Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Studi: Anak Menulis Pelajaran Pakai Tangan Lebih Mudah Paham dan Ingat

Studi: Anak Menulis Pelajaran Pakai Tangan Lebih Mudah Paham dan Ingat
Pexels/Katerina Holmes
Intinya Sih
  • Studi University of East London menemukan anak usia 10–11 tahun lebih memahami dan mengingat pelajaran jangka panjang saat mencatat dengan tangan dibanding mengetik di perangkat digital.
  • Menulis tangan membuat anak memproses informasi lebih dalam karena prosesnya lambat, mendorong mereka menyaring, merangkum, dan mengorganisasi materi secara aktif.
  • Pemerintah Swedia kembali menekankan buku cetak dan tulisan tangan setelah digitalisasi pendidikan menurunkan kemampuan literasi siswa, disambut positif oleh guru serta murid.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di tengah teknologi yang masif digunakan di dunia pendidikan, rupanya studi mengungkap anomali dari pembelajaran anak. Sebuah studi terbaru yang dipimpin oleh School of Psychology dari University of East London menemukan bahwa anak-anak memiliki keunggulan dalam belajar ketika mencatat dengan menulis tangan dibandingkan mengetik di perangkat teknologi (laptop, iPad, dll). 

Penelitian ini menjadi yang pertama secara khusus mengkaji perbedaan metode mencatat terhadap proses belajar pada anak itu sendiri.

Studi berjudul “Taking Class Notes by Hand Compared to Typing: Effects on Children's Recall and Understanding” ini dipublikasikan dalam Journal of Research in Childhood Education. Dikutip dari website University of East London, penelitian dilakukan oleh Profesor Caroline Edmonds dari University of East London bersama Dr. Simon Horbury.

Mengapa bisa seperti itu?

Berikut Popmama.com rangkum alasan anak menulis pelajaran pakai tangan punya daya ingat lebih kuat nih!

1. Anak yang menulis tangan lebih kuat memahami materi dalam jangka panjang

ilustrasi anak mencatat pelajaran
Pexels/Artem Podrez

Penelitian yang dilakukan oleh Caroline Edmonds bersama timnya melibatkan anak usia 10-11 tahun yang diminta mencatat pelajaran dengan dua metode: menulis tangan dan mengetik. Hasil penelitian diunggah tahun 2021 lalu.

Hasilnya cukup menarik yakni pada tes yang dilakukan langsung setelah pelajaran, tidak ada perbedaan signifikan. Namun setelah satu minggu, anak yang mencatat dengan tulisan tangan menunjukkan pemahaman konsep yang lebih kuat dibandingkan yang mengetik.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa cara anak mencatat itu penting untuk proses belajar. Meski kemampuan mengetik juga penting, jenis catatan yang dibuat anak dapat memengaruhi seberapa baik mereka memahami dan mengingat materi dalam jangka waktu lebih lama,” jelas Edmonds dalam keterangannya.

2. Menulis tangan bantu otak anak memproses informasi lebih dalam

ilustrasi anak mencatat pelajaran
Pexels/Tima Miroshnichenko

Menurut Edmonds, salah satu alasan utama kenapa menulis tangan lebih efektif adalah karena prosesnya yang lebih lambat. Hal ini justru mendorong anak untuk tidak sekadar menyalin, tetapi benar-benar memahami isi pelajaran.

Saat menulis tangan, anak perlu menyaring informasi, merangkum, dan mengorganisasikannya dengan cara mereka sendiri. Proses inilah yang membuat pembelajaran menjadi lebih “nempel” di otak.

“Karena menulis tangan lebih lambat dibanding mengetik, anak secara alami harus memproses dan mengorganisasi informasi saat mencatat. Proses inilah yang kemungkinan besar membantu meningkatkan pemahaman dan daya ingat mereka,” ungkapnya.

3. Sekolah di Swedia kembali ke buku cetak!

ilustrasi anak mencatat pelajaran
Pexels/cottonbro studio

Swedia sempat menjadi salah satu negara paling progresif dalam digitalisasi pendidikan. Di mana di negara itu penggunaan laptop dan iPad sudah menggantikan buku di ruang kelas sejak era 2000-an. 

Namun, kebijakan tersebut justru berdampak pada penurunan kemampuan literasi siswa. Skor PISA Swedia bahkan sempat mencapai titik terendah pada 2012 setelah terus menurun selama beberapa tahun.

Dikutip dari artikel dari BBC UK, pemerintah Swedia mulai mengembalikan metode belajar tradisional dengan menekankan penggunaan buku cetak, latihan menulis tangan, serta mengurangi screen time, terutama pada anak usia dini. 

Menteri Pendidikan Swedia, Lotta Edholm, bahkan menegaskan pentingnya buku fisik dalam proses belajar. 

“Siswa di Swedia membutuhkan lebih banyak buku pelajaran. Buku fisik sangat penting untuk pembelajaran,” ujarnya dalam laporan yang dikutip dari Associated Press dan The Guardian, dikutip Februari 2026.

Menariknya, perubahan ini juga mendapat respons positif dari siswa dan guru. Banyak siswa mengaku lebih mudah memahami materi dan mengingat informasi saat belajar menggunakan buku dan menulis tangan dibandingkan menggunakan perangkat digital. 

Pemerintah pun menggelontorkan anggaran besar untuk pengadaan buku teks dan koleksi perpustakaan sekolah, serta meluncurkan program nasional untuk meningkatkan minat baca anak.

4. Apakah mengetik buruk untuk otak anak? Ini faktanya!

ilustrasi anak mencatat pelajaran
Pexels/RDNE Stock project

Meski hasil studi menunjukkan keunggulan menulis tangan, masih dari penelitian Edmonds yang menegaskan bahwa mengetik bukan berarti buruk. Keterampilan mengetik tetap penting, terutama untuk kebutuhan pendidikan dan dunia kerja di masa depan.

Namun, penggunaan teknologi dalam belajar perlu disesuaikan. Beberapa metode digital yang lebih interaktif seperti mind mapping atau mencatat dengan gambar juga bisa menjadi alternatif yang efektif.

“Kami tidak mengatakan bahwa mengetik itu buruk untuk belajar. Beberapa teknologi justru menawarkan fleksibilitas seperti membuat gambar atau peta konsep. Tetapi penting untuk memahami bahwa cara mencatat yang dipilih tetap memiliki dampak terhadap bagaimana anak belajar dan mengingat,” tutupnya.

Itulah tadi informasi mengenai studi yang menyebut anak menulis pelajaran pakai tangan punya daya ingat lebih kuat. Wah, yuk latih anak untuk tidak malas mencatat dengan tangan nih!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More