapkan perasaan yang mengganjal dalam dirinya. Dengarkan dengan baik semua ungkapan perasaan si Kecil hingga tuntas dan tanpa pamrih.
  3. Selalu mengingat bahwa semua kegiatan yang dilakukan adalah semat-mata karena Allah SWT dan memperbanyak ketaatan agar lebih dekat dengan Allah SWT.
  4. Tidak lantas menjadi besar kepala dengan diri sendiri dan harus selalu rendah hati.
  5. Tanamkan pada diri Mama bahwa semua membutuhkan waktu, termasuk keikhlasan.

Apabila Mama telah menerapkan lima hal tersebut, Mama bisa segera menerapkannya kepada si Kecil tentang keikhlasan dan bagaimana cara menanamkan rasa ikhlas dalam dirinya.

Itulah macam-macam keikhlasan dan tips bagaimana menjadi contoh yang baik terkait keikhlasan untuk anak. Jalankan amalan tersebut dengan baik semata-mata hanya karena Allah SWT, sehingga dapat terhindar dari siksa api neraka ya, Ma. Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.