Melalui unggahan tersebut, dr. Gia memberikan peringatan kepada para orangtua untuk lebih berhati-hati dalam memilih mainan dan menata lingkungan rumah.
Menurutnya, kecepatan tangan anak-anak saat mengambil benda kecil jauh lebih cepat dari yang dibayangkan orang dewasa. Apa pun yang mereka temukan di lantai atau meja bisa berpindah ke mulut dalam hitungan detik.
"Jadi untuk teman-teman, para orangtua yang memiliki balita. Ayo jangan lupa singkirkan benda-benda kecil di sekitarnya," pesan dr. Gia.
Kisah yang dibagikan oleh dr. Gia ini menjadi alarm bagi Mama untuk selalu melakukan double-check terhadap keamanan mainan anak.
Pastikan mainan yang Mama berikan sudah sesuai dengan kategori usia si Kecil dan selalu awasi mereka saat bermain di area yang rawan benda-benda kecil.
Mencegah tentu jauh lebih baik daripada harus melihat si Kecil menjalani prosedur medis yang berat di usia yang masih sangat dini. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali pada anak-anak lainnya.
Sudahkah Mama memeriksa kembali kebersihan lantai dan area bermain si Kecil dari benda-benda kecil hari ini?
Bagaimana jika magnet tertelan? | Jika tertelan magnet disaksikan atau jika potongan magnet terlihat pada hasil rontgen perut dan anak menunjukkan gejala, maka diputuskan untuk segera melakukan pengangkatan. Pengangkatan dapat dilakukan dengan endoskopi jika potongan magnet berada di kerongkongan, lambung, duodenum, atau usus besar. |
Apakah magnet berpengaruh pada tubuh manusia? | Tidak ada efek signifikan yang diamati pada tubuh manusia ketika terpapar medan magnet saja |
Bagaimana cara mengeluarkan magnet dari perut anak? | Jika terdapat 2 magnet atau lebih di dalam perut, maka anak Anda mungkin memerlukan prosedur endoskopi untuk mengeluarkannya dari perut. Jika terdapat 2 magnet atau lebih di dalam usus, maka anak Anda mungkin perlu diobservasi di rumah sakit atau berpotensi menjalani operasi untuk mengeluarkannya. |