Ditinggal Mandi, 2 Anak Hampir Botak Akibat Alat Pencukur

Bagaimana perasaan Mama kalau mengalaminya?

10 Mei 2019

Ditinggal Mandi, 2 Anak Hampir Botak Akibat Alat Pencukur
moms.com

Yang paling berbahaya bukanlah anak-anak yang berisik. Namun anak-anak yang ditinggal sendiri tanpa pengawasan orangtua. 

Inilah yang terjadi pada kedua anak dari Stephanie Plunkette. Kedua anaknya yang bernama Teddy dan Eloise main berdua sementara sang mama, Stephanie mandi sebentar sebelum pergi kerja shift malam. 

Yang ia lihat saat keluar kamar mandi bisa jadi merupakan mimpi buruk setiap Mama. Karena kedua anaknya sudah pitak akibat memainkan pencukur rambut. Lalu apa reaksi sang Mama?

1. Menangis saat melihat kedua anaknya pitak

1. Menangis saat melihat kedua anak pitak
youtube/Jukin Media

Reaksi pertama Stephanie adalah menangis. Namun bukan menangis karena marah atau emosi, lebih ke arah luapan perasaannya saja. 

Sembari merekam kejadian tersebut dengan kamera ponselnya, ia mengungkapkan bagaimana terkejutnya dirinya saat melihat kedua anaknya. 

2. Sang anak terdiam begitu saja

2. Sang anak terdiam begitu saja
Youtube/Jukin Media

Teddy dan Eloise sudah berdiri terdiam sambil salah tingkah. Sepertinya mereka tahu apa yang mereka lakukan itu salah. 

Sementara itu, Stephanie mendekati mereka sambil melihat lebih jelas bagaimana bentuk kepala kedua anaknya yang sudah pitak.

Si kecil Eloise sudah siap menangis karena merasa salah, namun Stephanie menenangkannya. 

3. Rambut anak akan tumbuh kembali

3. Rambut anak akan tumbuh kembali
Youtube/Jukin Media

Sambil menenangkan diri, ia kerap berkata, "tak apa, rambut akan tumbuh kembali. Tidak apa". Ia juga berkata dengan haru dan sembari mengelus-elus kepala kedua anaknya. 

Sementara itu, Eloise sempat bertanya apakah ia tidak terlihat cantik lagi. Jawaban Stephanie menenangkan, "kamu tetap cantik, nak. Kamu menggemaskan seperti anak bayi".

Sungguh reaksi yang menuai banyak pujian. Di kala keadaan panik, sang Mama mampu menenangkan diri dan tidak menyalahkan anak sama sekali. 

Editors' Picks

4. Kesalahan ada di Stephanie

4. Kesalahan ada Stephanie
Youtube/Jukin Media

Sebenarnya, kesalahan ada di Stephanie. Karena ialah yang meninggalkan pencukur rambut di tempat yang bisa dijangkau anak-anak. Karena sebelumnya, ia baru saja selesai mencukur bulu anjing mereka. 

Ma, agar kejadian ini tidak terjadi di rumah, ada beberapa tips yang bisa dilakukan ya:

1. Simpan alat tajam di tempat yang aman

1. Simpan alat tajam tempat aman
Freepik

Pisau, gunting, pencukur rambut, silet, dan sejenisnya harus disimpan di tempat yang aman. Karena barang-barang ini sangat berbahaya terutama bagi anak kecil yang belum mengerti bahayanya dari benda tersebut. 

Mama bisa menyimpan barang-barang tersebut di lemari atas dapur, laci terkunci, atau storage yang sulit dibuka oleh anak. 

2. Selalu kembalikan setelah memakai

2. Selalu kembalikan setelah memakai
Pixabay/Bilder_meines_Lebens

Memetik pelajaran dari kejadian yang dialami Mama Stephanie, ada baiknya langsung mengembalikan barang-barang tajam ke tempatnya setelah selesai. 

Tidak boleh ditunda sedikitpun. Karena kalau tidak, benda-benda itu bisa langsung dimainkan oleh anak-anak. Tak terbayang kalau itu akan melukai mereka. Mengerikan ya, Ma!

3. Berikan pengertian tentang benda berbahaya

3. Berikan pengertian tentang benda berbahaya
Freepik

Semakin dilarang, anak akan semakin penasaran. Mereka akan terus mencari cara bagaimana cara mendapatkan benda-benda terlarang itu. 

Jangan dimarahi ya, Ma. Karena rasa penasaran penting untuk perkembangan otak dan emosi mereka. 

Daripada memarahi mereka, ada baiknya Mama memberikan pengertian tentang benda-benda berbahaya tersebut. Mengapa benda-benda itu dilarang dimainkan, dan apa efeknya jika memainkan benda-benda tersebut.

Meski berbahaya, namun benda-benda tajam tersebut memang penting untuk dimiliki di rumah. Hanya saja bagaimana siasat orangtua untuk menyimpannya dengan baik dan benar agar tidak berbahaya bagi anak-anak.

Jika Mama penasaran, bisa melihat videonya di bawah ini:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;