7 Cara agar Anak Nggak Suka dengan Tindakan Kekerasan

Alihkan si Kecil dari segala hal yang berkaitan dengan kekerasan ya, Ma

15 Juli 2019

7 Cara agar Anak Nggak Suka Tindakan Kekerasan
Pixabay/skimpton007

Sebagai oranguta, Mama pasti memanjatkan doa terbaik untuk proses tumbuh kembang si Kecil. Di atas segalanya, Mama pasti berharap anak mama tercinta tumbuh menjadi sosok pribadi dengan karakter yang baik.

Tentu, hal tersebut terwujud dari sikap anak yang tidak suka kekerasan. Untuk itu, dalam rangka mengupayakannya, Popmama.com merangkum secara khusus cara mengasuh anak supaya tumbuh jadi anak yang tidak suka kekerasan.

1. Dimulai dari Mama dan Papa

1. Dimulai dari Mama Papa
Pixabay/sathyatripodi

Mama sebaiknya memahami bahwa anak mama tercinta yang masih berusia sangat dini memulai proses belajar mengenai apa yang baik dan yang tidak baik secara visual untuk ditirukannya sebagai bagian dari proses membangun kebiasaan.

Atas dasar itu, Mama sangat ditekankan untuk memulai upaya dalam perihal ini dengan cara memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan sekalipun menunjukkan hal-hal berkaitan kekerasan baik dalam bentuk pertengkaran maupun hal kecil sekalipun.

2. Biasakan keluarga untuk berbicara dengan lembut

2. Biasakan keluarga berbicara lembut
Freepik

Masih menyambung mengenai bagaimana si Kecil memerhatikan kata dan perbuatan Mama untuk ditiru, Mama tentu harus memerhatikan kebiasaan-kebiasaan terkecil sekalipun yang menentukan anak mama untuk suka atau tidak suka kekerasan.

Dalam perihal ini, Mama sebaiknya mengarahkan si Kecil tidak suka kekerasan dengan cara berkomunikasi satu sama lain dengan suara yang lembut.

Lakukan ini dengan Papa maupun orang sekitar. Secara khusus, praktekkan juga kepada si Kecil saat Mama tengah menjaganya.

3. Berikan cinta kasih sebagai kebiasaan

3. Berikan cinta kasih sebagai kebiasaan
Pixabay/publicdomainpictures

Kita pasti setuju bahwa lawan dari kekerasan adalah cinta kasih. Dengan lain, satu faktor penting yang menjadi wujud yang sebaiknya ditunjukkan dan diberikan kepada si Kecil adalah cinta kasih senantiasa.

Itu kenapa, Mama sangat dianjurkan untuk tidak semata-mata mengasuh anak tetapi juga mencurahkan cinta kasih melalui pembangunan hubungan yang dekat.

Caranya, lakukan kontak fisik seperti memeluk, mengelus, mencium dan hal lainnya. Kemudian, katakan, “I love you.”

Editors' Picks

4. Ajarkan bahwa 'meminta berbeda dengan mengambil'

4. Ajarkan bahwa 'meminta berbeda mengambil'

Dalam proses membangun hubungan yang dekat dengan anak mama, Mama pasti melakukannya bersamaan ketika Mama tengah mengasuh si Kecil seperti membangunkannya, memandikannya, memberi makanan, menghibur, menidurkan, dan hal lainnya.

Tentu, aktivitas tersebut akan meliputi kegiatan di mana Mama akan memberikan dan mengambil barang darinya.

Ingat, secara khusus ketika Mama hendak mengambil sesuatu darinya, pastikan Mama melakukan dengan cara meminta yang sopan yaitu mengucapkan kata, “Minta” dan memberikan tangan terbuka padanya.

Cara ini akan membuat si Kecil belajar untuk tidak pernah memaksakan kehendak tetapi selalu meminta ijin.

5. Belajar cara menangani tantrum

5. Belajar cara menangani tantrum
newkidscenter.com

Berbicara mengenai upaya Mama dalam meminta, kita tentu memahami bahwa hal ini tidak akan semudah seperti membalikkan tangan.

Ada banyak momen di mana si Kecil menolak dan melakukan berbagai hal negatif yang normal seperti berteriak, menangis atau tantrum.

Dalam hal ini, Mama sebaiknya jangan memaksakan diri untuk langsung mengambil atau cara-cara yang negatif dengan paksaan dan kekerasan.

Sebaliknya, berikan momen untuk dirinya bernafas kemudian peluklah si Kecil sampai tenang. Kemudian tersenyumlah sambil mencoba melakukan upaya meminta sekali lagi. Hal ini akan membuat si Kecil belajar mengalah, Ma.

6. Kurangi penggunaan kata “jangan”

6. Kurangi penggunaan kata “jangan”
Pixabay/5712495

Anak mama memang masih sangat kecil tetapi hal tersebut pastilah tidak menjadi alasan untuk menunda upaya mendidik anak untuk membangun kebiasaan yang positif yang jauh dari kekerasan. Salah satunya, dengan mengajar si Kecil jangan melakukan sesuatu yang tidak boleh.

Eits, meski begitu, dalam mengupayakannya, Mama sebaiknya melakukannya dengan cara menghindari kata “jangan” sebisa mungkin.

Cobalah menerapkannya dengan mengganti dengan aktivitas atau benda lain yang lebih menarik perhatiannya.

Cara ini akan membuat si Kecil belajar sendiri mengenai memilih hal yang baik. Alhasil, membangun pribadi yang tidak suka kekerasan tidak semata-mata karena apa yang dilihatnya tetapi kesadaran diri yang sudah terbangun secara tidak sadar saat anak mama masih kecil.

7. Batasi hiburan dari teknologi

7. Batasi hiburan dari teknologi
spirit1059.com

Terakhir, kita tidak boleh melupakan pengaruh teknologi yang sangat besar bagi proses tumbuh kembang anak kecil seusia anak mama di zaman Millenial sekarang ini. Benar sekali, segala bentuk hiburan berupa tontonan, musik dan lainnya memiliki dampat tertentu pada si Kecil.

Tanpa terkecuali, kecenderungan anak yang suka kekerasan bisa berasal dari hiburan dari teknologi karena kontennya yang menunjukkan hal tersebut meskipun tidak banyak. Karena itu, Mama dianjurkan melakukan pembatasan dan mengalihkannya pada hal lainnya, seperti membaca buku yang tepat, membangun hubungan dan semacamnya.

Sekarang, Mama melihat, bukan? si Kecil dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak suka kekerasan melalui 7 upaya di atas.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;