Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
8 Alasan Kenapa Liburan Keluarga Sangat Penting untuk Anak
Pexels/kampusproduction
  • Liburan keluarga membantu anak membentuk kenangan masa kecil yang kuat dan positif, terutama pada usia 5–10 tahun saat kemampuan memori jangka panjang mulai berkembang.
  • Momen liburan mempererat hubungan emosional antara anak dan orangtua melalui waktu berkualitas tanpa gangguan rutinitas harian.
  • Pengalaman baru selama liburan mengaktifkan banyak indra, menumbuhkan rasa bahagia, serta melatih kerja sama dan komunikasi dalam keluarga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orangtua menganggap liburan keluarga sebagai waktu untuk beristirahat dari rutinitas atau sekadar mengunjungi tempat baru. Padahal, manfaatnya bisa jauh lebih besar dari itu.

Menariknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pengalaman yang dialami anak saat berlibur bersama keluarga dapat menjadi salah satu kenangan yang paling membekas hingga dewasa. Terutama pada usia 5–10 tahun, ketika kemampuan otak untuk membentuk ingatan jangka panjang mulai berkembang dengan lebih matang.

Lalu, mengapa liburan keluarga begitu penting bagi tumbuh kembang anak? Berikut Popmama.com rangkum beberapa alasannya.

1. Bisa menjadi kenangan masa kecil yang diingat hingga dewasa

Pexels/kampusproduction

Menurut psikologi perkembangan, usia 5–10 tahun merupakan periode penting dalam pembentukan memori jangka panjang.

Pada usia ini, anak mulai mampu menghubungkan sebuah peristiwa dengan emosi yang mereka rasakan. Karena itu, pengalaman menyenangkan seperti liburan keluarga sering kali tersimpan kuat dalam ingatan dan tetap dikenang bertahun-tahun kemudian.

Tak heran jika banyak orang dewasa masih bisa mengingat detail perjalanan keluarga yang mereka lakukan saat kecil.

2. Otak lebih mudah mengingat pengalaman baru

Pexels/kampusproduction

Pernah merasa liburan beberapa tahun lalu lebih mudah diingat dibanding rutinitas minggu lalu?

Hal ini terjadi karena otak manusia cenderung memberikan perhatian lebih pada pengalaman yang baru dan berbeda dari keseharian. Saat berada di tempat baru, otak bekerja lebih aktif untuk memproses berbagai informasi yang belum pernah ditemui sebelumnya.

Akibatnya, pengalaman tersebut menjadi lebih mudah tersimpan dalam memori.

3. Membantu menciptakan childhood memories yang positif

Pexels/kampusproduction

Masa kanak-kanak merupakan fondasi penting bagi perkembangan emosional seseorang.

Liburan keluarga dapat menjadi kesempatan untuk mengisi masa kecil anak dengan pengalaman yang menyenangkan, penuh kehangatan, dan rasa aman. Kenangan seperti inilah yang nantinya sering dikenang kembali saat anak beranjak dewasa.

Bahkan, banyak orang dewasa mengaku bahwa sebagian kenangan terbaik masa kecil mereka berasal dari waktu yang dihabiskan bersama keluarga.

4. Membantu mempererat hubungan antara anak dan orangtua

Pexels/kampusproduction

Di tengah kesibukan sekolah, pekerjaan, dan berbagai aktivitas lainnya, waktu berkualitas bersama keluarga terkadang menjadi terbatas.

Saat liburan, anak memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu lebih banyak bersama Mama dan Papa tanpa gangguan rutinitas harian. Momen sederhana seperti makan bersama, bermain, atau menjelajahi tempat baru dapat membantu memperkuat ikatan emosional dalam keluarga.

5. Mengaktifkan lebih banyak indra sehingga memori menjadi lebih kuat

Pexels/kampusproduction

Salah satu alasan mengapa liburan terasa begitu membekas adalah karena otak menyimpan lebih banyak detail saat berada di lingkungan baru.

Anak mungkin mengingat suara ombak di pantai, aroma makanan khas daerah tertentu, udara pegunungan yang sejuk, atau perasaan bahagia saat bermain bersama keluarga.

Semakin banyak indra yang terlibat dalam sebuah pengalaman, semakin kuat pula memori yang terbentuk.

6. Perasaan bahagia membantu otak menyimpan kenangan lebih lama

Pexels/kampusproduction

Saat anak merasa senang, tubuh akan melepaskan berbagai zat kimia yang berhubungan dengan rasa bahagia dan motivasi, termasuk dopamin.

Kondisi emosional yang positif ini membantu otak memberikan “tanda khusus” bahwa pengalaman tersebut penting untuk diingat. Itulah sebabnya momen-momen menyenangkan saat liburan sering kali terasa lebih jelas dibanding hari-hari biasa.

7. Mengajarkan kerja sama dan komunikasi dalam keluarga

Pexels/kampusproduction

Selain menciptakan kenangan indah, perjalanan keluarga juga dapat menjadi sarana belajar yang berharga.

Dilansir dari  irfstudies.org, aktivitas keluarga seperti bepergian bersama dapat membantu meningkatkan kekompakan keluarga (family cohesion) serta memperkuat komunikasi antaranggota keluarga.

Anak belajar bekerja sama, berdiskusi, menyelesaikan masalah sederhana selama perjalanan, hingga memahami kebutuhan anggota keluarga lainnya. Keterampilan sosial seperti ini akan bermanfaat hingga mereka dewasa.

8. Kenangan Liburan Sering Bertahan Lebih Lama daripada yang Kita Bayangkan

Pexels/kampusproduction

Menariknya, banyak kenangan sebelum usia 5 tahun cenderung sulit diingat karena adanya fenomena yang dikenal sebagai childhood amnesia, yaitu kondisi ketika sistem memori anak masih berkembang.

Karena itu, usia 5–10 tahun sering dianggap sebagai periode emas untuk menciptakan pengalaman yang berkesan. Tidak harus selalu liburan mewah atau jauh ke luar negeri, Ma. Yang paling penting adalah kualitas waktu yang dihabiskan bersama.

Siapa tahu, perjalanan sederhana yang Mama dan Papa lakukan hari ini justru menjadi salah satu kenangan paling berharga yang akan terus diingat anak hingga puluhan tahun mendatang.

Editorial Team

Related Article