5 Tips Melatih Anak agar Percaya Diri Tampil di Depan Umum

Jangan selalu melabelkan anak pemalu ya, Ma!

19 Oktober 2020

5 Tips Melatih Anak agar Percaya Diri Tampil Depan Umum
Freepik/Pressfoto

Seperti yang Mama ketetahui, setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Ada anak yang terlahir berani tampil, namun juga ada anak yang pemalu dan kurang percaya diri. Walaupun sifat pemalu ini normal, tetapi sangat disayangkan bila anak terus mengembangkannya hingga dewasa.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), ada beberapa faktor yang menyebabkan anak pemalu, yaitu karena pembawaannya dari lahir, atau memiliki pengalaman hidup yang kurang menyenangkan, seperti di bully oleh orang terdekat, pernah mengalami kegagalan, atau tidak adanya dukungan.

Salah satu kesulitan yang paling sering adalah ketika si Kecil perlu tampil di depan umum.

Namun, ada beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk melatih anak agar menjadi percaya diri tampil di depan umum.

Nah kali ini Popmama.com akan membahas tips-tipsnya yang dapat Mama terapkan pada si Kecil agar tidak pemalu dan lebih percaya diri saat tampil!

1. Jangan sering memberikan label pemalu pada anak

1. Jangan sering memberikan label pemalu anak
Freepik/Pressfoto

Sifat pemalu pada si Kecil bisa saja didapatkan dari label yang terlalu sering Mama ucapkan kepada anak. Seperti membiarkan anak bersembunyi dan mengatakannya pada orang lain bahwa ia adalah anak yang pemalu.

Mama harus coba menghentikan kebiasaan memberikan label anak pemalu, karena hal ini justru akan selalu terngiang di kepala anak, dan ia akan selalu merasa bahwa tidak apa-apa menjadi pemalu. Lama-kelamaan, anak akan tumbuh jadi anak yang kurang percaya diri saat bertemu dengan orang lain.

Secara perlahan mulai biasakan anak untuk berkenalan dengan orang lain yang Mama atau Papa kenal, mulai dari berjabat tangan, menyebutkan nama, dan tersenyum. Mama juga dapat mengapresiasi anak setelahnya, agar anak paham bahwa memiliki percaya diri itu baik untuknya.

Editors' Picks

2. Mendorong anak untuk mengikuti kegiatan dengan kerja sama tim

2. Mendorong anak mengikuti kegiatan kerja sama tim
Freepik/Rawpixel.com

Sekolah adalah tempat terbaik untuk membuat si Kecil belajar meningkatkan kepercayaan dirinya tampil di depan orang lain, tak jarang beberapa sekolah juga memiliki kegiatan seperti pertunjukkan bakat, seperti drama, menari, atau menyanyi.

Mama bisa dorong anak untuk mengikuti kegiatan yang mengandalkan kerja sama tim atau meningkatkan ilmu sosialnya. Beberapa kegiatan lainnya seperti olahraga dan pramuka juga bisa jadi pilihan tepat untuk melatih anak berinteraksi dengan orang lain.

Selain meningkatkan kepercayaan diri anak, Mama juga dapat melihat bakat dan potensi anak pada bidang yang disukainya untuk dikembangkan lagi agar anak menjadi lebih fasih dan berbakat.

3. Mengikuti berbagai kompetisi setelah mengetahui bakat dan potensi anak

3. Mengikuti berbagai kompetisi setelah mengetahui bakat potensi anak
Freepik/Prostooleh

Setelah Mama tahu, anak memiliki bakat dan potensi pada suatu bidang, dorong si Kecil untuk mengikuti berbagai kompetisi atau lomba yang ada. Beri tahu anak jangan berfokus pada menang dan kalah, namun hal ini sebagai cara melatih kemampuan dan rasa percaya diri anak.

Ketika anak menguasai dirinya dan merasa mampu, ia bisa saja menjadi juara karena tampil dengan maksimal. Namun, jika mengahadapi kegagalan, jangan lupa berikan anak semangat dan pujian karena telah berhasil melawan rasa malunya.

Selain itu yakinkan pada anak suatu saat nanti, anak bisa memenangkan kompetisi lainnya. Agar anak tidak patah semangat dan termotivasi untuk tampil di depan umum.

4. Beri kesempatan pada anak untuk menghilangkan rasa malunya sendiri

4. Beri kesempatan anak menghilangkan rasa malu sendiri
Freepik/Racool_studio

Beri kesempatan pada anak untuk menghilangkan rasa malunya dengan caranya sendiri. Kesempatan yang bisa Mama berikan untuk melatihnya, misalnya seperti membiarkan anak memesan makanan sendiri saat di restoran.

Atau dengan menjawab pertanyaaan yang diberikan orang lain padanya. Mama tidak perlu mewakilkan anak ketika mendapat pertanyaan seperti, “Siapa namanya?” atau “Kelas berapa sekarang?”.

Lebih baik biarkan si Kecil melawan rasa malunya dengan mencoba menjawab sendiri pertanyaan-pertanyaan tersebut dan membuat anak lebih nyaman berkomunikasi dengan orang lain.

5. Berikan contoh pada anak dan tunjukkan rasa empati

5. Berikan contoh anak tunjukkan rasa empati
Freepik/prostooleh

Mungkin Mama tahu jika anak juga belajar dari apa yang dicontohkan orangtuanya. Mama juga bisa menceritakan pada anak bahwa sebelumnya Mama juga pernah menjadi seseorang yang pemalu, namun dengan beberapa latihan dan kebiasaan Mama bisa melawan rasa malu tersebut.

Selain itu, katakan pada anak bahwa Mama mengerti apa yang ia rasakan dan berikan semangat untuk melawan rasa malunya tersebut.

Nah itu dia Ma, beberapa tips agar anak percaya diri yang bisa diterapkan pada si Kecil sehingga mereka bisa terhindar dari predikat sebagai anak pemalu.

Kepercayaan diri untuk tampil di depan umum perlu dilatih sejak kecil, tentunya bisa membantu anak bersosialisasi dengan mudah ketika remaja dan dewasa nanti.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.