Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Hal yang Membuat Anak 3 Tahun Sedih, Sebaiknya Dihindari
Freepik

Perjalanan mendidik anak memang merupakan perjalanan yang sangat panjang bagi orangtua. Menghadapi dunia sebagai orang tua, terutama pada tahap perkembangan anak usia 3 tahun, dapat menjadi perjalanan yang penuh dengan tantangan dan juga kebahagiaan.

Anak akan mulai berinteraksi dengan dunia sekitarnya dan bagaimana mereka bereaksi terhadap berbagai situasi. Pada usia ini, si kecil mulai mengembangkan kepribadian dan kemandirian mereka sendiri, tetapi juga masih sangat bergantung pada perhatian dan dukungan orang tua.

Jadi, penting bagi Mama untuk memahami apa yang bisa membuat anak sedih atau tidak nyaman. Sehingga Mama dapat memberikan dukungan yang tepat

Pada kali ini, Popmama.com akan mengajak Mama untuk mengenal 7 hal yang membuat anak 3 tahun sedih, sebaiknya dihindari ya Ma!

1. Rutinitas yang berubah

Freepik/karlyukav

Perubahan rutinitas atau jadwal harian dapat memberi dampak kepada anak, lho Ma. Misalnya, setiap sore si Anak akan bermain di taman, lalu tiba-tiba turun hujan deras dan menyebabkan anak tidak bisa bermain dan harus tinggal dalam rumah. 

Anak akan merasa tidak nyaman dan sulit untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang baru. Sebagai orang tua, penting untuk memberikan dukungan dan pemahaman kepada anak-anak dalam menghadapi perubahan ini.

Mama dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Setelah itu, Mama dapat memberi alternatif kegiatan seperti bermain game, mewarnai, atau menonton film bersama. Hal ini dapat membantu mengalihkan perhatian Anak dari perasaan kecewa terhadap perubahan rutinitas. 

2. Jawaban anak yang tidak terjawab

cubbycare.com

Anak kecil memang dikenal memiliki rasa keingintahuan yang sangat besar. Terkadang, anak sering mengejar-ngejar orangtua untuk mendapatkan suatu jawaban dari rasa ingin tahunya.

Ketika Mama tidak memberikan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan "kenapa" dari anak-anak, hal itu dapat menimbulkan rasa kebingungan pada anak.

Sebenarnya, ketika anak bertanya "kenapa", hal itu menunjukkan bahwa mereka ingin memahami dunia di sekitar mereka dengan lebih baik. Mama dapat memberikan penjelasan dengan menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti dan sertakan contoh. Selain itu, Mama dapat bertanya balik dan mengajak anak berpikir. 

3. Adanya potty training

Freepik/freepik

Toilet training bisa menjadi pengalaman yang menantang dan kadang-kadang menimbulkan penolakan dari anak, terutama mereka yang menghadapi kesulitan. Mengenai hal ini, Mama sebaiknya jangan terlalu memaksakan anak jika mereka tidak mau.   

Anak menolak mungkin karena beberapa hal. Mama bisa mencoba berkomunikasi dahulu dan mengambil langkah yang sesuai untuk menemukan solusinya. Bisa jadi, anak menolak karena kondisi potty yang kurang sesuai. 

Untuk tips lengkapnya mama bisa baca disini!

4. Preferensi makanan yang berbeda

Freepik/gpointstudio

Anak di usia 3 tahun, terkadang belum mencoba semua makanan. Anak mungkin merasa tidak nyaman  jika diberi makanan baru yang tidak mereka sukai atau ragu untuk mencoba.

Konflik saat makan ini dapat menyebabkan emosi negatif, misalnya ketika anak-anak menolak untuk makan sayuran yang baru dicoba untuk pertama kalinya, mereka mungkin merasa kecewa atau tidak senang.

Mama dapat merubah hal ini menjadi hal yang positif dengan bangun perspektif dengan menggunakan kata-kata ajakan yang menarik. Cara lengkap mengajak anak mau makan sayur dan buah bisa dibaca disini ya Ma! 

5. Adanya keterbatasan kata-kata

primroseschools.com

Toddlers pada usia ini mungkin memiliki keterbatasan dalam keterampilan berbicara, sehingga sulit bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan atau menyampaikan kebutuhan mereka dengan efektif. Ketidakmampuan untuk mengungkapkan ini akan membuat mereka terganggu dan akhirnya tantrum.

Dalam menghadapi hal ini, Mama dapat memberikan waktu dan perhatian yang cukup saat berkomunikasi dengan anak. Dengarkan dengan sabar dan perhatikan bahasa tubuh si Anak bahkan ketika mereka tidak dapat mengekspresikan diri dengan kata-kata.

6. Transisi pull-ups

flickr.com

Transisi ke pull-ups merujuk pada proses mengganti penggunaan popok biasa dengan popok celana (pull-ups) selama tahap toilet training atau proses pembiasaan anak untuk menggunakan toilet.   

Transisi dari popok ke pull-ups, terutama saat waktu tidur, bisa menjadi sumber kecemasan atau ketidaknyamanan bagi anak-anak. Mereka mungkin merasa tidak yakin atau tidak nyaman dengan perubahan tersebut, yang dapat menyebabkan perasaan sedih atau tidak aman. 

Mama dapat mengkomunikasikan hal ini dengan anak untuk menghadapi perubahan yang terjadi. Bangun rutinitas tidur yang nyaman dan menenangkan juga dapat membantu anak merasa lebih aman dan tenang saat menggunakan pull-ups di malam hari. 

7. Keinginan anak yang tak terpenuhi

parents.com

Dengan rasa ingin tahu anak yang sangat tinggi, seringkali anak meminta untuk dibelikan atau dibawa ke sesuatu agar rasa tahu dan keinginannya terpenuhi. Ketika anak tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, baik itu mainan, perhatian, atau aktivitas tertentu, mereka mungkin merasakan kekecewaan atau sedih.

Hal ini penting diberi pemahaman oleh Mama agar si Anak mau mengerti dan memahami kondisi orangtua. Karena terkadang orangtua sedang sibuk atau kesulitan sehingga keinginan anak tidak terpenuhi. Dengan berbicara baik-baik dan memberi pemahaman, anak akan mengerti dan melalui proses tantrumnya.

Tadi adalah 7 hal yang membuat anak 3 tahun sedih. Perlu diingat Ma, otak seorang balita masih dalam tahap perkembangan, sehingga kemampuan kontrol impuls menjadi keterampilan yang belum mereka kuasai sepenuhnya. Jangan pernah anggap anak secara sengaja menolak dan menjadi tantrum. 

Editorial Team