Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
5 Cara Perkuat Otot Jari Anak agar Tidak Mudah Lelah Menulis
Magnific/pch.vector
  • Anak sering cepat lelah menulis bukan karena malas, tapi karena otot jari dan tangan belum cukup kuat menurut Miss Eva Swasara, seorang Early Childhood Educator.
  • Lima latihan sederhana seperti bermain dough, meremas spons, memindahkan benda dengan penjepit, bermain semprot air, serta membuka dan menutup botol dapat membantu memperkuat otot jari anak.
  • Latihan-latihan ini tidak hanya melatih kekuatan genggaman dan motorik halus anak, tetapi juga membuat proses belajar menulis jadi lebih menyenangkan dan efektif di rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah Mama melihat si kecil baru sebentar memegang pensil, lalu sudah bergeser-geser posisi duduknya? Atau tiba-tiba genggamannya jadi lemas dan akhirnya malah mainan penghapus?

Banyak orangtua mengira anak malas atau nggak mood saat disuruh menulis. Padahal menurut Miss Eva Swasara, Early Childhood Educator dan pemegang Diploma Montessori, anak cepat capek menulis biasanya karena otot jari dan tangannya memang belum cukup kuat.

Jadi bukan karena mereka ogah-ogahan, lho. Menulis itu seperti maraton bagi jari-jari kecil mereka. Makanya jangan langsung dipaksa menulis banyak-banyak dulu ya, Ma.

Biar lebih efektif, coba ajarkan anak melatih otot tangannya dulu dengan cara yang menyenangkan. Berikut Popmama.com rangkumkan 5 latihan sederhana dari Miss Eva yang bisa dicoba di rumah.

1. Bermain dough

Magnific/freepik

Latihan pertama yang paling seru adalah bermain dough atau adonan liat.

Aktivitas menggulung, mencubit, dan membentuk dough ternyata nggak cuma menghibur anak, tapi ampuh untuk menguatkan otot-otot kecil di jari.

Selain itu, bermain dough ini juga bisa jadi cara untuk mengasah kreativitas anak, lho. Biarkan anak membentuk adonan liat dari imajinasi mereka, Ma.

Mama bisa buat sendiri dough di rumah dengan tutorial yang ada di media sosial, atau beli yang aman untuk anak.

2. Meremas spons

Magnific/freepik

Siapa sangka meremas spons cuci piring bisa jadi latihan luar biasa untuk otot kecil anak, lho!

Kegiatan sederhana ini dapat membantu meningkatkan daya tahan otot tangan, sehingga lebih terbiasa untuk menulis.

Mama bisa meminta anak membantu meremas spons saat cuci piring atau saat bermain air. Walau terlihat sederhana, manfaatnya penting untuk membiasakan tangan anak menulis lebih lama tanpa cepat lelah.

3. Memindahkan benda pakai penjepit

Magnific/freepik

Latihan ketiga adalah melatih kontrol jari yang presisi, dengan memanfaatkan pinset atau penjepit makanan.

Setelah itu, minta si Kecil memindahkan pompom, kapas, atau manik-manik besar dari satu wadah ke wadah lain secara perlahan sampai seluruh benda berhasil dipindahkan.

Tahukah Mama, bahwa gerakan menjepit ini sama persis dengan gerakan memegang pensil yang benar. Selain melatih kebiasaan menulis, anak juga belajar motorik halusnya, deh!

4. Bermain semprot air

Magnific/pvproductions

Latihan berikutnya dijamin disukai anak, karena anak bisa sekalian main air, Ma.

Caranya adalah menyiapkan botol semprot ukuran kecil yang tidak terlalu keras tekanannya, lalu ajak anak menyemprot tanaman hias atau membersihkan meja mainan.

Meski sederhana, latihan ini sangat bagus untuk melatih genggaman dan kontrol tekanan tangan. Tapi, pastikan botolnya pas di genggaman jari-jari kecilnya, ya.

5. Membuka dan menutup botol

Magnific/prostooleh

Latihan terakhir adalah memutar dengan membuka dan menutup tutup botol.

Mama bisa menyediakan beberapa botol bekas dengan ukuran tutup berbeda. Minta anak membuka lalu menutupnya kembali.

Kegiatan ini cocok untuk melatih gerakan memutar jari dan pergelangan tangan, yang akan sangat berguna saat anak nanti harus membolak-balikkan pensil atau menghapus tulisan.

Jadi, sudah tahu kan Ma alasan anak cepat lelah saat menulis? Mulai sekarang, jangan langsung memarahinya, ya. Bisa jadi jari-jarinya sedang butuh latihan seru seperti 5 cara di atas.

Yuk, biasakan latihan sederhana ini untuk menghasilkan kemampuan menulis yang menyenangkan untuk masa depannya kelak nanti.

Editorial Team