Total biaya pendidikan setelah inflasi : Jangka waktu pendidikan : 12Â
Cara Menghitung Biaya Pendidikan Anak

Memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak merupakan cita-cita para orangtua. Untuk itu, banyak orangtua yang berkeinginan membuat perencanaan sejak dini. Sayangnya, banyak dari mereka yang bingung harus bagaimana, dan mulai dari mana.Â
Untuk membuat perencanaan keuangan pendidikan memang tidak bisa sembarangan. Ada beberapa data yang harus ditentukan terlebih dahulu dan memerlukan beberapa perhitungan.Â
Hal ini guna mensukseskan perencanaan keuangan untuk pendidikan si Kecil.Â
Untuk itu, berikut ini Popmama.com memberikan informasi terkait cara menghitung biaya pendidikan anak. Simak yuk, Ma!
1. Tentukan periode sekolah anak

Freepik/Jcomp Langkah awal yang perlu dilakukan oleh Mama dan Papa adalah menghitung periode sekolah anak.Â
Periode pendidikan ini dapat disesuaikan dengan jenjang pendidikan anak mama saat ini. Jika Mama dan Papa memulai perencanaan keuangan sejak dini, berarti mulailah dari TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Hal ini untuk menentukan berapa banyak pengeluaran yang dibutuhkan serta lama waktu untuk menabung.Â
2. Cari tahu biaya setiap jenjang pendidikan

Freepik/Jcomp Setelah menghitung periode pendidikan dan sekolah yang akan dituju. Cari tahu tentang biaya sekolah tersebut.Â
Biaya-biaya tersebut bisa berupa uang pangkal, biaya tahunan, SPP sebulan yang disetahunkan, seragam, serta buku untuk sekolah TK hingga SMA.Â
Namun, jika Mama memilih sekolah negeri untuk jenjang SD hingga SMA biasanya tidak ada uang pangkal dan SPP. Siswa hanya perlu membayar biaya penunjang pendidikan yang lainnya.Â
Untuk bangku kuliah, Mama dan Papa pun pun tak memerlukan uang pangkal jika memasuki perguruan tinggi melalui jalur ujian SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Mama dan Papa hanya perlu membayar uang kuliah tunggal (UKT) setiap semesternya.Â
Namun, jika memasuki perguruan tinggi negeri melalui jalur mandiri ada biaya gedung yang harus dibayar. Tak hanya itu, uang kuliah tunggalnya pun lebih besar.Â
Sedangkan untuk perguruan tinggi swasta, Mama dan Papa memerlukan biaya pembayaran uang gedung dan SKS.Â
Adapun biaya yang harus dipersiapkan untuk beberapa keperluan seperti praktikum, buku, dan lainnya.Â
3. Perhatikan inflasi pendidikan

Ilustrasi - Freepik/rawpixel.com Menurut Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja, inflasi pendidikan di Indonesia setiap tahunnya naik kisaran 15%.Â
Jadi, inflasi merupakan salah satu hal yang sangat perlu diperhatikan.Â
4. Cara menghitung

Freepik/freephoto Berikut ini salah satu contoh cara menghitung biaya pendidikan masa depan anak mama.
Misalnya, Mama dan Papa memiliki anak berusia 1 tahun. Kemudian membuat perencanaan pendidikan sejak dini, mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.Â
Mama dan Papa juga telah menentukan sekolah yang akan dituju serta sudah mendapatkan informasi mengenai biaya pendidikan tahun 2021 seperti berikut ini.Â
Tingkat Pendidikan            Biaya Pendidikan Tahun 2021 Total Uang Pendaftaran SPP/Tahun Kebutuhan lainnya TK A 2.500.000 4.200.000 1.500.000 8.200.000 TK B 500.000 4.200.000 1.500.000 6.200.000 SD 1 - - 2.000.000 2.000.000 SD 2 - - 2.000.000 2.000.000 SD 3 - - 2.000.000 2.000.000 SD 4 - - 2.000.000 2.000.000 SD 5 - - 2.000.000 2.000.000 SD 6 - - 2.000.000 2.000.000 SMP - - 2.000.000 2.000.000 SMP - - 2.000.000 2.000.000 SMP - - 2.000.000 2.000.000 SMA - - 2.000.000 2.000.000 SMA - - 2.000.000 2.000.000 SMA - - 2.000.000 2.000.000 Kuliah Semester 1-8 - 40.000.000 15.000.000 55.000.000 Total 68.400.000 Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Namun, seperti yang diketahui, pendidikan akan mengalami inflasi 15% per tahun. Maka di masa mendatang ketika anak mama akan bersekolah, total biaya yang diperlukan menjadi berubah seperti menjadi lebih tinggi. Dengan perkiraan seperti berikut ini.
Tingkat Pendidikan            Biaya Pendidikan Total Jangka waktu sekolah Setelah Inflasi Uang Pendaftaran SPP/Tahun Kebutuhan lainnya TK A 2.500.000 4.200.000 1.500.000 8.200.000 4 14.321.851 TK B 500.000 4.200.000 1.500.000 6.200.000 5 12.470.414 SD 1 - - 2.000.000 2.000.000 6 4.646.121 SD 2 - - 2.000.000 2.000.000 7 5.320.039 SD 3 - - 2.000.000 2.000.000 8 6.118.045 SD 4 - - 2.000.000 2.000.000 9 7.035.752 SD 5 - - 2.000.000 2.000.000 10 8.091.115 SD 6 - - 2.000.000 2.000.000 11 9.304.782 SMP - - 2.000.000 2.000.000 12 10.700.500 SMP - - 2.000.000 2.000.000 13 12.305.575 SMP - - 2.000.000 2.000.000 14 14.151.411 SMA - - 2.000.000 2.000.000 15 16.274.123 SMA - - 2.000.000 2.000.000 16 18.715.241 SMA - - 2.000.000 2.000.000 17 21.522.528 Kuliah Semester 1-8 - 40.000.000 15.000.000 55.000.000 18 680.649.948 Total 68.400.000  841.627.455 Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Â
Jumlah biaya setelah inflasi didapat dari harga saat ini dikali dengan inflasi secara berkala hingga anak mama berada pada usia pendidikan tersebut (jangka waktu pendidikan).
Misalnya, anak mama saat ini berusia 1 tahun, maka mama harus mengalikan inflasi secara berkala sebanyak 4Â kali hingga anak mama berusia 5Â tahun dan duduk di bangku TK A. Begitu pun seterusnya.
Untuk mempermudah menghitung inflasi, Mama dapat menggunakan kalkulator future value yang tersedia di internet. Caranya mudah, hanya memasukkan data pada kolom yang sudah tersedia. Mulai dari biaya pendidikan saat ini, jarak antara usia anak saat ini dengan jenjang pendidikan yang akan datang dan besarnya inflasi.Â
Kemudian, dari tabel perhitungan di atas dapat diketahui bahwa biaya pendidikan untuk TK A sebesar 14.321.851 dan akan dipakai 4 tahun kemudian.Â
Dari situ, Mama dan Papa dapat menghitung biaya bulanannya dengan cara:
Melaui cara tersebut, maka Mama dan Papa perlu menabung sekitar 300 ribu per bulan selama 4 tahun untuk biaya sekolah TK A. Lakukan perhitungan ini secara berulang hingga bangku kuliah.Â
Jika sudah mengetahui jumlah perbulannya, Mama dan Papa dapat menjumlahkan semuanya dan itulah anggaran bulanan yang perlu Mama dan Papa keluarkan untuk pendidikan anak.Â
Buatlah hitungan bulanan per tingkat pendidikan.
Mama dapat melakukan investasi atau menabung dengan pos pos yang berbeda.Â
Misalnya, saat TK dibutuhkan waktu 5 tahun, maka total biaya yang dibutuhkan dibagi 5 tahun.Â
Jika sudah melewati masa TK, maka Mama dan Papa dapat memberhentikan anggaran untuk TK. Begitupun jika sudah melewati SD, SMP dan SMA.Â
Nah, itulah cara menghitung biaya pendidikan anak. Semoga informasi ini dapat membantu Mama dan Papa lebih mempersiapkan keuangan untuk pendidikan sang buah hati.Â
Jangan lupa lakukan pengecekan perbulan ya. Sebab, dikhawatirkan ada perubahan rencana di tengah jalan dan butuh planning baru. Semangat ya Mama dan Papa!
Â









-KUTg51TiF82yiJbkfDPrnMCHViO5UZfC.png)









