Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Cara Mudah Cek Tumbuh Kembang Anak Pakai BPJS Gratis
Popmama.com/Ninda Anisya/AI

Memantau tumbuh kembang si Kecil menjadi prioritas utama bagi setiap orangtua. Namun, tak jarang kekhawatiran muncul karena biaya konsultasi ke dokter anak atau psikolog tumbuh kembang terasa mahal.

Padahal, deteksi dini sangat penting agar anak bisa tumbuh optimal berdasarkan usianya, Ma. Nah, kabarnya baik, BPJS Kesehatan menyediakan layanan skrining tumbuh kembang gratis untuk anak.

Layanan ini mencakup pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, hingga stimulasi perkembangan sesuai usia. Bila perlu, rujukan pada dokter spesialis anak pun bisa dilakukan.

Dengan memahami prosedur yang benar, Mama bisa menghemat biaya sekaligus memastikan si Kecil dalam kondisi sehat dan sesuai milestone usianya.

Yuk, simak cara cek tumbuh kembang anak pakai BPJS gratis dalam artikel Popmama.com berikut ini.

1. Persyaratan dan persiapan sebelum ke faskes

Magnific/pressfoto

Sebelum membawa anak ke puskesmas atau klinik BPJS, pastikan Mama sudah menyiapkan beberapa hal penting yang diperlukan.

Yang paling utama adalah membawa kartu BPJS Kesehatan anak yang aktif dan tidak dalam masa tunggu. Jika anak terdaftar sebagai tanggungan orangtua, pastikan iuran bulanan tidak menunggak.

Selain kartu BPJS, pastikan juga buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) selalu dibawa ya, Ma. Buku ini menjadi alat utama petugas untuk mencatat hasil pengukuran dan grafik pertumbuhan.

Jika buku KIA hilang, Mama bisa meminta buku baru di puskesmas dengan membawa fotokopi KK dan akta kelahiran anak.

Agar proses pemeriksaan lebih maksimal, pastikan Mama sudah mencatat keluhan atau kekhawatiran terkait perkembangan anak.

Misalnya, apakah anak belum bisa bicara, belum merangkak, atau sulit fokus. Informasi ini akan membantu dokter menentukan apakah perlu rujukan lebih lanjut.

Mama juga disarankan membawa pakaian ganti untuk anak, karena pengukuran seringkali membutuhkan anak dalam kondisi nyaman dan tanpa popok tebal.

2. Cara cek tumbuh kembang anak di faskes pertama

Magnific/pressfoto

Kalau semua hal sudah dipersiapkan, Mama bisa langsung mendatangi puskesmas atau klinik pratama yang bekerja sama dengan BPJS, sebagai faskes pertama yang terdaftar.

Mama tidak perlu rujukan dari dokter umum sebelumnya, karena skrining tumbuh kembang termasuk dalam pelayanan preventif. Cukup daftar melalui loket BPJS dengan menunjukkan kartu BPJS anak.

Setelah terdaftar, anak akan dipanggil ke ruang imunisasi atau ruang tumbuh kembang, kemudian lanjut melakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala.

Inilah pentingnya membawa buku KIA, Ma, karena hasil pengukuran anak akan dicatat di grafik pertumbuhan buku pink tersebut.

Untuk anak balita, biasanya juga dilakukan tes Denver II atau KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan), dengan melakukan beberapa gerakan sederhana, seperti meminta anak meniru gerakan, menyusun balok, atau menunjuk gambar.

Jika ditemukan adanya kelainan tumbuh kembang yang tidak sesuai usianya, petugas akan memberikan stimulasi intervensi dini dan menjadwalkan kunjungan ulang dalam 2-4 minggu.

3. Tindak lanjut ke dokter spesialis dengan BPJS gratis

Magnific/pressfoto

Jika hasil skrining di faskes pertama menunjukkan adanya keterlambatan atau kelainan tumbuh kembang, Mama berhak mendapatkan rujukan ke dokter spesialis anak atau spesialis rehabilitasi medik.

Rujukan ini tetap gratis menggunakan BPJS ya, Ma, asalkan tetap mengikuti prosedur yang benar. Nantinya dokter di faskes pertama akan menerbitkan surat rujukan berkelanjutan.

Selanjutnya dianjurkan daftar online melalui aplikasi Mobile JKN, atau bisa datang langsung ke rumah sakit yang dirujuk.

Saat di rumah sakit rujukan, anak akan mendapat pemeriksaan lebih lanjut seperti tes pendengaran, penglihatan, atau konsultasi tumbuh kembang dengan dokter spesialis.

Layanan ini mencakup terapi wicara, fisioterapi, atau okupasi terapi jika diperlukan, tanpa biasa tambahan lain. Namun, ada layanan yang tidak tercakup, seperti beberapa jenis vitamin atau alat bantu khusus.

Setelah pemeriksaan sudah selesai, pastikan Mama mengikuti jadwal kontrol berka agar tumbuh kembang anak terus termonitor sampai batas usia 5 tahun.

Nah, jika surat rujukan yang diterbitkan sebelumnya sudah habis masa pakainya, Mama bisa datang kembali ke faskes pertama untuk meminta rujukan terbaru.

Memanfaatkan BPJS untuk cek tumbuh kembang anak adalah langkah cerdas dan hemat yang sayang jika dilewatkan.

Kuncinya hanya rutin datang ke puskesmas, membawa buku KIA, dan jujur melaporkan perkembangan anak sejak dini. Pastikan tumbuh kembang anak terjaga secara optimal ya, Ma.

Editorial Team