Pahami Gejala dan Cara Mengobati Flu Singapur Pada Anak

Gejala flu singapur mirip dengan gejala campak dan cacar. Berbahayakah?

14 Juli 2020

Pahami Gejala Cara Mengobati Flu Singapur Anak
Pixabay/Tookapic

Anak Mama mengalami demam yang disertai munculnya bintik-bintik merah di area wajah, tangan dan kaki?

Waspada, kemungkinan anak Mama terserang penyakit flu singapur.

Flu singapur atau dalam dunia medis disebut penyakit HFMD (Hand-Foot-and-Mouth Disease) adalah infeksi menular yang disebabkan oleh kelompok virus bernama enterovirus.

Virus ini hidup dalam cairan hidung dan tenggorokan, air liur, feses serta cairan pada ruam kulit yang sangat mudah ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita.

Penyakit ini sering disalahpahami sebagai penyakit campak atau cacar, mengingat gejala yang ditimbulkan mirip dengan gejala awal penyakit campak atau cacar.

Penderita flu singapur biasanya ditandai dengan munculnya bintil-bintil merah (yang terkadang berisi air) di area mulut (mukosa), telapak tangan, siku, lipatan paha dan telapak kaki. Sebagian besar kasus flu singapur bahkan ditandai dengan banyaknya sariawan di mulut dan tenggorokan.

Penyakit ini umumnya menyerang bayi dan anak-anak.

Sebab sistem imunitas anak belum terbentuk sempurna, sehingga rentan terinfeksi penyakit yang dapat menular melalui sentuhan dan udara ini. Simak mengenai flu singapura pada anak penjelasan Popmama.com berikut ini.

Editors' Picks

1. Gejala flu singapur

1. Gejala flu singapur
Wikipedia.org

Gejala penyakit ini biasanya diawali dengan demam 38-39 derajat celcius.

Dua atau tiga hari kemudian barulah muncul bintil-bintil merah atau sariawan di dalam mulut seperti gusi, lidah dan tenggorokan.

Anak yang terserang penyakit flu singapur biasanya akan kehilangan nafsu makan akibat adanya luka seperti sariawan di dalam mulut dan tenggorokan yang menyebabkan rasa perih saat menelan.

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul secara bertahap atau bahkan tidak tampak gejala sama sekali selain demam.

2. Cara mengobati flu singapur

2. Cara mengobati flu singapur
Pixabay/Free-Photos

Meskipun termasuk dalam jenis penyakit menular, umumnya penyakit flu singapur dapat sembuh dengan sendirinya tanpa menggunakan obat atau vaksinasi.

Masa pemulihan penyakit ini umumnya berlangsung sekitar 7-10 hari tergantung daya tubuh anak.

Lantas bagaimana merawat anak yang terserang flu singapur?

Hal utama yang perlu Mama lakukan adalah memastikan anak mendapat asupan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

Hindari memberikan makanan pedas, asam dan panas karena akan menyebabkan rasa perih saat menelan.

Untuk sementara waktu, Mama bisa memberikan bubur atau makanan berkuah kepada si Kecil.

Jika terasa sangat mengganggu, Mama dapat memberikan parasetamol untuk meredakan demam dan krim anti gatal pada kulit.

Seperti halnya penyakit batuk dan pilek (common cold), penyakit ini mungkin saja muncul kembali apabila anak Mama tertular oleh penderita.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk memberikan makanan bergizi dan istirahat yang cukup guna meningkatkan daya tahan tubuh anak serta memastikan kebersihan di sekitar lingkungan rumah.

3. Lengkapi kebutuhan cairan dan vitamin C

3. Lengkapi kebutuhan cairan vitamin C
Freepik/drobotdean

Selama anak sakit Flu Singapura, penuhi kebutuhan cairan tubuhnya. Minum air 2 liter per hari. Setidaknya tidak kurang dari 1,5 liter per hari.

Berikan buah-buahan yang mengandung vitamin C pada si Kecil untuk menstabilkan imunitas tubuhnya. Tambahkan porsi gizi pada asupannya agar anak bisa segera pulih.

Itulah tips menjaga asupan gizi si Kecil selama terkena penyakit flu singapura.

Semoga bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.