Mata Anak Tiba-Tiba Minus? Inilah Tips Memilih Kacamata untuk Balita

Dengan kacamata yang tepat, anak akan merasa nyaman meski menggunakannya seharian

29 Februari 2020

Mata Anak Tiba-Tiba Minus Inilah Tips Memilih Kacamata Balita
wordpress.com

Saat ini, kehidupan anak hampir tidak bisa lepas dari gadget.

Mereka sering menggunakannya untuk bermain games ataupun menonton video.

Bahkan terkadang, orangtua sengaja memberikan gadget pada anak supaya anak tidak mudah bosan.

Nah, kondisi ini turut memengaruhi kesehatan mata anak. Sinar biru yang dikeluarkan oleh layar gadget dapat merusak mata anak secara perlahan. Akibatnya, mata berisiko menderita rabun jauh atau miopi.

Jika sudah terkena rabun jauh, mau tidak mau anak pun harus menggunakan kacamata untuk membantu penglihatannya.

Tidak ada orangtua yang tidak sedih ketika anaknya harus menggunakan kacamata.

Tapi tenang Ma, Mama bisa mengusahakan cara-cara tertentu agar anak tetap nyaman meski harus menggunakan kacamata sepanjang hari kok.

Salah satunya dengan memilih kacamata yang tepat untuk balita.

Nah, berikut Popmama.com telah merangkum tips yang bisa Mama ikut:

1. Pilih ukuran kacamata yang sesuai

1. Pilih ukuran kacamata sesuai
googleusercontent.com

Memerhatikan ukuran adalah hal yang paling penting ketika memilih kacamata untuk anak.

Jika ukuran frame terlalu lebar, kacamata akan mudah turun saat dikenakan. Apalagi ketika anak aktif bergerak.

Sebaliknya, jika ukuran frame terlalu sempit, anak akan merasa tidak nyaman karena kedua sisi kepala terasa terjepit.

Oleh karena itu, selalu coba kacamata terlebih dahulu sebelum membelinya ya, Ma.

Mama juga perlu menyesuaikan ukuran kacamata dengan pertumbuhan anak.

Pasalnya pertumbuhan anak pada masa balita sangatlah pesat.

2. Perhatikan ketebalan dan kualitas lensa

2. Perhatikan ketebalan kualitas lensa
sheknows.com

Pemilihan lensa harus diperhatikan jika Mama ingin membuat anak nyaman saat menggunakan kacamata.

Sebisa mungkin, pilih lensa yang tidak terlalu tebal. Jika minus mata anak cukup tinggi, Mama bisa menggunakan high index plastic lens. Lensa ini lebih tipis dan ringan dibandingkan jenis lainnya.

Selain ketebalan, perhatikan juga kualitas lensa.

Mama bisa memilih menggunakan lensa plastik atau trivex agar tidak mudah pecah saat kacamata terjatuh.

Bila perlu, tambahkan lapisan anti-UV dan anti-gores untuk kenyamanan anak.

Editors' Picks

3. Perhatikan bahan bingkai kacamata

3. Perhatikan bahan bingkai kacamata
mibluesperspectives.com

Saat ini, ada banyak jenis material yang digunakan untuk membuat kacamata, seperti plastik, kayu, stainless steel, aluminium, titanium, dan lain-lain.

Umumnya, material plastik lebih disarankan untuk kacamata anak. Material ini memiliki bobot yang ringan dan tidak mudah rusak.

4. Berikan tali pengaman tambahan

4. Berikan tali pengaman tambahan
xoedge.com

Tidak semua anak sudah mampu bertanggung jawab menjaga barangnya sendiri. Terkadang, mereka tidak sengaja menghilangkan barang milik mereka ketika sedang bermain, termasuk kacamata.

Nah, jika Mama khawatir anak tidak sengaja menghilangkan kacamata, Mama bisa memberikan tali pengaman tambahan di kacamata anak. Anak pun bisa bermain dengan bebas.

Pilih warna tali yang disukai anak agar ia semangat menggunakannya ya, Ma.

5. Pilih model yang sesuai dengan tren

5. Pilih model sesuai tren
agoramedia.com

Tanpa disangka-sangka, anak-anak zaman sekarang sudah mengerti tren lho, Ma.

Oleh karena itu, pilih model kacamata yang sesuai dengan tren agar anak semangat menggunakan kacamata ya, Ma. Mama juga bisa mengajak anak memilih model kacamata yang ia sukai.

Meski terlihat sepele, model kacamata sangat penting agar anak nyaman dan tidak merasa malu saat menggunakan kacamata.

Itu dia tips memilih kacamata yang tepat untuk anak balita. Namun sebaiknya, Mama mencegah penggunaan kacamata dengan selalu menjaga kesehatan mata anak ya, Ma.

Batasi durasi penggunaan gadget dan jangan lupa berikan makanan bergizi yang baik untuk mata.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.