Kabar duka kembali di tanah air akibat dampak buruk bencana asap karhutla.
Duka mendalam ini dirasakan oleh pasangan suami istri di Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur.
Bayi mereka yang baru berusia 14 bulan terpaksa mengembuskan napas terakhirnya.
Kejadian yang menimpa balita ini menyita perhatian publik setelah fotonya beredar luas di media sosial.
Sang Mama menyuarakan kesedihan serta kekecewaannya atas bencana asap yang terus berulang.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak tentang bahaya polusi udara bagi kesehatan anak.
Anak-anak dan balita merupakan kelompok yang paling rentan terhadap paparan udara kotor dan kabut asap.
Kasus duka ini memicu desakan dari berbagai pihak agar penanganan karhutla dilakukan secara serius.
Berikut Popmama.com rangkum fakta bayi 14 bulan meninggal diduga akibat asap karhutla.
