Apa itu Permainan Sunda Manda dan Bagaimana Cara Bermainnya?

Mengisi waktu sekaligus bermanfaat untuk anak

23 Januari 2021

Apa itu Permainan Sunda Manda Bagaimana Cara Bermainnya
Ayobandung.com

Pada saat penyebaran Covid-19 ini, hampir setiap anak melakukan aktivitas di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah. Tak dapat dipungkiri, hal ini bisa menyebabkan anak bosan. Sehingga, Mama harus menemukan berbagai solusi agar anak tidak bosan selama di rumah saja.

Menyaksikan film, memasak bersama, bermain gadget mungkin sudah sering dilakukan, namun apakah Mama pernah mengajak anak bermain permainan tradisional?

Sunda Manda merupakan permainan tradisional yang berasal dari Belanda, yaitu Zondag Maandag. Setiap daerah memiliki nama yang berbeda, jika Mama berada di Pulau Jawa, permainan ini dikenal dengan Engklek, Betawi Deprouk, dan Bali Dengklek Teprok.

Permainan ini umumnya dilakukan oleh 2 pemain atau lebih.

Jika Mama ingin menghabiskan waktu bersama anak dengan bermain Sunda Manda, berikut Popmama.com akan menjelaskan manfaat serta cara bermainnya di bawah ini:

Editors' Pick

1. Sunda Manda dimainkan oleh anak-anak sebanyak dua atau tiga orang peserta

1. Sunda Manda dimainkan oleh anak-anak sebanyak dua atau tiga orang peserta
Jatimtimes.com

Sunda Manda atau Engklek merupakan permainan traidisonal yang dimainkan oleh anak-anak sebanyak dua atau tiga orang peserta. Pemenangnya ditentukan dari peserta yang paling banyak memiliki “petak sawah”.

Pada permainan Sunda Manda, setiap pemain akan membawa alat permainan yang berupa pecahan genting atau yang biasanya disebut dengan gacuk atau kereweng. Gacuk/kereweng ini dilemparkan di salah satu petak yang digambar di alas tanah/jalan.

Maka dari itu, Mama membutuhkan lahan yang cukup luas untuk menggambar petaknya, yang biasanya terdapat delapan buah petak dengan gambar setengah lingkaran diatasnya.

Umumnya, permainan ini dimainkan oleh anak sekolah dasar yang dikaitkan dengan pelajaran pendidikan jasmani.

2. Manfaat bermain Sunda Manda untuk pertumbuhan dan perkembangan anak

2. Manfaat bermain Sunda Manda pertumbuhan perkembangan anak
v1.inibaru.id

Tak hanya sekadar permainan saja, namun Sunda Manda memiliki berbagai manfaat untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak lebih optimal. Berikut adalah manfaat yang bisa didapatkan:

Aspek Psikomotor: melompat, berjingkat, menjaga keseimbangan, dan akurasi mata dapat meningkatkan aspek psikomotor anak.

Aspek afektif: rasa tolong menolong bagi yang sudah punya sawah dengan membantu lawan main yang sudah tidak mampu mencapai kotak selanjutnya dengan memberikan pinjaman “sawah”.

Aspek kognitif: meningkatkan pola pikir anak untuk mampu melakukan gerakan dan menyadari gerak dasar yang dilakukan.

Setelah mengetahui manfaat dari permainan tradisional Sunda Manda, berikut adalah langkah-langkah dalam bermain Sunda Manda:

3. Langkah-langkah bermain Sunda Manda

3. Langkah-langkah bermain Sunda Manda
Dedenanda.blogspot.com

Cara bermain permainan Sunda Manda:

  1. Buatlah pola petak Sunda Manda di lahan atau tanah yang rata, Mama juga bisa menuliskan angka 1-9 dari kotak paling bawah hingga atas.
  2. Siapkan gacuk berupa pecahan genting (atau Mama bisa menggantinya dengan benda yang bisa dilemparkan dan aman untuk anak)
  3. Lemparkan gacuk pada petak yang telah digambar
  4. Setiap pemain tidak boleh menginjak kotak yang terdapat gacuk, dengan cara melompat satu kaki ke petak berikutnya hingga petak terakhir.
  5. Pemain yang sudah menyelesaikan satu putaran petak, berhak memiliki satu petak yang dipilihnya untuk dijadikan “sawah” miliknya. Dan petak tersebut hanya boleh diinjak dengan kedua kaki pemiliknya saja.
  6. Pemain yang memiliki petak “sawah” paling banyak, maka ia memenangkan permainan.

Nah itu dia Ma, manfaat dan cara bermain Sunda Manda. Permainan ini dianggap memiliki simbol dari usaha manusia untuk membangun tempat tinggal, dan sebagai simbol usaha manusia untuk mencapai kekuasaan dengan menaati aturan-aturan yang berlaku.

Yuk Ma, ajak anak bermain permainan tradisional untuk mengisi waktu bersama!

Baca juga:

The Latest