Alexandra mengingatkan bahwa anak usia tiga tahun ke bawah tidak semuanya mampu berkomunikasi dengan baik. Pelafalan kata dan penyusunan kalimat mereka memang wajar jika masih sangat sederhana.
Namun, di tengah keterbatasan inilah yang perlu orangtua manfaatkan untuk aktif menstimulasi sejak dini.
"Tiga tahun ke bawah anak itu tuh nggak semuanya udah bisa berkomunikasi dengan baik, karena kan pelafalan kata-kata atau nyusun kalimatnya itu masih cukup terbatas gitu kan," jelas Alexandra.
Nah, pertanyaannya bagaimana menstimulasi komunikasi dan critical thinking anak supaya ia bisa memberi tahu orangtua saat ada bahaya?
Menurutnya, jawabannya ada pada permainan rutin dan pengamatan emosi harian. Jadi, kepekaan kita sebagai orangtua berpean penting juga di sini.
Semakin sering dilatih, anak akan terbiasa menceritakan apa yang ia rasa. Meski kalimatnya masih sederhana, ini juga akan melatih anak untuk terbiasa berkomunikasi.
Maraknya kasus kekerasan di daycare terhadap balita yang belum bisa berkomunikasi secara verbal dengan baik menunjukkan betapa rentannya posisi anak-anak kita.
Namun, seperti yang ditekankan oleh Psikolog Klinis Alexandra Gabriella, orangtua tidak perlu merasa takut berlebihan selama kita mau lebih peka terhadap perubahan emosi dan perilaku si Kecil.
Dengan berbagai cara di atas, Mama dan Papa bisa kok jadi 'detektif' untuk mendeteksi dini adanya kekerasan di daycare.
Jadi, kuncinya bukan hanya terletak pada memilih daycare terbaik aja ya, tapi juga pada seberapa dekat dan peka orangtua mendengar suara anak dan emosi yang diperlihatkannya.
POPMAMA TALK Mei 2026 - Alexandra Gabriella, M.Psi, Psi., C.Ht, C.ESt
Psikolog Klinis
Senior Editor - Novy Agrina
Host - Novy Agrina
Editor - Onic Metheany & Denisa Permataningtias
Content Writer - Putri Syifa Nurfadilah & Sania Chandra Nurfitriana
Script - Sania Chandra Nurfitriana
Social Media - Mayang Ulfah
Photographer - David Andrew
Videographer - Bellinna Putri, David Andrew & Albertus Olav
Video Editor - David Andrew
Design - Aristika Medinasari