Sekolah Negeri VS Sekolah Swasta, Mana yang Terbaik?

Yuk cek keunggulan dan kekurangan sekolah negeri vs sekolah swasta berikut ini!

12 Desember 2019

Sekolah Negeri VS Sekolah Swasta, Mana Terbaik
Pexels/Pixabay

Mama bingung mau menyekolahkan si Kecil di sekolah negeri atau sekolah swasta?

Sekolah negeri vs sekolah swasta, mana yang terbaik?

Tentunya setiap orangtua ingin pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Pada era modern seperti sekarang ini banyak Mama millennial yang mempertimbangkan sekolah swasta bagi anak-anak mereka.

Alasannya? Tidak lain tidak bukan karena fasilitas yang lebih lengkap dan jumlah murid yang tidak begitu banyak.

Bila Mama dan Papa memiliki kemampuan finansial yang mencukupi tentunya hal tersebut tidak akan jadi masalah.

Namun bagaimana jika terlalu memaksakan biaya pendidikan? Tentunya memaksakan yang diluar kemampuan akan membawa keburukan baik dari segi finansial maupun tumbuh kembang anak.

Mama mungkin selama ini kurang memiliki cukup informasi tentang sekolah negeri dan telah melihat banyaknya iklan sekolah swasta.

Hal ini membuat Mama menilai sekolah swasta lebih unggul dibandingkan sekolah negeri. Padahal sekolah swasta maupun sekolah negeri sama-sama memiliki kualitas yang baik dan bisa menjadi sekolah favorit idaman.

Banyak sekali lho, Ma anak lulusan dari sekolah negeri yang berhasil diterima di sekolah negeri lanjutan favorit hingga ke tingkat universitas-universitas unggulan yang ada di Indonesia.

Lalu apa yang harus diperhatikan dalam memilih antara sekolah swasta dan sekolah negeri?

Apa saja keunggulan dan kelemahan masing-masing?

Popmama.com telah merangkum 5 keunggulan dan kekurangannya sebagai berikut:

1. Biaya Sekolah

1. Biaya Sekolah
Pexels/rawpixel.com

Perbedaan yang paling menonjol adalah dari segi biaya. Dimana sekolah swasta membutuhkan biaya yang sangat besar, sementara sekolah negeri jenjang SD dan SMP gratis alias tidak dipungut biaya. Sekolah negeri jenjang SMA memungut biaya tetapi tidak banyak karena mendapat dukungan pemerintah.

Biaya sekolah yang tinggi di sekolah swasta disebabkan karena fasilitas yang lebih lengkap, oleh karena itu jangan kaget bila Mama harus merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah sebagai uang pangkal masuk sekolah pertama kali.

Apabila Mama ingin menyekolahkan anak di sekolah swasta maka Mama dan Papa harus berinvestasi mulai sekarang karena inflasi biaya pendidikan saat ini mencapai 15-20% per tahun!

Angka yang sangat fantastis ya, Ma?

2. Fasilitas

2. Fasilitas
Pexels/Lukas

Bukan rahasia umum lagi jika fasilitas di sekolah swasta dan negeri sangat berbeda. Di sekolah swasta Mama akan menemukan ruangan kelas yang lebih nyaman dengan dilengkapi AC, LCD projector, laptop dan alat bantu belajar lainnya yang menunjang kegiatan belajar mengajar.

Sementara di sekolah negeri ruang kelas dan fasilitas lainnya terbilang lebih sederhana dimana biasanya tidak terdapat pendingin ruangan dan hanya tersedia papan tulis tanpa LCD projector.

Fasilitas lain yang dimiliki sekolah swasta pun sangat lengkap, diantaranya memiliki gedung olahraga, kamar mandi dan kantin yang lebih rapi dan bersih, serta memiliki jadwal kegiatan yang lebih beragam.

Fasilitas yang lengkap dari sekolah swasta tentunya menuntut biaya yang tidak sedikit bahkan mencapai puluhan juta rupiah.

Sementara pada sekolah negeri murid dibebaskan dari uang gedung yang biasa ditagihkan saat awal masuk sekolah.

Terbatasnya fasilitas di sekolah negeri ternyata dapat membuat anak lebih kreatif lho, Ma. Mama juga bisa menghadirkan fasilitas yang baik di rumah untuk menunjang kegiatan belajar si Kecil.

Editors' Picks

3. Jumlah siswa

3. Jumlah siswa
Pexels/Artem bali

Tidak bisa dipungkiri, jumlah siswa dalam satu kelas di sekolah negeri jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah siswa di sekolah swasta. Dimana sekolah negeri bisa menampung hingga 40 anak per kelas, sementara sekolah swasta membatasi sekitar 20 anak saja.

Banyaknya jumlah siswa berpengaruh pada tingkat perhatian guru pada setiap anak. Di sekolah negeri guru cenderung hanya memperhatikan siswa yang menonjol baik dari segi kecerdasan maupun kenakalannya. Sementara siswa yang rata-rata menjadi tidak terlihat dan kurang diperhatikan.

Dalam hal mengajar guru pun cenderung menyamaratakan kemampuan anak, dimana apabila anak tidak bertanta berarti dianggap sudah mengerti.

Hal ini berbeda dengan sekolah swasta, karena jumlah siswa lebih sedikit, maka guru akan mampu memahami karakteristik setiap anak didiknya.

Guru juga biasanya akan memberi laporan rutin tiap anak untuk para orangtuanya sebagai catatan atau saran perbaikan yang harus diperhatikan.

4. Cara belajar

4. Cara belajar
Pexels/nappy

Siswa-siswi di swasta terlihat lebih dinamis dan mampu menyuarakan pendapatnya dengan lebih baik di muka umum dikarenakan mereka biasa berdiskusi dalam kegiatan belajar mengajar dengan guru di kelas. Menyatakan pendapat dan beradu argumen merupakan hal yang biasa dan lumrah.

Hal ini berbeda dengan siswa-siswi di sekolah negeri dimana mereka biasanya agak pasif dan tidak bisa menyuarakan pendapatnya dengan baik karena perbedaan cara belajar yang diterapkan di kelas.

Dengan banyaknya jumlah siswa dalam satu kelas membuat guru lebih cenderung menyampaikan materi secara satu arah agar tidak memakan banyak waktu.

Untuk menyiasati hal ini Mama dapat memberi pengertian pada si Kecil untuk bertanya pada guru saat ada pelajaran yang belum dimengerti.

Tekankan padanya bahwa bertanya tidak akan menjadikannya bodoh, melainkan langkah cerdas agar anak semakin pintar dan memahami dengan baik materi yang disampaikan oleh guru.

5. Pergaulan

5. Pergaulan
Pexels/Pixabay

Latar belakang agama dan sosial budaya pada siswa-siswi sekolah negeri ternyata lebih kaya dan beragam. Hal ini menjadi keunggulan yang tidak dimiliki oleh sekolah swasta.

Mengapa keragaman ini menjadi keunggulan?
Karena sejak kecil anak akan belajar menyikapi perbedaan yang ada dan belajar menerima serta beradaptasi dengan lebih baik.

Anak akan belajar yang namanya toleransi beragama, belajar berbagi pada temannya yang kurang beruntung serta anak akan mampu dan pandai bersyukur pada nikmat yang telah Tuhan berikan.

Hal ini berbeda dengan sekolah swasta dimana hampir semua siswa-siswinya memiliki orangtua yang mampu secara finansial. Faktor inilah yang menjadi penyebab eksklusifitas pergaulan antar anak di dalam sekolah.

Beberapa sekolah swasta juga mengkhususkan bagi agama tertentu saja, sehingga anak kurang bisa belajar toleransi antar agama sejak dini.

Selain itu banyak sekolah yang didominasi oleh ras tertentu sehingga apabila ada anak yang masuk ke sekolah tersebut dari ras lain akan dianggap sebagai sebuah kejanggalan.

Tidak bisa dipungkiri pula bahwa pergaulan antar anak dengan orangtua yang kaya akan membuat mereka berlomba-lomba bersaing untuk tampil lebih dibandingkan yang lain. Hal ini pula yang memicu adanya sifat pamer ke sesama teman sekelas.

Hal ini akan berdampak buruk khususnya bagi Mama yang memaksakan anak bersekolah di sekolah swasta padahal kemampuan finansial sangat terbatas.

Sehingga saat teman sebayanya memiliki barang atau mainan terbaru dengan merek tertentu serta memiliki pengalaman liburan ke luar negeri, sementara anak Mama tidak memiliki itu semua maka dapat menyebabkan turunnya rasa percaya diri sehingga anak menjadi minder di pergaulannya.

Hal ini banyak yang tidak dipertimbangkan para orangtua, dimana anak tidak hanya membutuhkan fasilitas lengkap untuk mendapat pendidikan yang baik, akan tetapi mereka butuh lingkungan pergaulan sosial yang mendukung kepercayaan diri serta tumbuh kembangnya.

Nah, itulah 5 keunggulan dan kelemahan sekolan negeri vs sekolah swasta yang perlu Mama ketahui.

Pada intinya bersekolah dimanapun dapat membawa pengaruh positif bagi anak asalkan orangtua tetap mendampingi dan memberikan cukup motivasi.

Dengan motivasi yang diberikan pada anak maka ia akan memiliki keinginan yang kuat untuk sukses dan berhasil sehingga belajar dimanapun akan sama baiknya bagi si Kecil.

Sekolah mana yang akan Mama pilih?

Tetap pertimbangkan faktor-faktor diatas ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!