Mama Perlu Ajak Anak Bermain di Luar Ruangan, Kenapa?

Tidak cuma main di rumah saja, Mama perlu mengajak anak bermain di luar terbuka. Ini alasannya

23 Juli 2023

Mama Perlu Ajak Anak Bermain Luar Ruangan, Kenapa
Freepik/prostooleh

Usia 1-5 tahun merupakan masa emas atau golden period bagi proses tumbuh kembang anak. Perlunya dukungan Mama dan Papa untuk mengoptimalkan segala potensi pada si Kecil. Baik melalui pemberian gizi seimbang, kasih sayang, hingga melakukan berbagai kegiatan sebagai stimulus.

Aktivitas tersebut bisa orangtua lakukan dengan bermain di luar ruangan. Psikolog dan Co-Founder Rumah Dandelion Orissa Anggita Rinjani menjelaskan mengajak anak bermain dan berinteraksi di ruang terbuka dapat membantu mengembangkan aspek kognitif, motorik, serta bahasa dan sosialnya dengan baik.

“Pembangunan seluruh aspek tersebut akan berdampak pada peningkatan kepercayaan diri si Kecil  sehingga mereka dapat memaksimalkan potensinya dalam belajar dan berkreasi,” jelasnya.

Prasasti Dhaniswari, Senior Brand Manager Nestlé DANCOW Imunutri melakukan program peremajaan ruang publik terbuka ramah anak. Ini sebagai perwujudan dua juta dukungan para Mama. Ia berharap peremajaan RPTRA (seperti RPTRA Garuda, Jakarta Timur) dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk mendukung perkembangan anak.

Berikut ulasan Popmama.comterkait gerakan ajak anak bermain di luar ruangan yang perlu Mama dan Papa lakukan guna mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Ruang Bermain Terbuka Jadi Cara Optimalkan Stimulasi Anak

Ruang Bermain Terbuka Jadi Cara Optimalkan Stimulasi Anak
Popmama.com/Ayesha Puri

Satu hal yang harus Mama dan Papa sadari bahwa setiap anak mempunyai potensi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Nestlé DANCOW Imunutri berkomitmen membantu memaksimalkan potensi dan tumbuh kembang anak. Hal tersebut perlu adanya kolaborasi berupa peran penting orangtua guna memberikan stimulasi dan gizi yang tepat dalam bereksplorasi.

Komitmen ini diwujudkan dengan mengumpulkan dua juga Mama-Mama untuk mendukung si Kecil melakukan eksplorasi melalui pengembangan fasilitas ruang publik ramah anak. Produsen produk susu anak ini melakukan peremajaan fasilitas terpadu ramah anak di lima kota antara lain Makassar, Banjarmasin, Tebingtinggi, Sidoarjo, dan Jakarta. 

RPTRA Garuda jadi salah satu tempat bermain luar ruangan yang dilakukan peremajaan. Direktur Corporate Affairs Nestlé Indonesia Sufintri Rahayu mengatakan pemilihan Jakarta Timur sebagai lokasi peremajaan fasilitas ramah anak karena dinilai strategis dan kegiatan anak dan ibu-ibu yang banyak dan sangat aktif.

Berbagai fasilitas yang tersedia di RPTRA Garuda, Jakarta Timur, dapat Mama manfaatkan sebagai sarana stimulus kemampuan anak. Sarana tersebut meliputi ayunan, terowongan, lapangan bulu tangkis, area bercocok tanam, serta saung edukasi.

Editors' Pick

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang Ideal

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Ideal
Dok. Dancow

Sebenarnya ruang bermain terbuka bagi anak-anak, yakni sesederhana tersedianya area atau lapangan yang bisa dijadikan tempat si Kecil berkumpul bersama. Tepatnya adalah space yang memungkinkan anak-anak untuk bergerak. Akan lebih baik, RPTRA disediakan fasilitas yang bisa mengasah lima kemampuan dasar si Kecil.

RPTRA ini bukan hanya sebagai tempat anak bermain sendiri-sendiri tetapi harus ada interaksi dengan teman sebayanya. Mulai dari melakukan bermain bersama tanpa menggunakan alat, seperti petak umpet, ular naga, dan sebagainya.

Area yang memungkinkan pergerakan menghindari si Kecil berkonflik dengan temannya. Ini akan lebih baik jika adanya fasilitas pendukung akan membuat ruang bermain terbuka ini jadi lebih menyenangkan dan jadi daya tarik untuk berkunjung. Tidak lupa aspek kenyamanan, keamanan, dan kebersihan RPTRA yang membuat anak semakin betah bermain.

Peran Orangtua saat si Kecil Bermain di Luar Ruangan

Peran Orangtua saat si Kecil Bermain Luar Ruangan
Freepik/mikhailina

Lebih lanjut, Orissa menjelaskan pentingnya peran Mama dan Papa ketika si Kecil beraktivitas dan bermain di ruang terbuka. Pertama, orangtua perlu memastikan keamanan (safety) anak. Menurutnya, area bermain seperti RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) sudah aman bagi si Kecil untuk bermain.

Mama cukup mengawasi anak dari jauh saja. Beri si Kecil jarak supaya dia merasa bebas dan terus diintai atau dibuntuti oleh orangtua. Hal tersebut justru akan membuat anak tidak nyaman dan kegiatan eksplornya jadi tidak optimal.  

Penjagaan yang terlalu dekat menyebabkan Mama akan selalu membantu anak. Misalnya ketika si Kecil hendak latihan memanjat dan karena orangtua takut ia jatuh maka segera menolong dengan menggendong dan menaikkan ke atas.

Sikap itu justru mengurangi kemampuan anak dalam memecahkan masalah. Ada opsi yang bisa Mama lakukan untuk menolong anak, yakni dengan memberikan instruksi. Misalnya, kaki kanan dinaikkan, tangan kiri dipindahkan ke pegangan berwarna hijau, dan sebagainya. Biarkan yang mencoba sendiri sebagai cara menjaga keamanannya.

Manfaat Bermain di Luar Ruangan Bagi si Kecil

Manfaat Bermain Luar Ruangan Bagi si Kecil
Freepik/pressmaster

Orissa mengungkapkan banyak sekali manfaat yang dapat anak terima dari bermain di luar ruangan. Segala aspek kemampuan si Kecil dapat terasah dengan optimal dari kegiatan ini. Mulai dari kemampuan kognitif, sosial, emosional, bahasa, hingga pengembangan diri.

Dalam acara Peresmian Peremajaan RPTRA Garuda di Jakarta Timur yang diselenggarakan Nestle Dancow Imunutri, Orissa menyorot dua manfaat utama dari proses anak bermain di luar ruangan.

Pertama, kesehatan anak jauh lebih baik. Bermain memungkinkan anak untuk terpapar sinar matahari secara langsung. Kita tahu bersama bahwa vitamin D pada sinar matahari berguna untuk menunjang kesehatan tulang, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga menjaga berat badan ideal si Kecil.

Aktivitas gerak di ruang terbuka saat bermain turut berdampak pada stamina anak yang jauh lebih baik daripada si Kecil yang hanya bermain di dalam ruangan. Orissa menambahkan manfaat lainnya adalah menjaga regulasi jam tidur dan pola tidur. Hal ini karena anak lebih mudah diajak untuk tidur (istirahat) karena tubuhnya sudah lelah usai bermain.

“Tubuh anak secara tidak langsung mengenali cahaya. Jadi, saat cahaya ruangan redup ia tahu bahwa ini waktunya tidur,” ujar Orissa.

Selain itu, si Kecil yang sering diajak bermain di luar ruangan akan menurunkan potensi rabun jauh. Saat ia bermain, jarak pandangnya lebih jauh daripada bermain di dalam ruangan atau bermain gadget.  

Kedua, meningkatkan kemampuan kognitif. Saat anak bermain di luar ruangan akan meningkatkan kemampuan berpikir atau kognitif. Ia akan mencoba berbagai mainan yang tersedia di fasilitas bermain tersebut. Mulai dari menaiki perosotan, terowongan, memanjat, dan lain-lain.

Dari kegiatan tersebut secara tidak langsung adalah proses anak belajar untuk mengetahui cara kerja dari setiap permainan itu. Orissa mengatakan, “Saat mereka (anak) bermain akan berpikir bagaimana cara bermainnya, bagaimana aku bisa naik tapi nggak jatuh, aku harus seberapa menunduk untuk melewati terowongan ini, dan sebagainya.”

Bukan hanya mengembangkan kemampuan motorik kasarnya, kegiatan tersebut juga melatih anak terkait kemampuan problem solving (memecahkan masalah). Jangka panjangnya, bermain di luar ruangan memengaruhi proses belajar si Kecil.

Baca Juga:

 

The Latest