5 Penyebab Anak Balita Suka Tidur Larut Malam

Main gadget sampai larut menjadi salah satu alasan kenapa anak jadi susah tidur

3 Mei 2020

5 Penyebab Anak Balita Suka Tidur Larut Malam
Freepik

Di zaman sekarang, tidak sedikit anak balita yang sering terjaga hingga larut malam dan seolah tak pernah lelah.

Banyak orangtua merasa kesulitan membuat anaknya tidur di jam yang sudah ditentukan.

Sementara anak yang suka tidur larut malam bisa berdampak buruk pada kesehatannya dan berisiko mengalami kegemukan.

Bahwa setiap satu jam berkurangnya waktu tidur, maka risiko obesitas bisa meningkat hingga 80%.

Sedangkan malam hari adalah waktu beristirahat yang paling baik bagi anak-anak. Itu sebabnya kebiasaan tidur larut malam sebaiknya harus diubah.

Berikut ini Popmama.com informasikan 5 penyebab yang membuat anak balita suka tidur hingga larut malam. Yuk, cek ulasannya: 

1. Melakukan suatu aktivitas hingga anak menunda waktu tidurnya di malam hari

1. Melakukan suatu aktivitas hingga anak menunda waktu tidur malam hari
Freepik/Pressfoto

Sebenarnya anak balita harus memiliki jam tidur yang harus dipenuhi untuk kesehatan tubuh dan pertumbuhan mentalnya.

Namun, tak sedikit anak balita yang tidur hingga larut malam. Kalau sudah begitu, tentu hal yang paling penting adalah menambah jumlah tidurnya.

Nah, penyebab anak suka tidur larut malam bisa dikarenakan suatu aktivitas yang membuatnya sulit menunda tidurnya.

Pasalnya usia balita adalah masa ketika mereka sedang senang bereksplorasi, sehingga tak kenal lelah untuk bermain dan bergerak sampai larut malam.

Editors' Picks

2. Kecanduan bermain gadget membuat anak sulit memejamkan matanya

2. Kecanduan bermain gadget membuat anak sulit memejamkan matanya
Freepik

Tidur merupakan kebutuhan dasar anak. Di mana saat tidur, anak mengumpulkan energinya kembali.

Salah satu penyebab yang membuat anak suka tidur larut malam ialah karena screen time.

Kecanduan bermain gadget, maka semakin sulit untuk ia memejamkan matanya di malam hari.

Solusi untuk masalah ini adalah ciptakan suasana tenang di kamar tanpa kehadiran gadget atau alat elektronik lainnya, setidaknya satu jam sebelum tidur.

Lebih baik ajak anak melakukan hal yang bisa membuatnya tidur seperti membaca buku dongeng atau saling bertukar cerita.

3. Jadwal tidur yang tidak konsisten membuat anak terjaga di malam hari

3. Jadwal tidur tidak konsisten membuat anak terjaga malam hari
Unplash/Icons8 team

Cobalah lihat kembali jadwal tidur sang anak. Banyak orangtua menyuruh anaknya untuk tidur pada waktu yang terlalu cepat.

Di mana tubuh belum memproduksi hormon melatonin dalam jumlah cukup untuk membuatnya tertidur. 

Jika jadwal tidur si Kecil terlalu cepat, maka akan membuatnya merasa bosan dan hal ini dapat memicunya untuk memikirkan hal-hal yang membuat mereka takut.

Di sisi lain, waktu tidur siang yang terlalu sore juga bisa membuat mata anak segar dan terjaga hingga larut malam.

Untuk mengatasinya, orangtua harus memiliki jadwal tidur yang konsisten. Jika hari ini si Kecil tidur pukul 20.00, maka besok tetapkan jadwal tidur yang sama dan seterusnya.

Cara tersebut membantu tubuh dan pikiran anak terbiasa untuk tidur pada waktu yang ditentukan. 

4. Waktu tidur siang anak yang salah dan terlalu lama

4. Waktu tidur siang anak salah terlalu lama
Freepik

Tidur siang yang baik memberikan berbagai manfaat untuk anak-anak, yakni dapat membuat tubuh lebih rileks, mengurangi kelelahan dan meningkatkan suasana hatinya.

Tetapi jika terlalu lama dan dilakukan pada waktu yang salah, tidur siang dapat mengganggu waktu tidurnya di malam hari.

Oleh karena itu, orangtua dianjurkan untuk tidak memberikan anak jam tidur siang terlampau banyak lebih dari 90 menit. Jika perlu, cukup 25 menit saja.

5. Separation anxiety membuat anak takut kehilangan orangtuanya

5. Separation anxiety membuat anak takut kehilangan orangtuanya
parentsneed.com

Masalah tidur yang sering menghantui anak balita hingga terjaga di malam hari adalah separation anxiety atau rasa ketakutan untuk berpisah dari orangtuanya.

Secara perlahan, orang di dekat anak menjadi favoritnya yang salah satunya ialah sang ibu.

Ia akan menangis dan rewel jika Mama ke luar ruangan atau menghilang dari sisinya, sehingga membuat mereka tidur hingga larut malam dengan mengajak orangtuanya untuk terus bermain.

Fase separation anxiety akan hilang dengan sendirinya seiring anak bertumbuh besar. Namun ada hal-hal yang bisa dilakukan, sebaiknya Mama selalu biasakan pamit sebelum meninggalkan anak.

Dengan begitu, ia tahu bahwa Mama hanya meninggalkannya sebentar dan akan kembali lagi setelah pekerjaannya selesai.

Setelah Mama mengetahui 5 penyebab anak suka tidur larut malam, jadilah contoh yang baik untuk sang buah hati dalam jadwal dan kebiasaan tidur tepat waktu.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.