"Yuk Cari Tau Seputar Kehamilan Berisiko Tinggi"

Suatu kehamilan bisa disebut berisiko tinggi jika Ibu yang menjalani kehamilan tersebut memiliki penyakit atau gangguan kesehatan yang dapat membahayakan keselamatan Ibu ataupun janin. 

Pernahkah Ibu bertanya-tanya, faktor apa saja yang dapat menyebabkan kehamilan dikategorikan sebagai kehamilan berisiko tinggi?

Yuk kita simak bersama:

Kehamilan Risiko Tinggi

1. Ibu memiliki masalah kesehatan
Seperti diabetes, kanker, tekanan darah tinggi, gangguan ginjal atau epilepsi. Jika Ibu menderita penyakit tersebut, kehamilan mungkin dapat memperparah penyakit Ibu. 

Namun perlu diingat bahwa menderita penyakit tersebut bukan berarti si Kecil juga akan menderita penyakit yang sama. Ibu perlu menjaga kesehatan lebih ekstra sepanjang masa kehamilan agar si Kecil tetap dapat tumbuh sehat dan normal.

2. Ibu mengandung bayi kembar atau lebih
Ibu yang mengandung lebih dari satu janin (kembar dua, tiga atau lebih) memiliki risiko lebih tinggi terhadap kelahiran prematur, dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu.

3. Ibu memiliki kelebihan berat badan atau sebaliknya
Kelebihan berat badan dan obesitas bisa memicu komplikasi kehamilan seperti preeklampsia dan juga meningkatkan risiko kelahiran prematur. 

Sebaliknya, kondisi kekurangan berat badan juga dapat meningkatkan risiko komplikasi saat hamil maupun persalinan

4. Usia Ibu yang terlalu muda atau terlalu tua
Usia Ibu saat hamil juga dapat menjadi faktor kehamilan berisiko tinggi. Jika Ibu berusia kurang dari 16 tahun, Ibu memiliki risiko lebih tinggi terhadap preeklampsia, anemia dan hipertensi saat hamil. 

Sedangkan jika usia Ibu saat hamil lebih dari 35 tahun, Ibu lebih rentan mengalami komplikasi saat proses persalinan, seperti pendarahan, waktu persalinan yang lebih lama dan juga komplikasi lain yang mengharuskan bayi lahir secara caesar.

5. Ibu memiliki gaya hidup tidak sehat
Jika Ibu mengonsumsi minuman beralkohol atau tidak dapat menghentikan kebiasaan merokok saat hamil, janin dapat mengalami cacat, lahir dalam kondisi prematur, hingga keguguran dan SIDS (sindrom kematian bayi mendadak).

Komentar
Suatu kehamilan bisa disebut berisiko tinggi jika Ibu yang menjalani kehamilan tersebut memiliki penyakit atau gangguan kesehatan yang dapat membahayakan....

Suatu kehamilan bisa disebut berisiko tinggi jika Ibu yang menjalani kehamilan tersebut memiliki penyakit atau gangguan kesehatan yang dapat membahayakan keselamatan Ibu ataupun janin. 

Pernahkah Ibu bertanya-tanya, faktor apa saja yang dapat menyebabkan kehamilan dikategorikan sebagai kehamilan berisiko tinggi?

Yuk kita simak bersama:

Kehamilan Risiko Tinggi

1. Ibu memiliki masalah kesehatan
Seperti diabetes, kanker, tekanan darah tinggi, gangguan ginjal atau epilepsi. Jika Ibu menderita penyakit tersebut, kehamilan mungkin dapat memperparah penyakit Ibu. 

Namun perlu diingat bahwa menderita penyakit tersebut bukan berarti si Kecil juga akan menderita penyakit yang sama. Ibu perlu menjaga kesehatan lebih ekstra sepanjang masa kehamilan agar si Kecil tetap dapat tumbuh sehat dan normal.

2. Ibu mengandung bayi kembar atau lebih
Ibu yang mengandung lebih dari satu janin (kembar dua, tiga atau lebih) memiliki risiko lebih tinggi terhadap kelahiran prematur, dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu.

3. Ibu memiliki kelebihan berat badan atau sebaliknya
Kelebihan berat badan dan obesitas bisa memicu komplikasi kehamilan seperti preeklampsia dan juga meningkatkan risiko kelahiran prematur. 

Sebaliknya, kondisi kekurangan berat badan juga dapat meningkatkan risiko komplikasi saat hamil maupun persalinan

4. Usia Ibu yang terlalu muda atau terlalu tua
Usia Ibu saat hamil juga dapat menjadi faktor kehamilan berisiko tinggi. Jika Ibu berusia kurang dari 16 tahun, Ibu memiliki risiko lebih tinggi terhadap preeklampsia, anemia dan hipertensi saat hamil. 

Sedangkan jika usia Ibu saat hamil lebih dari 35 tahun, Ibu lebih rentan mengalami komplikasi saat proses persalinan, seperti pendarahan, waktu persalinan yang lebih lama dan juga komplikasi lain yang mengharuskan bayi lahir secara caesar.

5. Ibu memiliki gaya hidup tidak sehat
Jika Ibu mengonsumsi minuman beralkohol atau tidak dapat menghentikan kebiasaan merokok saat hamil, janin dapat mengalami cacat, lahir dalam kondisi prematur, hingga keguguran dan SIDS (sindrom kematian bayi mendadak).

Silahkam disimak dengan baik yaa