10 Cara Mengajarkan Anak Mengatur Emosi, Marah dengan Cara yang Tepat

Marah itu boleh, tapi caranya harus yang tepat dan tak boleh merugikan

3 Oktober 2023

10 Cara Mengajarkan Anak Mengatur Emosi, Marah Cara Tepat
Freepik/Master1305

Marah merupakan salah satu emosi yang wajar dialami oleh manusia. Inilah mengapa setiap orangtua perlu mengajarkan anak bahwa tidak boleh marah, namun ada cara yang tepat untuk melampiaskan marah. Terutama dengan tidak menyakiti diri sendiri atau orang lain.

Mengajarkan anak-anak untuk mengatur emosi adalah salah satu aspek penting dalam perkembangan mereka. Emosi yang terkendali tidak hanya memungkinkan anak untuk berinteraksi dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga membantunya menjadi individu yang lebih bahagia dan seimbang secara emosional.

Dengan pemahaman yang mendalam tentang cara mengatasi emosi, Mama dapat membantu anak mengembangkan keterampilan yang akan memandunya menuju kesejahteraan emosional yang lebih besar di masa depan.

Berikut Popmama.com telah menyiapkan beberapa cara mengajarkan anak mengatur emosi, di bawah ini!

1. Komunikasi terbuka

1. Komunikasi terbuka
Freepik/Olganosova

Komunikasi terbuka menjadi salah satu cara yang penting dalam mengajarkan anak mengatur emosi karena melalui komunikasi yang jujur dan mendalam, si Kecil dapat belajar untuk mengidentifikasi, memahami, dan mengungkapkan perasaan dengan lebih baik.

Dengan berbicara secara terbuka tentang emosi, anak juga merasa didengar dan diterima, sehingga tidak merasa perlu menyembunyikan atau menekan perasaan mereka yang mungkin negatif atau kuat.

Hal ini juga memungkinkan anak untuk memproses emosi dengan lebih efektif daripada menyimpannya di dalam diri, yang dapat mengakibatkan tekanan emosional yang berlebihan atau perilaku yang tidak sehat.

Selain itu, komunikasi terbuka juga memberikan kesempatan bagi Mama untuk memberikan panduan, nasihat, dan dukungan yang sesuai untuk membantu anak mengatasi emosinya dengan cara yang lebih sehat dan konstruktif.

2. Identifikasi emosi

2. Identifikasi emosi
Freepik

Ketika anak dapat mengenali dan memberi nama pada emosi yang dirasakan, ia mulai memahami diri sendiri dengan lebih baik. Ini membantunya untuk tidak hanya mengenali apa yang mereka rasakan, tetapi juga memahami alasan di balik perasaan tersebut.

Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang emosi, anak-anak dapat belajar bagaimana merespons dengan bijak terhadap perasaan, menghindari ledakan emosi yang tidak terkendali, dan mencari solusi yang lebih baik untuk mengatasi tantangan emosional.

Dengan kata lain, identifikasi emosi memberikan dasar yang kuat bagi anak untuk mengembangkan keterampilan pengaturan emosi yang akan mereka gunakan sepanjang hidupnya.

3. Ajarkan empati

3. Ajarkan empati
Freepik/Shurkin-son
onerror="this.src='https://hikaru.popmama.com/images/image-not-found.png';

Mengajarkan anak untuk berempati menjadi salah satu cara penting dalam membantu anak mengatur emosi dengan baik karena empati memungkinkan si Kecil untuk lebih memahami dan mengelola perasaannya sendiri sekaligus merasakan perasaan orang lain.

Ketika anak belajar untuk merasa seperti yang dirasakan oleh orang lain, ia menjadi lebih sadar akan dampak tindakannya pada orang lain dan memahami pentingnya mengendalikan emosi saat berinteraksi sosial.

Dengan memiliki kemampuan empati, anak akan lebih cenderung untuk mengambil langkah-langkah yang lebih bijak dan penuh pengertian dalam menghadapi situasi emosional, sehingga mencegah konflik dan meningkatkan kualitas hubungan interpersonalnya.

Empati juga membantu anak mengembangkan kualitas kepribadian seperti kerendahan hati, kedermawanan, dan keterampilan komunikasi yang positif, yang semuanya berkontribusi pada kesejahteraan emosional secara keseluruhan.

4. Jelaskan konsekuensi

4. Jelaskan konsekuensi
Freepik

Mengajarkan anak tentang konsekuensi adalah salah satu cara penting untuk membantu anak mengatur emosi karena hal ini membantunya memahami hubungan antara tindakan yang diambil dan hasil yang mungkin terjadi sebagai akibat dari tindakan tersebut.

Dengan memahami bahwa tindakan dapat memiliki dampak positif atau negatif pada diri sendiri dan orang lain, anak-anak akan lebih cenderung memikirkan dengan matang sebelum bertindak impulsif atau merespons emosinya dengan cara yang merugikan.

Ini juga membantu anak mengembangkan kemampuan untuk merencanakan tindakan mereka dengan lebih bijak dan memahami pentingnya kontrol diri.

Selain itu, pemahaman tentang konsekuensi juga membantu anak-anak belajar dari pengalaman mereka sendiri dan pengalaman orang lain, memungkinkan mereka untuk tumbuh dan berkembang secara emosional serta sosial dengan lebih baik, sehingga menjadi individu yang lebih bertanggung jawab dan bijak dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.

Editors' Pick

5. Ajarkan strategi pernapasan

5. Ajarkan strategi pernapasan
Freepik

Mengajarkan strategi pernapasan menjadi salah satu cara penting untuk membantu anak mengatur emosi karena pernapasan yang baik berperan kunci dalam mengendalikan reaksi tubuh terhadap stres dan emosi yang kuat.

Ketika si Kecil belajar teknik pernapasan yang benar, ia dapat memperlambat denyut jantung, meredakan ketegangan otot, dan meredakan perasaan cemas atau marah. Ini membantu menghadapi situasi emosional dengan lebih tenang, menjadikannya lebih mampu untuk merespons dengan bijak daripada meluapkan emosi secara impulsif.

Selain itu, strategi pernapasan juga memberikan anak alat yang dapat digunakan kapan saja dan di mana saja, sehingga dapat mengatur emosi secara mandiri.

Salah satu strategi pernapasan yang bisa diajarkan pada anak adalah napas panjang. Mama bisa ajarkan anak untuk mengambil napas dalam-dalam melalui hidung, menghitung hingga tiga saat menghirup, lalu menghitung hingga tiga saat mengeluarkannya melalui mulut. Ini membantu meredakan ketegangan dan memfokuskan perhatian pada pernapasan.

6. Mencoba tersenyum

6. Mencoba tersenyum
Pixabay/ast25rulos

Jika strategi pernapasan masih sulit dilakukan oleh di Kecil, Mama bisa mengajarkannya untuk mencoba tersenyum. Ketika anak belajar untuk tersenyum dalam situasi yang menantang atau membuatnya frustasi, ia dapat meredakan ketegangan dan merasa lebih baik secara emosional.

Senyuman juga dapat merangsang pelepasan endorfin, hormon yang dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres. Dengan mengajarkan anak untuk tersenyum, Mama juga memberikan anak cara sederhana namun efektif untuk mengatasi emosi negatif, seperti marah atau sedih.

Ini juga membantu anak memahami bahwa ia memiliki kendali atas reaksi emosionalnya, dan tidak selalu harus terbawa oleh emosi negatif.

7. Ajarkan berdoa dan meminta pertolongan pada Tuhan Yang Maha Esa

7. Ajarkan berdoa meminta pertolongan Tuhan Maha Esa
Pexels/Barbara

Berdoa dan meminta pertolongan pada Tuhan Yang Maha Esa dapat menjadi salah satu cara mengajarkan anak mengatur emosinya karena itu dapat membantu anak mengembangkan pemahaman tentang kekuatan spiritual dan ketenangan dalam diri.

Berdoa mengajarkan anak untuk meresapi emosi mereka, mencari solusi dalam situasi yang sulit, dan melepaskan perasaan negatif kepada Tuhan. Ini juga dapat menjadi alat yang efektif untuk mengatasi stres dan kecemasan, memberikan rasa aman kepada anak bahwa ia tidak sendirian dalam menghadapi tantangan hidup.

Selain itu, berdoa dapat mengajarkan nilai-nilai seperti kesabaran, rasa syukur, dan kasih sayang, yang semuanya dapat membantu anak mengembangkan kontrol emosional yang lebih baik.

8. Kenali pemicu emosi

8. Kenali pemicu emosi
Freepik/Racool-studio

Dengan mengetahui apa yang memicu emosi negatif atau positif dalam tubuh, anak dapat lebih mudah mengidentifikasi dan mengatasi perasaan tersebut dengan cara yang tepat.

Ini memungkinkannya untuk mengembangkan keterampilan introspeksi dan refleksi diri yang berharga, serta membantu anak merencanakan respons yang lebih baik terhadap situasi yang memicu emosi.

Selain itu, dengan pemahaman yang lebih baik tentang pemicu emosi, anak-anak juga dapat menghindari situasi yang dapat merusak kesejahteraan emosional, sehingga memungkinkannya untuk mengelola emosi dengan lebih efektif dan menjalani kehidupan yang lebih seimbang secara emosional.

9. Beri contoh positif

9. Beri contoh positif
Freepik/Katemangostar

Memberikan contoh positif menjadi salah satu cara yang sangat penting dalam mengajarkan anak mengatur emosinya karena anak-anak cenderung meniru perilaku orang dewasa, terutama orangtua.

Ketika Mama menunjukkan cara yang baik dalam menghadapi emosi, seperti menangani rasa marah atau frustrasi dengan tenang, anak akan belajar bahwa ada alternatif lain selain meledakkan emosi atau menunjukkan perilaku yang tidak pantas.

Dengan melihat contoh positif, anak juga dapat memahami bahwa mengungkapkan emosi secara sehat adalah suatu hal yang wajar dan dapat dilakukan dengan cara yang tidak merugikan diri sendiri atau orang lain.

Selain itu, contoh positif juga membantu membangun hubungan yang kuat antara Mama dan anak, menciptakan lingkungan yang mendukung di mana anak merasa nyaman dalam berbicara tentang perasaannya dan meminta bantuan ketika diperlukan.

10. Berikan dukungan

10. Berikan dukungan
Freepik/Ansiia

Memberikan dukungan adalah salah satu cara penting dalam mengajarkan anak-anak mengatur emosi.

Dukungan yang diberikan oleh orangtua menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kasih, yang memungkinkan anak merasa nyaman dalam mengungkapkan perasaan tanpa takut dihakimi atau ditolak.

Ketika anak merasa didukung, ia lebih cenderung untuk mencari bantuan dan panduan saat menghadapi emosi yang kuat atau sulit. 

Nah itulah 10 cara mengajarkan anak mengatur emosi, agar anak dapat melampiaskan marah dengan cara yang tepat. Dengan mengajarkan anak 10 cara di atas, Mama dapat membantu anak- mengembangkan keterampilan penting untuk masa depannya.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi untuk Mama dalam membimbing anak menuju kesejahteraan emosional yang lebih baik ya!

Baca juga:

The Latest