- kardus bekas ukuran besar,
- gunting atau cutter (digunakan oleh Papa),
- selotip atau lem tembak,
- cat atau spidol warna,
- penggaris,
- mobil mainan,
10 DIY Permainan Edukatif yang Bisa Dibuat Bersama Papa!

Ada 10 ide permainan DIY di rumah yang dapat dibuat Papa bersama anak dengan memanfaatkan kardus, botol plastik, gulungan tisu, ember, dan bahan sederhana lainnya.
Pilihan aktivitas mencakup lintasan mobil, bowling, memancing magnet, roket balon, labirin kelereng, basket, ring lempar, treasure hunt, teater boneka, hingga eksperimen gunung meletus.
Proses membuat dan bermain bersama dirancang untuk mengasah kreativitas, motorik, koordinasi, fokus, komunikasi, pemecahan masalah, rasa ingin tahu, serta kedekatan emosional Papa dan anak.
Menjadi sosok yang dekat dengan anak tidak selalu membutuhkan liburan mahal atau mainan berharga fantastis.
Justru, aktivitas sederhana yang dilakukan bersama di rumah sering kali meninggalkan kesan paling mendalam. Salah satunya adalah membuat permainan DIY (Do It Yourself) yang bisa dikerjakan bersama Papa.
Selain mengasah kreativitas, kegiatan DIY juga mengajarkan anak untuk memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah menjadi sesuatu yang menyenangkan.
Proses membuat, mencoba, hingga bermain bersama dapat melatih kemampuan motorik, komunikasi, pemecahan masalah, sekaligus mempererat hubungan emosional antara Papa dan si Kecil.
Kalau Papa sedang mencari inspirasi aktivitas akhir pekan yang hemat tetapi tetap seru, berikut Popmama.com telah merangkum 10 DIY permainan anak bersama Papa yang mudah dibuat di rumah. Yuk, simak!
1. Lintasan mobil balap dari kardus

Membuat lintasan mobil dari kardus menjadi salah satu aktivitas favorit anak, terutama bagi mereka yang menyukai mobil-mobilan. Selain bermain, anak juga belajar menyusun ide, berkreasi, dan bekerja sama dengan Papa selama proses pembuatannya.
Alat dan bahan:
Cara membuat:
- Bentangkan kardus hingga menjadi alas lintasan.
- Gambar jalur jalan menggunakan penggaris.
- Tambahkan tikungan, jembatan, terowongan, area parkir, atau garis finish.
- Warnai jalan agar terlihat lebih menarik.
- Tempel pagar pembatas dari potongan kardus.
Cara bermain:
Papa dan anak memilih mobil favorit masing-masing, lalu berlomba mencapai garis finish. Agar lebih seru, buat tantangan seperti melewati tikungan tanpa keluar jalur atau mencari rute tercepat menuju finish.
Permainan ini melatih kreativitas, koordinasi tangan-mata, kemampuan memecahkan masalah, serta mempererat kerja sama antara Papa dan anak.
2. Bowling mini dari botol bekas

Botol plastik bekas bisa disulap menjadi permainan bowling yang seru tanpa perlu membeli perlengkapan khusus.
Alat dan bahan:
- 6–10 botol plastik bekas,
- sedikit air atau pasir,
- stiker atau cat,
- bola plastik atau bola kain,
Cara membuat:
- Bersihkan botol hingga kering.
- Isi sedikit air agar botol tidak mudah jatuh.
- Hias botol menjadi karakter lucu.
- Susun membentuk segitiga seperti pin bowling.
Cara bermain:
Buat garis lempar sekitar 2–3 meter. Anak dan Papa bergantian melempar bola untuk menjatuhkan sebanyak mungkin botol.
Permainan ini bermanfaat untuk melatih keseimbangan, koordinasi tubuh, fokus, serta mengajarkan sportivitas saat bermain bersama.
3. Memancing ikan dari kardus dan magnet

Permainan sederhana ini selalu berhasil membuat anak penasaran sekaligus melatih konsentrasi mereka.
Alat dan bahan:
- kardus tipis,
- spidol warna,
- paper clip,
- magnet kecil,
- benang,
- stik es krim atau sumpit.
Cara membuat:
- Gambar beberapa ikan lalu gunting.
- Tempelkan paper clip pada setiap ikan.
- Ikat magnet di ujung benang.
- Pasang benang pada stik sebagai pancing.
- Susun ikan di dalam kotak kardus yang dihias seperti kolam.
Cara bermain:
Papa dan anak bergantian memancing ikan menggunakan magnet. Tambahkan angka pada setiap ikan agar sekaligus belajar berhitung.
Permainan ini bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi, koordinasi tangan, kesabaran, dan kemampuan mengenal angka maupun warna.
4. Roket balon di tali

Eksperimen sederhana ini mengajarkan anak tentang gaya dorong sambil bermain.
Alat dan bahan:
- balon,
- sedotan,
- benang atau tali rafia,
- selotip.
Cara membuat:
- Masukkan tali ke dalam sedotan.
- Ikat kedua ujung tali hingga tegang.
- Tiup balon tanpa diikat.
- Tempelkan balon pada sedotan menggunakan selotip.
Cara bermain:
Lepaskan balon dan lihat roket meluncur sepanjang tali. Cobalah berbagai ukuran balon untuk melihat mana yang melaju paling jauh.
Permainan ini bermanfaat unutk mengenalkan konsep sains sederhana, sebab-akibat, dan meningkatkan rasa ingin tahu anak.
5. Labirin kelereng dari kotak sepatu

Permainan ini cocok untuk melatih kesabaran dan fokus si Kecil.
Alat dan bahan:
- kotak sepatu,
- stik es krim,
- lem,
- kelereng,
- cat warna.
Cara membuat:
- Warnai kotak sesuai keinginan.
- Tempel stik es krim membentuk jalur labirin.
- Sisakan ruang untuk jalur masuk dan keluar.
- Biarkan lem mengering.
Cara bermain:
Masukkan kelereng, kemudian Papa dan anak memiringkan kotak secara perlahan agar kelereng sampai ke garis akhir tanpa keluar jalur.
Permainan ini bermanfaat elatih koordinasi tangan, konsentrasi, kesabaran, serta kemampuan menyusun strategi.
6. Basket mini dari ember bekas

Papa bisa membuat arena basket sendiri menggunakan ember yang sudah tidak terpakai.
Alat dan bahan:
- ember bekas,
- kardus kecil,
- jaring atau tali,
- bola plastik atau bola kertas.
Cara membuat:
- Tempelkan ember pada posisi yang aman.
- Tambahkan papan ring dari kardus.
- Pasang jaring sederhana jika ada.
Cara bermain:
Anak dan Papa bergantian memasukkan bola dari berbagai jarak. Berikan nilai berbeda untuk setiap posisi lemparan.
Permainan ini bermanfaat untuk melatih koordinasi mata dan tangan, keseimbangan tubuh, serta meningkatkan aktivitas fisik anak.
7. Ring lempar dari gulungan tisu

Permainan ini sederhana tetapi mampu melatih ketepatan gerakan anak.
Alat dan bahan:
- gulungan tisu bekas,
- kardus,
- lem,
- ring dari karton atau piring kertas.
Cara membuat:
- Tempel gulungan tisu pada alas kardus.
- Beri angka pada setiap target.
- Buat beberapa ring dari karton.
Cara bermain:
Papa dan anak bergantian melempar ring agar masuk ke target. Hitung poin untuk menentukan pemenangnya.
Permainan ini bermanfaat untuk melatih koordinasi tangan, fokus, kemampuan berhitung, dan kepercayaan diri.
8. Treasure hunt dengan petunjuk bergambar

Anak biasanya sangat antusias ketika diajak berburu harta karun.
Alat dan bahan:
- kertas,
- spidol,
- kotak kecil,
- hadiah sederhana.
Cara membuat:
- Gambar beberapa petunjuk lokasi.
- Sembunyikan hadiah.
- Letakkan petunjuk secara berurutan di berbagai sudut rumah.
Cara bermain:
Anak mengikuti setiap petunjuk hingga menemukan harta karun. Papa bisa menambahkan tantangan kecil sebelum anak mendapatkan petunjuk berikutnya.
Permainan ini bemanfaat untuk melatih logika, daya ingat, kemampuan memecahkan masalah, dan kerja sama.
9. Puppet theater dari kardus

Panggung boneka dari kardus dapat menjadi media anak untuk berimajinasi.
Alat dan bahan:
- kardus besar,
- cat warna,
- kain bekas,
- lem,
- boneka tangan atau boneka dari kaus kaki.
Cara membuat:
- Potong bagian tengah kardus menjadi panggung.
- Tempel kain sebagai tirai.
- Hias bagian depan dengan gambar bunga atau bintang.
- Siapkan boneka karakter.
Cara bermain:
Papa dan anak bergantian memainkan boneka sambil membuat cerita tentang persahabatan, keberanian, atau kejujuran.
Permainan ini bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan berbicara, kreativitas, imajinasi, dan rasa percaya diri.
10. Volcano eksperimen baking soda

Eksperimen gunung meletus menjadi aktivitas favorit karena menghadirkan kejutan yang membuat anak takjub.
Alat dan bahan:
- baking soda,
- cuka,
- pewarna makanan merah,
- gelas kecil,
- plastisin atau tanah liat,
- nampan.
Cara membuat:
- Letakkan gelas di tengah nampan.
- Bentuk gunung menggunakan plastisin mengelilingi gelas.
- Masukkan baking soda ke dalam gelas.
- Tambahkan pewarna makanan.
- Tuangkan cuka perlahan.
Cara bermain:
Amati bersama bagaimana busa keluar seperti lava gunung berapi. Papa bisa menjelaskan bahwa letusan terjadi karena reaksi antara baking soda dan cuka.
Permainan ini bermanfaat untuk mengenalkan konsep sains sejak dini, melatih kemampuan observasi, rasa ingin tahu, dan keberanian bereksperimen.
Itulah 10 DIY permainan yang bisa Papa dan si Kecil buat.
Jadi, dari 10 ide di atas, permainan mana yang paling ingin Papa coba lebih dulu bersama si Kecil akhir pekan ini? Jangan lupa abadikan momen serunya, ya, Ma!





















