Tanpa Disadari, 5 Kebiasaan Orangtua Ini Bisa Mempermalukan Anak

Berusahalah untuk tidak memarahi anak di depan umum

18 Oktober 2019

Tanpa Disadari, 5 Kebiasaan Orangtua Ini Bisa Mempermalukan Anak
momsmagazine.com

Apakah Mama pernah mendengar istilah child shaming?

Di mana kondisi ini orangtua suka mempermalukan anak. Biasanya shaming child ini kerap kali dilakukan secara sadar atau pun tidak.

Ya, sebagian orangtua gemar membentak anaknya sebagai pembenaran diri sendiri dan tidak ingin merasa malu dihadapan banyak orang jika mereka berperilaku yang tidak diharapkan.

Namun, pernahkah Mama bayangkan bagaimana perasaan si Kecil?

Padahal sikap seperti itu bisa berisiko mengganggu psikis anak. Coba cek, tanpa disadari 5 kebiasaan orangtua ini bisa mempermalukan anak. Berikut rangkumannya dari Popmama.com :

1. Memarahi anak di depan umum untuk menerapkan kedisplinan

1. Memarahi anak depan umum menerapkan kedisplinan
Freepik/prostooleh

Dalam beberapa kondisi, orangtua memang lebih sulit mengendalikan emosi saat si Kecil melanggar peraturan ketika di tempat umum.

Namun perasaan yang tidak dihargai oleh orangtua, dapat menimbulkan luka yang mendalam dan menjadi trauma pada sang anak.

Sebenarnya menerapkan disiplin sangatlah bagus untuk mengajarkannya keteraturan.

Tapi sebaiknya jangan sampai keterlaluan. Disiplin yang terlalu ketat hingga bersikap keras bukan pada tempatnya malah menjadi bumerang bagi si Kecil.

2. Menjelekkan pilihan anak membuat mereka malu pada dirinya sendiri

2. Menjelekkan pilihan anak membuat mereka malu diri sendiri
Freepik/freepic.diller

Dampak buruk dari child shaming sebenarnya hampir mirip dengan bullying. Salah satu kebiasaan orangtua yang tak disadari ialah tidak menghargai pilihan anak.

Bahkan kerap kali mendandani anak sesuai selera dan kesukaan Mama. Ketika ia memiliki suatu pilihan, Mama malah meremehkan pilihan sang anak yang membuat mereka malu pada dirinya sendiri.

Padahal anak-anak bukanlah boneka yang bisa digonta-ganti kostumnya, sehingga mengabaikan pilihan sesuai keinginannya.

Sementara menilai pilihan hanya dari sudut pandang orangtua bisa membuat ia merasa tertekan, takut dan malah tidak belajar dari pengalaman.

Sebaiknya jangan langsung menjelekkan dan menolak pilihannya secara mentah-mentah, karena sejatinya anak memiliki kebebasan dalam memilih.

Editors' Picks

3. Berteriak saat anak menangis di depan umum

3. Berteriak saat anak menangis depan umum
foreverymom.com

Kebiasaan berteriak kepada anak saat menangis di depan umum adalah kebiasaan yang sering orangtua lakukan. 

Kalimat dan intonasi yang salah malah membuat tangisannya semakin keras karena merasa dipermalukan.

Sedangkan dalam aspek psikologis, menyuruh anak balita berhenti menangis bisa berdampak buruk bagi kesehatan mentalnya.

Daripada menghabiskan tenaga dan emosi dengan berteriak, alangkah baiknya mengajak si Kecil untuk menenangkan diri ketika menangis.

Dengan begitu, mereka akan mengerti dan secara pelan-pelan mengubah sikapnya tersebut untuk membantu membentuk kepribadian yang baik.

4. Menetapkan ekspetasi terlalu tinggi di depan teman-temannya

4. Menetapkan ekspetasi terlalu tinggi depan teman-temannya
Freepik

Sebaiknya orangtua tidak memprioritaskan hasil dan menyalahkan prestasi anak karena tidak mendapatkan yang sesuai harapan.

Bahkan tak segan memarahi si Kecil saat masih berada di sekolah di hadapan teman-temannya.

Sayangnya, banyak orangtua yang tidak sadar bahwa hal itu bisa mempermalukan mereka dan malah membuatnya tidak percaya diri untuk mencobanya kembali.

Cobalah untuk menurunkan ekspektasi yang terlalu tinggi pada anak. Harapan tersebut tentu saja perlu disesuaikan dengan usia sang anak. Biarkan mereka belajar berproses sejak dini.

5. Tidak membiarkan anak melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri

5. Tidak membiarkan anak melakukan sesuatu diri sendiri
Freepik/Pressfoto

Mama pasti pernah merasa sangat marah akibat kesalahan yang dilakukan anak.

Mama boleh saja memberikan saran, menolong atau mengarahkan pada sesuatu yang benar kepada sang anak. Tapi bukan berarti dilakukan secara berlebihan.

Terlalu mengarahkan anak justru bisa bisa menekan kemandiriannya melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri. Padahal anak juga perlu belajar melalui kesalahan yang ia lakukan.

Kebiasaan selalu memperbaiki kesalahan anak agar menjadi sempurna justru bisa menurunkan tingkat kepercayaan dirinya.

Menjadi orangtua yang baik memang tidak mudah. Mama bisa mendidik anak dengan pola asuh yang terbaik tanpa harus melakukan 5 kebiasaan yang mempermalukan anak di atas.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!