8 Cara Tepat Mengajarkan Anak untuk Lepas dari Popok

Keterampilan ini harus diperkenalkan secara bertahap

12 September 2018

8 Cara Tepat Mengajarkan Anak Lepas dari Popok
Pixabay/5712495

Kemandirian anak haruslah dipupuk sejak dini, salah satunya kemandirian pada masalah buang air besar dan air kecil.

Peran orangtua sangatlah dibutuhkan dalam mengajarkan toilet training. Ketika si Kecil sudah menunjukkan tanda siap belajar maka Mama bisa mengajarkannya untuk melepas popok sekali pakainya. Tentunya keterampilan ini harus diperkenalkan secara bertahap. 

Karena pada dasarnya anak butuh proses untuk tidak mengompol di malam hari maupun pergi ke toilet. Mengajarkan anak mandiri di situlah ia harus mengintegrasikan antara harapan orangtua dengan aktualisasi diri.

Anak pun akan bisa menjadi mandiri atas bantuan orangtua dan daycare di beberapa tahapan. Cara yang bisa Mama lakukan antara lain:

1. Anak belajar menahan popok sekali pakai tetap kering

1. Anak belajar menahan popok sekali pakai tetap kering
Pexels/Danielle Truckenmiller

Ajarkan anak secara perlahan, yaitu untuk tidak buang air kecil di diapers. Beri pengertian kepadanya untuk mempertahankan popok sekali pakainya agar tetap kering.

Ia harus belajar membuka dan memakai diapers kembali saat ingin buang air kecil di toilet. Dengan begitu anak tidak mengandalkan diapers lagi.

2. Memberi contoh cara menggunakan toilet

2. Memberi contoh cara menggunakan toilet
Pexels/Hermaion

Orangtua pun harus meluangkan waktu membantu anak mengenalkan dan mengajari cara menggunakan toilet.

Dengan cara ini anak akan tahu cara buang air kecil atau buang air besar yang baik di toilet.

3. Letakkan training potty

3. Letakkan training potty
Pexels/Bruce Mars

Kini banyak dijual training potty, Mama bisa membelikan si Kecil training potty untuk melatih anak menggunakan toilet.

Mama bisa siapkan potty di setiap kamar mandi rumah, letakkan potty yang sesuai kebutuhan: potty yang untuk berdiri atau potty ditempatkan di atas dudukan toilet. Dan letakan training potty di toilet atau tempat yang mudah terjangkau oleh anak. 

4. Sabar dalam membimbingnya

4. Sabar dalam membimbingnya
Pexels/Pixabay

Mengajarkan anak melepas diapers dari kesehariannya itu membutuhkan waktu dan tidak bisa cepat. Jadi ketika anak mengompol maka Mama jangan memarahinya.

Jika anak lupa atau tidak sempat pergi ke toilet, orangtua tetap sabar membimbingnya. Karena anak yang dimarahi justru ia akan takut bahkan bisa trauma sehingga ia mengalami kegagalan dalam toilet training. 

Editors' Picks

5. Ajarkan anak bahasa tubuh

5. Ajarkan anak bahasa tubuh
Pexels/Henley Design Studio

Tak hanya memperkenakan training potty kepadanya, Mama juga mengajarkan bahasa tubuh kepadanya saat ia ingin BAK atau BAB ke toilet. Kasih tahu anak saat ia terlihat tanda-tanda kebelet, mengejan, dan buang gas. Dengan tanda-tanda seperti itu si kecil sudah harus pergi ke toilet. 

6. Ajarkan bangun tengah malam

6. Ajarkan bangun tengah malam
Pexels/Snapwire

Memang sulit bagi anak untuk bangun di tengah tidurnya yang nyenyak. Namun Mama harus memberinya pengertian bahwa ia tidak boleh menahan pipis atau mengompol di saat tidur.

Anak harus belajar bangun dan berbicara pada orangtuanya ketika ia kebelet di tengah malam. Orangtuanya pun juga harus siap siaga di kala anak membangunkan untuk mengajak ke toilet. 

7. Harus konsisten

7. Harus konsisten
Pexels/Henley Design Studio

Pelatihan untuk melepas diapers adalah sebuah konsisten yang terus menerus. Dengan Mama mengajarkannya konsisten untuk tak lagi menggunakan diapers maka pelatihannya akan efektif.

Sabar dan tekun jadi kunci utama membiasakan anak disiplin, termasuk membiasakan dia berhenti buang air di popok sekali pakai.

8. Beri penghargaan

8. Beri penghargaan
Pexels/Bruce Mars

Saat anak sudah mandiri, Mama jangan lupa untuk memberi penghargaan. Apapun usahanya dalam hal ini orangtua harus menghargainya.

Penghargaan yang bisa diberi bermacam-macam, Mama bisa memujinya, memeluk, membelai rambut, atau bahkan memberikan hadiah atas keberhasilannya menggunakan toilet. Dengan begitu ia akan lebih semangat melakukan toilet training.

Nah 8 cara tadi bisa Mama terapkan untuk melatih si Kecil melepas diapers dan melakukan toilet training kepadanya.

Orangtua pun juga harus sabar dalam membimbingnya untuk kemandirian pada hasrat BAK dan BAB. Semoga cara ini berhasil untuk diterapkan pada anak mama, ya!

Baca juga: Cara Mengajarkan Toilet Training Bedasarkan Zodiak Anak

Baca juga: Awas! Toilet Training Terlalu Dini Bisa Membahayakan Si Kecil