Red Flag Speech Delay pada Anak, Mama Harus Tahu!

Kenali beberapa tanda-tanda keterlambatan bicara pada anak sesuai usianya, Ma

22 November 2023

Red Flag Speech Delay Anak, Mama Harus Tahu
Freepik/jcomp

Perkembangan bahasa adalah salah satu pencapaian penting dalam tahap awal kehidupan anak. Namun, tidak semua anak mencapai tonggak perkembangan bahasa yang diharapkan pada waktu yang sama.

Speech delay, atau keterlambatan bicara adalah situasi di mana anak mengalami keterlambatan dalam kemampuan berbicara dan bahasa yang tidak sesuai dengan perkembangan usianya. Hal ini mengakibatkan anak sulit untuk mengungkapkan pikirannya karena keterbatasan dalam bahasa dan pemahaman. Jika tidak ditangani dengan baik, keterlambatan bicara dapat menghambat perkembangan anak.

Red flag atau tanda-tanda pada dapat menjadi isyarat adanya masalah perkembangan bahasa pada anak. Red flag ini wajib Mama ketahui saat anak masih berusia dini untuk mengetahui apakah si Kecil memiliki masalah pada perkembangan bahasanya.

Berikut Popmama.com paparkan red flag speech delay pada anak, yang Mama harus tahu!

1. Tidak mengoceh atau babbling

1. Tidak mengoceh atau babbling
Freepik/pikisuperstar

Umumnya, anak pada usia 6 sampai 9 bulan mulai menunjukkan kemampuan bahasanya dengan babbling atau mengoceh dengan membuat bunyi yang tidak memiliki arti. Jika anak tidak mengoceh, maka ini bisa menjadi red flag speech delay.

Selain itu, pada usia ini jika anak tidak merespons suara di sekitarnya dan kurang melakukan kontak mata saat berinteraksi juga menjadi tanda-tanda bahwa anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasanya.

2. Tidak menggunakan gerakan

2. Tidak menggunakan gerakan
Freepik

Anak berusia 12 bulan umumnya sudah menggunakan gerakan dan juga ekspresi wajah untuk merespons suara di sekitarnya. Jika anak tidak menggunakan gerakan, seperti menunjuk atau melambaikan tangan sebagai tanda merespons suara juga menjadi red flag speech delay.

Tak hanya, tanda lain yang Mama harus lihat saat anak berusia 12 bulan adalah kemampuan bicaranya akan kalimat yang sudah ia pelajari sebelumnya. Anak berusia 12 bulan yang speech delay memiliki kecenderungan akan kehilangan kemampuan bicara yang sudah ia miliki, seperti melupakan kata "mama" dan "papa."

Editors' Pick

3. Tidak mengucapkan kata yang bermakna

3. Tidak mengucapkan kata bermakna
Freepik

Anak berusia 16 bulan umumnya sudah mengetahui sekitar 10 kosakata dan mulai bisa berkomunikasi dengan kata-kata yang mudah dipahami.

Sebaliknya, jika anak tidak masih mengucapkan kata yang tidak memiliki arti bahkan kesulitan meniru suara dan memahami ucapan sederhana maka anak mengalami keterlambatan pada perkembangan bahasanya.

Tak hanya itu, anak berusia 16 bulan dengan speech delay memiliki kecenderungan untuk berkomunikasi dengan gerakan tubuh.

4. Tidak mampu mengucapkan kalimat dua kata yang dimengerti

4. Tidak mampu mengucapkan kalimat dua kata dimengerti
Freepik

Anak berusia 2 tahun sudah memiliki kemampuan untuk mengucapkan kalimat dengan dua sampai tiga kata yang bisa dipahami oleh orang lain.

Namun, anak dengan kecenderungan speech delay hanya bisa meniru ucapan atau tindakan dan tidak menghasilkan kata atau frasa secara spontan. Anak juga mengucapkan kata atau suara berulang kali dan tidak menggunakan bahasa lisan saat berkomunikasi.

Tanda lain keterlambatan bahasa pada anak usia 2 tahun adalah anak tidak dapat mengikuti petunjuk sederhana dan memiliki nada suara yang tidak biasa (seperti suara serak atau sengau).

5. Kesulitan dalam berbicara dengan lancar

5. Kesulitan dalam berbicara lancar
Freepik

Anak berusia 3 tahun sudah mengerti lebih banyak kosakata dan menggunakannya saat berkomunikasi. Bahkan, anak sudah bisa bercerita dengan panjang, mengobrol secara dua arah, dan semua ucapannya mudah untuk dipahami.

Anak dengan speech delay di usia ini ditunjukkan dengan tanda seperti kesulitan memperluas kosakata, pengucapan kata yang tidak jelas atau sulit dipahami, dan kesulitan menggabungkan kata-kata menjadi kalimat yang lengkap.

Penyebab Speech Delay Pada Anak

Penyebab Speech Delay Anak
Freepik

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan keterlambatan bicara yang mencolok pada anak. Beberapa penyebab umum adalah seperti:

  1. Gangguan perkembangan bahasa. Beberapa anak mungkin mengalami gangguan perkembangan bahasa yang mendasarinya, seperti gangguan perkembangan bicara dan bahasa, gangguan perkembangan kognitif, atau gangguan neurologis seperti autisme.
  2. Gangguan pendengaran, seperti kehilangan pendengaran atau gangguan pendengaran sensorineural, dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk memahami dan menggunakan bahasa secara efektif.
  3. Gangguan perkembangan fisik. Beberapa anak mungkin mengalami gangguan fisik yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk menggunakan organ bicara, seperti bibir sumbing atau kelainan pada struktur mulut dan tenggorokan.
  4. Lingkungan yang kurang merangsang, seperti kurangnya interaksi verbal dengan orang dewasa, atau kurangnya akses terhadap stimulus bahasa dapat memperlambat perkembangan bahasa anak.
  5. Screen time yang berlebihan. Saat anak melakukan screen time, komunikasi yang terjadi hanya satu arah. Alhasil, ia tidak melakukan interaksi dan ini menyebabkan speech delay pada anak.

Cara Menangani Speech Delay Pada Anak

Cara Menangani Speech Delay Anak
Freepik

Jika anak menunjukkan red flag atau tanda-tanda speech delay, disarankan untuk mengonsultasikannya dengan dokter.

Dokter akan mempertimbangkan berbagai kemungkinan penyebab dari keterlambatan bicara tersebut, mulai dari masalah pendengaran hingga gangguan perkembangan. Jika perlu, dokter mungkin akan merujuk anak ke spesialis patologi bahasa, audiolog, atau dokter perkembangan anak.

Dokter juga dapat merekomendasikan terapi wicara sebagai metode untuk mengatasi speech delay pada anak. Terapi ini akan membantu anak belajar mengucapkan kata-kata dan suara, serta memperkuat otot-otot di wajah dan mulutnya.

Namun, penting untuk memilih terapis wicara yang tepat agar terapi speech delay pada anak dapat berjalan dengan efektif.

Selain itu, Mama juga memiliki peran penting dalam membantu perkembangan bicara dan bahasa anak yang mengalami speech delay. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Mama lakukan sendiri untuk mendorong perkembangan bicara dan bahasa anak:

  1. Berbicara dengan anak, bernyanyi, dan mendorongnya untuk meniru suara dan gerakan tubuh.
  2. Bacakan buku untuk anak sejak usia dini. Pilih buku dengan cerita yang ringan atau buku bergambar yang sesuai dengan usianya.
  3. Gunakan situasi sehari-hari untuk membangun kemampuan bicara dan bahasa anak. Bicaralah sepanjang hari, beri nama makanan saat berbelanja di toko, jelaskan kegiatan saat memasak atau membersihkan rumah, dan tunjukkan benda-benda di sekitar rumah.
  4. Ajari anak untuk meniup, misalnya dengan bermain alat musik tiup atau meniup lilin.

Itulah penjelasan mengenai red flag speech delay pada anak, yang Mama harus ketahui. Penting untuk dicatat bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, dan beberapa anak mungkin mengalami keterlambatan dalam perkembangan bicara mereka tanpa memiliki masalah yang mendasarinya.

Namun, jika Mama melihat beberapa tanda-tanda ini secara terus-menerus atau jika Mama memiliki kekhawatiran tentang perkembangan bicara si Kecil, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan atau terapis bicara untuk evaluasi lebih lanjut.

Baca juga:

The Latest