5 Hal Ini Dapat Mencegah Autisme pada Anak

Menurut psikiater, Mama tidak boleh sepelekan hal berikut

11 Maret 2019

5 Hal Ini Dapat Mencegah Autisme Anak
Pixabay/stocksnap

Tumbuh kembang seorang anak memang sangatlah dipengaruhi oleh campur tangan dari kedua orangtuanya.

Tidak hanya saat ia lahir dan tumbuh besar, semenjak ia ada di dalam kandungan pun, Mama dan Papa sudah seharusnya memberikan bahasa cinta pada si Kecil di perut Mama.

Dengan memberikan sentuhan dan melakukan komunikasi pada bayi, maka secara tidak langsung sensornya juga ikut bekerja dan terasah dengan baik.

Sensorik memiliki peran yang sangat penting bagi setiap orang lho Ma.

Kalau sensor pada anak tidak terintegrasi dengan baik, maka dampaknya akan ia rasakan di kemudian hari, seperti mudah stress bahkan hingga autisme.

Mengingat pentingnya mengasah sensorik anak sejak dini, maka dari itu Popmama.com akan membagikan informasi eksklusif dari Yuliana Saputra, Pskiater Dzone Therapy Center mengenai 5 hal simple yang dapat mencegah autisme pada anak.

Perhatikan baik-baik ya, Ma!

1. Story telling

1. Story telling
Unsplash/picsea

Bercerita merupakan salah satu cara yang dapat orangtua lakukan untuk berkomunikasi dengan anaknya.

Kebanyakan orangtua beranggapan bahwa komunikasi hanya dilakukan ketika anak sudah mulai bicara, namun sebenarnya tidak Ma!

Mengajak si Kecil berkomunikasi semenjak dalam perut Mama sebenarnya merupakan kegiatan yang sangat disarankan dan bermanfaat untuk mengasah motoriknya sejak dini.

Bukan hanya bercerita, Mama juga bisa memperdengarkannya musik, bahkan mencurahkan isi hati Mama pada janin.

Nah, ketika ia sudah lahir, Mama juga tetap perlu mengajaknya untuk terus berkomunikasi meskipun ia masih bayi.

Selain mengajaknya bicara, Mama juga dapat mengkombinasikannya dengan melakukan sentuhan dan pelukan pada bayi.

Salah satu yang dapat Mama lakukan untuk mengasah sensoriknya adalah dengan melakukan massage ringan menggunakan body lotion khusus bayi, bahkan skin to skin treatment yang Mama dan Papa lakukan pada si Kecil.

2. Merangkak

2. Merangkak
Pixabay/heymattallen

Nyatanya, ada beberapa anak yang tidak melalui proses merangkak saat bayi. ­­Bukannya baik, malah sebaliknya Ma!

Menurut Yuliana, anak yang tidak melalui proses merangkak saat bayi melainkan langsung belajar berjalan, maka nantinya pertumbuhan si anak tidaklah sebaik pertumbuhan anak lain yang melewati proses tersebut.

Bisa saja nantinya ia lebih mudah stres karena sensoriknya tidak terintegrasi dengan baik.

Faktanya, merangkak dapat merangsang sensorik yang ada pada tangan, kaki, dan perut bayi.

Nah, jika bayi mama melewati tahapan yang satu ini berarti ia juga melewati proses berkembangnya motorik tangan, kaki dan perutnya.

Jadi, jangan skip tahap tumbuh kembangnya ya, Ma!

Editors' Picks

3. Finger food

3. Finger food
Unsplash/denisse leon

Setelah anak mama sudah dapat mengonsumsi solid food, maka hal yang perlu Mama coba pada anak adalah finger food.

Tekstur yang ada pada setiap makanan yang Mama berikan pada anak ternyata dapat merangsang sensorik tangannya.

Untuk mengenalkannya dengan berbagai macam tekstur, Mama bisa memberikan si Kecil makanan yang sedikit keras seperti biskuit bayi ataupun roti kering.

Selain itu, Mama juga perlu memberikannya makanan yang bertekstur lunak seperti pisang ataupun buah naga.

Bentuk yang lebih spesifik seperti buah anggur dengan bentuknya yang bulat, juga dapat Mama berikan pada si Kecil agar ia dapat mengenal tekstur dan bentuk semenjak dini.

4. Outdoor activity

4. Outdoor activity
Unsplash/jessica to oto o

Ketika si Kecil sudah mulai menjelajah, maka ada baiknya jika Mama tidak terlalu sering mengatakan “jangan!” pada anak.

Masa menjelajah merupakan tahapan yang sangat penting untuk meningkatkan sensorik pada otaknya.

Biarkan saja jika ia menjelajah ke luar rumah, namun Mama juga tetap harus megontrol kegiatan yang ia lakukan.

Selama masih dalam batas wajar, seperti bermain tanah, tidak mengenakan alas kaki, dan bermain hujan, maka tidak ada lagi yang perlu Mama pusingkan.

Meskipun hal tersebut tidak boleh dilakukan berulang kali, namun pastikan bahwa si Kecil pernah merasakan fase tersebut ya, Ma. 

5. Lepaskan gadget sejak dini

5. Lepaskan gadget sejak dini
Unsplash/hal gatewood

Anak bagaikan kertas kosong, yup seperti itulah kurang lebih gambaran dari seorang anak.

Maka dari itu, semakin ia besar, semakin serupa pula kelakuannya dengan orangtuanya.

Sebagai orangtua yang baik, Mama dan Papa perlu mencontohkan hal-hal baik pada anak agar ia mendapatkan role model terbaik dalam hidupnya.

Nah, bagi Mama dan Papa yang tidak bisa lepas dari gadget karena alasan pekerjaan, maka pastikan kalau anak tidak mencontoh perilaku tersebut, apalagi hingga ia kecanduan.

Jelaskan pada mereka kalau gadget hanya diperuntukan bagi orang dewasa, dan alasan-alasan lain yang dapat ia terima.

Perlu Mama ketahui bahwa pemakaian gadget yang berlebihan pada anak dapat membuat sensoriknya mati. Kenapa bisa begitu?

Karena pada saat ia memainkan gadget, sensor yang bekerja hanyalah tangan.

Bermain gadget dapat membuatnya lupa terhadap lingkungan sekitar, sehingga sensor berbicaranya dapat menurun.

Hal tersebut dapat menimbulkan si Kecil terlambat berbicara lho Ma!

Nah, itulah 5 hal yang dapat Mama lakukan untuk mencegah autisme pada anak.

Simple bukan Ma? Meskipun mudah, namun masih banyak lho orangtua yang lalai akan hal tersebut.

Well, mulai sekarang jangan sampai melalaikan 5 hal diatas ya, Ma!