Miris! Video Orangtua Diduga Cecoki Bir ke Anak Kembali Terulang

Lagi-lagi kembali terulang nih, Ma!

15 Mei 2019

Miris Video Orangtua Diduga Cecoki Bir ke Anak Kembali Terulang
Dok. Istimewa

Kembali terulang seorang anak di bawah umur diberikan minuman bir beralkohol. Baru-baru ini sebuah video di media sosial kembali viral ketika ada seorang perempuan yang diduga mencekoki anak kecil dengan sekaleng bir. 

Aksi konyol yang dianggap tidak mendidik ini banyak beredar di Instagram sejak Minggu (12/5/2019). Melihat video ini, ada banyak orang yang mengecam dan menganggap kalau tindakan tersebut seharusnya tidak dilakukan. 

"Harus dilaporkan nih ke pihak berwajib," tulis salah satu akun Instagram @_galngs. 

Namun, sebagian warganet lainnya seolah masih berpikir positif dengan tidak menuduh sosok perempuan di dalam video tersebut. Bisa saja minuman yang berada di dalam kaleng bir itu hanya air putih atau minuman lain. 

Seperti yang dilihat bahwa tidak jelas apakah yang di dalam kaleng benar-benar bir atau bukan. Banyak yang menduga kalau video ini disengaja agar menjadi viral di media sosial.

Terkait video yang beredar ini, Psikolog Alexandra Gabriella A., M.Psi, C.Ht pun merasa khawatir jika kejadian tersebut benar bahwa anak dicecoki bir maka akan kembali dicontoh oleh orang lain. Apalagi kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kali beredar di media sosial. 

Untuk Mama yang ingin mengetahui pendapat dari psikolog mengenai fenomena ini, kali ini Popmama.com telah merangkumnya. 

Intip juga dampak buruk yang bisa terjadi pada anak ketika mengonsumsi alkohol. 

1. Psikolog merasa khawatir kalau masyarakat akan kembali mencontoh 

1. Psikolog merasa khawatir kalau masyarakat akan kembali mencontoh 
Instagram.com/alexa.adeline

Mengetahui video dari orangtua yang diduga mencengkoki anaknya dengan bir ini, Alexandra Gabriella sebagai seorang Psikolog memberitahukan bahwa video tersebut dapat berdampak buruk bagi masyarakat karena tidak semua memiliki pandangan yang masuk akal. 

“Dengan viralnya video ini dikhawatirkan bahwa masyarakat penggunaan media sosial bisa saja kembali dicontoh. Lalu bisa saja orangtua yang tidak paham mengenai kesehatan akan menilai bahwa balita itu aman mengonsumsi alkohol. Semuanya kembali lagi kepada penonton karena tidak semua orang memiliki penilaian yang masuk akal,” kata Alexandra Gabriella. 

Jika Mama sempat melihat video seorang anak diberikan jeruk nipis dan didokumentasikan oleh orangtuanya. Reaksi si Kecil setelah mengonsumsi sesuatu dianggap menggemaskan, sehingga didokumentasikan dan disebarluaskan. 

Motif perilaku seorang Mama yang berusaha mencekoki anaknya dengan bir, bisa saja serupa dengan orangtua yang ingin mengetahui ekspresi ketika anak kecil diberikan jeruk nipis. 

“Motifnya ya bisa kurang lebih sama karena mau melihat reaksi anak terhadap rasa yang mungkin kurang disukai, sehingga mereka bisa menunjukkan ekspresi lucu. Selain itu, banyak juga yang senang dianggap unik. Jadi, menurut mereka kalau melakukan hal di luar kebiasaan ataupun di luar batasan wajar pun unik bagi mereka. Hanya saja kadang ada yang sampai kurang mempertimbangkan tindakan dipilihnya hingga berdampak buruk pada kondisi anak mereka,” jelas Alexandra Gabriella saat ditanya mengenai motif yang mungkin memotivasi orangtua saat memberikan alkohol kepada anaknya. 

Editors' Picks

2. Alkohol dapat berdampak buruk untuk kesehatan anak 

2. Alkohol dapat berdampak buruk kesehatan anak 
babyology.com.au

Alkohol yang dikonsumsi oleh anak-anak di bawah umur dapat berdampak buruk untuk kesehatan walau takarannya hanya sedikit. Perlu Mama ketahui bahwa alkohol  bisa berdampak untuk kesehatan, seperti: 

  • Mengalami keracunan 

Bila anak-anak mengonsumsi alkohol sebelum usianya, maka akan berdampak buruk untuk kesehatan. Apalagi alkohol memiliki dosis tinggi, sehingga memicu terjadi keracunan. Gejala akibat keracunan alkohol seperti mual, muntah, sulit bernapas, suhu tubuh mulai menurun drastis dan kulit pucat hingga membiru. Jika dibiarkan begitu saja, anak-anak yang mengalami keracunan alkohol dapat berujung pada kematian. 

  • Memicu gangguan pada fungsi otak 

Minuman alkohol yang dikonsumsi anak-anak di bawah umur dapat memengaruhi sistem saraf dalam otak. Padahal sistem saraf berguna dalam mengatur koordinasi gerak tubuh, kemampuan berpikir hingga daya ingat. Jika dibiarkan kemampuan kognitifnya akan terganggu apalagi sudah dibiasakan minum alkohol sejak kecil. 

  • Pertumbuhan semakin terhambat 

Keseimbangan hormon pada anak memang diperlukan untuk perkembangan dan pertumbuhannya ya, Ma. Bila si Kecil dibiasakan mengonsumsi alkohol, maka akan berpengaruh terhadap perkembangan organ-organ vital seperti hati, otak, jantung hingga tulang yang semakin terhambat. 

  • Merusak kondisi liver

Ma, liver atau hati yang termasuk ke dalam organ dalam tubuh bertugas untuk memisahkan racun dan membuangnya agar tidak semakin bertumpuk. Bagi anak-anak yang tubuhnya masih perlu berkembang, alkohol dianggap sebagai racun. Saat mengonsumsi alkohol, liver si Kecil akan dipaksa bekerja lebih berat karena untuk mengeluarkan racun tersebut. 

Semoga tidak ada lagi kasus orang dewasa yang memaksa anaknya meminum alkohol atau bir ya, Ma! 

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;