Ketika anak masih kecil, orangtua sibuk mengganti popok, memasak, dan mengurus rumah. Saat anak mulai besar, orangtua sibuk mengantar les dan tugas sekolah. Sampai akhirnya Mama dan Papa mungkin lupa satu hal penting: setiap usia punya percakapan yang tidak bisa diulang ketika mereka dewasa.
Menurut penelitian di Psychological Science oleh Rachel Romeo (Harvard-MIT), interaksi dua arah yang bermutu seperti mengobrol, bertanya, dan mendengarkan balik, memberikan dampak lebih besar pada perkembangan otak anak daripada sekadar banyak bicara atau memberikan perintah.
Artinya, bukan sekadar apa yang orangtua katakan, tetapi apa yang orangtua gali dari dunia batin mereka. Berikut Popmama.com berikan 20 pertanyaan powerful untuk anak sebelum mereka terlambat dewasa.
