Pernah nggak, Mama melihat Si Kecil menangis histeris, lalu refleks berkata, "Udah, nggak papa, sayang."
Tenang, Mama nggak sendirian. Banyak dari kita mungkin akan melakukan hal yang sama pada anak, sebagai bukti kehadiran untuk menenangkan mereka.
Tapi menurut seorang speech therapist, kalimat "it's okay" justru bisa terasa seperti mengabaikan apa yang sedang anak rasakan, lho.
Anak yang sedang sedih atau marah memang sedang tidak baik-baik saja. Jika kita terus mengatakan nggak papa, komunikasi bisa terhenti, Ma. Alih-alih menenangkan, mereka jadi merasa tidak dipahami.
Nah, berikut ini Popmama.com rangkumkan 7 cara mengganti kata "it's okay" menurut ahli, untuk menenangkan anak yang sedang tantrum.
