Efek Samping Penggunaan Disinfektan yang Berbahaya untuk Anak

Seorang anak di Sukabumi meninggal karena menenggak disinfektan

1 Mei 2020

Efek Samping Penggunaan Disinfektan Berbahaya Anak
Freepik/master1305

Disinfektan memang berguna untuk mematikan virus dan bakteri di permukaan barang. Namun ternyata ada saja kasus yang dikarenakan penggunaan disinfektan. Berikut Popmama.com rangkumkan kasusnya. 

Selain rajin mencuci tangan, masyarakat juga kerap memasukkan penggunaan disinfektan dalam kesehariannya. Ini dikarenakan virus corona dianggap bisa musnah dengan semprotan disinfektan. 

Namun nyatanya, segala yang berlebihan malah tidak baik. Terlihat dari banyaknya kasus kesehatan yang melibatkan anak-anak karena penggunaan disinfektan. 

Apa saja kasusnya?

1. Kasus keracunan karena cairan pembersih meningkat semenjak pandemi

1. Kasus keracunan karena cairan pembersih meningkat semenjak pandemi
Pexels/Pixabay

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan meningkatnya kasus kecelakaan keracunan semenjak meledaknya virus corona. 

Keracunan ini diakibatkan dari produk kebersihan, yaitu disinfektan. 

Amerika Serikat melaporkan kasus positif pertama pada pertengahan Januari 2020. Per April 2020, setidaknya ada 720.630 kasus covid-19 dan 37.202 kematian disebabkan virus corona. 

CDC melaporkan, ada peningkatan kasus yang dikarenakan disinfektan dan cairan pembersih selama bulan Januari sampai Maret. 

Setidaknya ada 45.550 kasus yang dikarenakan paparan cairan pembersih. Ini meningkat 20% dibanding angka di tahun lalu. 

2. Korbannya adalah anak-anak

2. Korban adalah anak-anak
Freepik/prostooleh

CDC menambahkan, dari sekian banyak kasus yang masuk, yang paling banyak korbannya adalah anak-anak di bawah 5 tahun. 

Meski CDC tidak memberikan detil berapa banyak anak di bawah 5 tahun yang mengalami keracunan, setidaknya sudah ada 2 kasus yang dibeberkan. Kedua kasus ini salah satunya melibatkan anak perempuan. 

Editors' Picks

3. Seorang anak perempuan meminum hand sanitizer dan dilarikan ke rumah sakit

3. Seorang anak perempuan meminum hand sanitizer dilarikan ke rumah sakit
Freepik/lifeforstock
Ilustrasi

Kasus penggunaan disinfektan yang baru masuk adalah seorang anak perempuan dilarikan ke rumah sakit setelah meminum hand sanitizer berbahan dasar ethanol. 

Menurut orangtuanya, anak ini menjadi pusing dan pingsan. Ia jatuh dengan kepala membentur lantai. Ia sempat muntah saat sedang dibawa ke rumah sakit. 

Setelah dicek, terdapat tingkat alkohol yang tinggi di darah si anak perempuan tersebut. Anak tersebut bermalam di rumah sakit dan membaik keesokan harinya. 

4. Mencuci makanan sebelum dikonsumsi yang berujung keracunan

4. Mencuci makanan sebelum dikonsumsi berujung keracunan
huffpost.com


Kasus lainnya menimpa seorang perempuan yang menonton ulasan di TV mengenai cara membersihkan produk makanan sebelum dikonsumsi atau disimpan di rumah. 

Ia mencampurkan air hangat dengan 10% cairan pemutih dan cuka. Kemudian ia merendam produk makanannya di situ. 

Tak lama, bau klorin tercium jelas dari dapur dan mulai membuat orang rumah batuk, pening, dan sesak nafas. Ia sempat menelepon 911 untuk meminta pertolongan. 

Kisah ini berakhir dengan sang perempuan diobati dengan oksigen dan bronkodilator. 

5. Di Sukabumi ada anak balita meninggal setelah menenggak disinfektan

5. Sukabumi ada anak balita meninggal setelah menenggak disinfektan
A3pfamily / Freepik

Kisah sedih menimpa orangtua dari anak berumur 2 tahun yang tidak sengaja meminum cairan disinfektan. Sang Papa merupakan salah satu Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Bantargadung, Sukabumi. Tak heran jika ada banyak cairan disinfektan di rumahnya. 

Si Kecil mengatakan sempat haus dan langsung mencari minum. Ia melihat ada botol air kemasan di kolong kursi dan langsung meminumnya. Ternyata itu adalah cairan disinfektan. 

Meski sempat memuntahkan cairannya, namun nyawanya tak tertolong. Kedua orangtuanya mengaku ikhlas dengan kepergian anak bungsunya. 

6. Cara menggunakan dan menyimpan disinfektan yang benar

6. Cara menggunakan menyimpan disinfektan yang benar
Freepik

Anak-anak tidak bisa disalahkan atas apa yang menimpa mereka. Sebagai orang dewasa, kitalah yang harus memaksimalkan keamanan di sekitar mereka. 

Menggunakan disinfektan boleh saja, asal pastikan aman untuk anak. Jika mengandung bahan yang berbahaya, bersihkan dua kali wadah atau tempat yang telah disemprot disinfektan.

Sehingga saat mereka menyentuh permukaannya, tidak ada zat bahaya yang menempel di tangannya. 

Sementara itu, tempat penyimpanannya harus yang benar-benar aman. Tak bisa dijangkau anak sama sekali. Langsung menyimpannya kembali setelah digunakan.

Penggunaan disinfektan memang penting, namun selalu perhatikan keamanan buah hati tersayang, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.