Benarkah Screen Time Bisa Sebabkan Speech Delay?

Sebuah penelitian telah mengungkapkan faktanya, Ma!

13 Januari 2021

Benarkah Screen Time Bisa Sebabkan Speech Delay
Pixabay/Andrew Angelov

Biasanya, orang dewasa seperti Mama dan Papa memanfaatkan teknologi untuk urusan pekerjaan atau komunikasi dengan keluarga serta kerabat. Tak hanya orangtua, anak-anak juga mungkin turut serta menggunakan gadget

Selain karena efek zaman yang semakin modern, kebiasaan menggunakan gadget bisa saja dipengaruhi oleh perilaku orangtua. Misalnya, ketika Mama dan Papa sibuk atau saat anak dirasa sedang rewel, gadget dapat dijadikan solusi hiburan si Kecil.

Cukup dengan memutarkan video, musik, atau mengarahkan anak untuk bermain games. Namun, kebiasaan screen time yang dilakukan terus-menerus ini bisa saja menimbulkan pengaruh buruk, Ma.

Apalagi pada usia yang masih dini sekitar 1–3 tahun. Screen time yang berlebihan tanpa pengawasan dan aturan mungkin saja menyebabkan anak mengalami speech delay

Lebih lanjut, berikut Popmama.com berikan hubungan antara screen time dengan speech delay. Sebagai panduan orangtua agar hal ini tidak dialami anak.

Editors' Picks

1. Speech delay pada anak-anak

1. Speech delay anak-anak
Pixabay/JasonONeill

Speech delay merupakan masalah keterlambatan bicara dan bahasa yang tidak sesuai dengan usia anak. Dikutip dari laman IDAI, gangguan speech delay ini diperkirakan terjadi pada 5–8% dari anak-anak usia prasekolah. 

Meski sebenarnya setiap tahap tumbuh kembang anak berbeda, tetapi risiko speech delay ini perlu diwaspadai orangtua. Terdapat beberapa penyebab speech delay pada anak, yaitu gangguan pertumbuhan fisik, masalah pada mulut atau pendengaran, infeksi telinga, dan mungkin saja karena pengaruh penggunaan layar. 

2. Screen time dapat menyebabkan speech delay

2. Screen time dapat menyebabkan speech delay
Pixabay/StockSnap

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa screen time mungkin dapat menjadi salah satu penyebab gangguan keterlambatan bicara dan bahasa pada anak-anak. Hal ini didukung oleh sebuah data penelitian yang dikutip dari laman VeryWellFamily. 

Dalam studi khusus yang dipresentasikan pada Pediatric Academic Societies Meeting 2017 di Toronto, para peneliti mengungkapkan bahwa ada hubungan antara layar genggam dengan perkembangan bicara dan bahasa balita.

Studi tersebut mengamati 894 anak-anak berusia antara 6 bulan dan 2 tahun untuk rentang waktu lebih dari 4 tahun antara 2011–2015. Berdasarkan penilaian dan rekaman orangtua, penelitian mengungkapkan bahwa pada usia 18 bulan, banyak dari anak-anak tersebut (sekitar 20%) menggunakan perangkat genggam setidaknya selama 28 menit setiap harinya. 

Peneliti menemukan bahwa semakin banyak waktu yang dimiliki balita untuk screen time setiap hari, semakin tinggi pula risiko balita tersebut mengalami keterlambatan bicara dan bahasa secara ekspresif. 

Namun, screen time hanya terkait dengan penundaan bicara dan tidak memengaruhi cara komunikasi lain, seperti interaksi sosial, bahasa tubuh, atau gerak tubuh. Penggunaan layar hanya memengaruhi ucapan ekspresif, yang berarti kata-kata yang diucapkan secara verbal.

3. Tips screen time yang aman

3. Tips screen time aman
Pixabay/Andrew Angelov

Meski screen time hanya memengaruhi kemampuan bicara atau bahasa ekspresif dan masih perlu penelitian lanjutan, serta konsultasi dengan dokter spesialis untuk mengetahui kebenarannya.

Namun, orangtua tetap perlu waspada terhadap penggunaan gadget bagi anak-anak. Hal ini karena speech delay mungkin dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak. Misalnya, dalam hal pendidikan atau kehidupan sosialnya kelak. 

Dalam mengatasinya, Mama dan Papa pun perlu mengetahui batasan serta panduan penggunaan waktu layar. Berikut tips yang mungkin dapat diterapkan, yaitu:

  • buat kesepakatan terkait batas waktu penggunaan layar,
  • arahkan anak-anak untuk melakukan aktivitas fisik yang menyenangkan sehingga tak bergantung pada gadget,
  • selalu mendampingi anak saat menonton TV maupun ketika bermain gadget,
  • beri penjelasan bahwa teknologi hanya sebagai alat bantu atau media hiburan,
  • beri contoh dampak-dampak penggunaan gadget berlebih dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak,
  • ajarkan anak untuk tidak bermain gadget saat waktu tertentu, seperti ketika makan atau menjelang tidur, dan
  • jadilah orangtua panutan dengan memberi contoh yang baik, jangan hanya memberi perintah, tetapi juga ikut melaksanakannya. 

Itulah informasi terkait adanya hubungan antara penggunaan layar yang berlebihan dengan gangguan keterlambatan bicara dan bahasa pada anak-anak. Semoga dapat menjadi panduan bagi Mama dan Papa agar lebih bijak dalam mengatur screen time si Kecil, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.