Catat Ma, Begini Caranya Mengasah Kreativitas Anak Balita

5 Cara ini patut Mama coba untuk mengasah kreativitas anak!

11 Januari 2019

Catat Ma, Begini Cara Mengasah Kreativitas Anak Balita
Pexels/rawpixel

Kreativitas merupakan salah satu potensi dalam diri anak yang perlu dikembangkan sejak dini.

Pasalnya, kreativitas menjadi modal utama untuk anak dalam menyelesaikan masalah, berpikir lebih terbuka (out of the box) serta mempelajari sesuatu yang baru dengan mudah. Hal itulah yang menjadi bekal bagi anak meraih kesuksesan di masa depan.

Ada berbagai cara yang bisa Mama lakukan untuk mengasah kreativitas anak, tentunya sesuai dengan tahapan usia anak ya, Ma.

Misalnya dengan mengajak anak bermain peran, membuat kreasi seni dan masih banyak lagi.

Yuk Ma intip cara mengasah kreativitas anak usia balita.

1. Biarkan anak berimajinasi

1. Biarkan anak berimajinasi
spice4life.co.za
ruang bermain

Salah satu cara paling efektif mengembangkan imajinasi anak adalah dengan membacakan buku cerita.

Saat mendengarkan Mama bercerita, otak kanannya akan bekerja membayangkan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita sebelum dituangkan ke dalam imajinasinya.

Selain itu, Mama juga bisa mengajak si Kecil bermain peran. Biarkan ia memilih peran yang disukainya dan jangan lupa menyediakan perlengkapan untuk mendukung aktivitas peran yang ia pilih.

Misalnya menjadi dokter, juru masak atau guru. Dampingi anak saat bermain ya, Ma, dan lihatlah bagaimana anak mama berimajinasi dengan peran yang dia pilih dan benda-benda disekitarnya.

2. Aktivitas seru yang merangsang kreativitas

2. Aktivitas seru merangsang kreativitas
Lego.com

Kembangkan kreativitas anak dengan mengajaknya membuat kreasi seni. Misalnya menggambar, mewarnai, melukis atau membuat kreasi dari barang-barang bekas.

Untuk permulaan, cobalah memberikan selembar kertas kosong beserta krayon atau pensil warna.

Arahkan anak untuk menggambar obyek tertentu, misalnya orang, rumah atau pemandangan. Mama pasti akan takjub melihat imajinasi anak yang tertuang pada hasil gambarnya.

Alternatif lain, cobalah mengajak anak mengeksplorasi nada melalui alat musik yang ada. Biarkan ia ‘bermain’ dengan nada-nada yang muncul dari alat musik yang ia mainkan.

Hal ini juga baik untuk merangsang kecerdasan otak dan pendengarannya.

Editors' Picks

3. Beri ruang untuk eksplorasi

3. Beri ruang eksplorasi
providr.com

Setiap anak dibekali rasa ingin tau yang besar dalam dirinya. Maka dari itu bebaskan ia mengeksplorasi tiap sudut ruangan yang ada di rumah. Kemudian jawab dan jelaskan secara sederhana semua pertanyaan yang diajukannya.

Jangan panik apalagi memarahinya ketika rumah jadi berantakan saat si Kecil bermain ya, Ma. Sebab ada proses belajar disana.

Saat mengeksplor tiap sudut ruang atau benda yang ditemukan, rasa ingin taunya terstimulasi dan disanalah terjadi proses belajar.

Yang perlu Mama lakukan adalah mendampinginya serta mengarahkan bagian atau apa saja yang boleh disentuh atau dimainkannya.

Akan lebih baik jika Mama menyediakan area khusus untuk si Kecil berimajinasi. Misalnya mewarnai sebagian dinding rumah menggunakan cat papan tulis berwarna hitam sebagai media anak mencoret-coret.

Tersedianya ‘ruang’ untuk anak mengeksplorasi dan mengekspresikan rasa ingin tau menjadi cikal bakal kecerdasan dan kreativitas anak.

4. Hindari melarang dan memaksa anak

4. Hindari melarang memaksa anak
parenting.com

Setiap Orangtua pasti menginginkan pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Namun, terkadang Orangtua merasa lebih pintar lalu sibuk memaksakan kehendak agar anak melakukan sesuatu sesuai keinginan Orangtua.

Akibatnya, anak jadi mudah bosan, malas belajar dan bahkan timbul ketakutan atau menurunnya rasa percaya diri ketika ia mempelajari sesuatu yang baru.

Oleh sebab itu, hindari memaksa anak ya, Ma. Berikan anak kesempatan untuk berimajinasi dan mengekspresikan perasaannya. Yang perlu Mama lakukan hanyalah mendampingi dan mengarahkannya.

Selain itu, hindari juga kata-kata bersifat negatif seperti “jangan”, “kamu salah”, “tidak boleh”dan komentar negatif lain yang justru ‘menumpulkan’ kreativitasnya. Apresiasi saja apa yang ia kerjakan. Bukankah bermain merupakan fase belajar yang menyenangkan?

5. Beri pujian

5. Beri pujian
Freepik/Kireyonok_Yuliya

Jangan lupa memberikan pujian atas hasil kerja anak ya, Ma. Apresiasi hasil karyanya dengan kata-kata manis seperti, “wah hebat”, “bagus ya, yuk bikin lagi” atau “keren, Mama suka”.

Meskipun terlihat sepele, apresiasi yang Mama berikan mampu membesarkan hatinya sehingga ia merasa dihargai, lebih percaya diri dan bahkan memacu semangatnya untuk membuat kreasi lebih baik lagi.

Perlu Mama ingat bahwa usia balita adalah masa dimana anak bebas bermain dan mengeksplorasi kondisi di sekitarnya. Jangan batasi kreativitasnya.

Jika suatu hari Mama menemukan tubuh si Kecil belepotan cat air atau tangan kecilnya sibuk mencoret-coret dinding, jangan dimarahi ya, Ma.

Sebab ada proses belajar disana. Saat itulah anak mama sedang mengembangkan kreativitasnya.