Tips Optimalkan Tumbuh Kembang Anak agar Menjadi Generasi Unggul

Memenuhi nutrisi dan memberikan kasih sayang pada anak sejak dini

1 Oktober 2020

Tips Optimalkan Tumbuh Kembang Anak agar Menjadi Generasi Unggul
Freepik/Maria-sbytova

Mama tentunya ingin memiliki anak generasi unggul yang sehat, dengan tumbuh kembang yang optimal, memiliki pemikiran yang kreatif, dan cerdas multipel. Namun bagaimana caranya ya, Ma?

Setiap anak dapat tumbuh kembang secara optimal tergantung dari potensi biologi yang bersumber dari genetik (keturunan), pada lingkungannya, serta dari perilakunya. Proses yang unik ini menghasilkan setiap anak hasil akhir yang berbeda, sehingga mereka memiliki cirinya sendiri.

Di tengah pandemi ini, banyak kesulitan yang dialami setiap orangtua dalam mengasuh anak.

Ketika anak harus membiasakan diri dengan pembelajaran jarak jauh, mengurangi waktu bermain diluar, dan orangtua yang tidak dapat mengawasi anak setiap saaat karena harus bekerja.

“Dalam kondisi pandemi saat ini, selain kita fokus menjaga imunitas si Kecil, Mama juga harus tetap memperhatikan bagaimana agar tumbuh kembang anak agar tetap optimal,” dr. Margareta.

Kali ini Popmama.com akan membahas tentang bagaimana membentuk generasi unggul dengan mengoptimalkan tumbuh kembang anak berdasarkan Kulwhap Popmama Parenting Academy 2020 bersama dr. Margareta Komalasari SPA, Dokter Spesialis Anak dari Brawijaya Hospital Antasari.

Yuk Ma, simak informasinya ya!

1. Mengenali potensi kecerdasan anak dari kemampuan otaknya

1. Mengenali potensi kecerdasan anak dari kemampuan otaknya
Freepik

Sebelum membahas cara-cara membentuk anak-anak jadi generasi unggul, Mama perlu mengetahui terlebih dahulu apa saja potensi kecerdasan anak, yaitu sebagai berikut:

  • Verbal linguistic: merupakan kemampuan merangkai kata, merangkai kalimat, bercerita
  • Logical-mathematical: pemecahan masalah
  • Visual Spatial: berpikir 3 dimensi, stereometris
  • Bodily-Kinesthetic: berhubungan dengan gerak tubuh, tari, atlit olahraga
  • Musical: bunyi, nada, irama, lagu musik
  • Intrapersonal: dapat memahami dan kontrol diri sendiri
  • Interpersonal: memahami dan menyesuaikan dengan orang lain
  • Naturalis: menikmati dan memanfaatkan alam dengan baik
  • Moral-spiritual: etika, moral, budi pekerti, rohani, dan agama

Otak kiri dan otak kanan masing-masing memiliki potensi yang berbeda, otak kiri berperan dalam potensi anak seperti mengatur tangan kanannya, verbal, konkret, rasional, konvergen dan terarah, intelektual, analitis.

Sedangkan otak kanan berperan dalam mengatur tangan kiri, nonverbal, abstrak, intuitif, divergen dan kebebasan, emosional, dan sintetis.

2. Pentingnya pemberian nutrisi, kasih sayang, serta stimulasi bagi perkembangan otak anak

2. Penting pemberian nutrisi, kasih sayang, serta stimulasi bagi perkembangan otak anak
Freepik/bearfotos

Dalam membentuk anak agar menjadi generasi unggul selain mengetahui potensinya, faktor penting lainnya yaitu tidak lupa pemberian nutrisi serta kasih sayang pada anak.

Nutrisi, kasih sayang, serta stimulasi mempengaruhi jumlah sel dan percabangan sel-sel pada otak anak. Pada bayi yang baru lahir, sel-sel otaknya belum sebanyak anak yang lebih besar.

Untuk sel-sel otak anak yang cukup nutrisi, mendapatkan kasih sayang, dan stimulasi yang baik maka akan memiliki sel-sel otak atau sinaps yang lebih banyak, dibandingkan dengan anak yang kekurangan nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi.

Kemampuan belajar dari lingkungan, ternyata tidak hanya dipengaruhi dari lingkungan saja. Namun, juga dipengaruhi oleh bagaimana kualitas otak, yaitu seperti:

  • Banyaknya sel-sel otak
  • Percabangan dendrit atau axon
  • Kuantitas dan kualitas sinaps (hubungan antar sel otak), semakin banyak sinaps makan semakin kompleks kemampuan otaknya
  • Neurotransmitter yang merupakan zat yang mengaktifkan sinaps
  • Serta kualitas mielinisasi

3. Faktor-faktor utama yang mengembangkan kecerdasan, kreativitas, serta perilaku anak

3. Faktor-faktor utama mengembangkan kecerdasan, kreativitas, serta perilaku anak
Freepik/jcomp

Setelah mengetahui perbedaan sel-sel otak dan kualitas otak yang baik pada anak, Mama perlu mengetahui faktor-faktor utama apa saja yang dapat mengembangkan kecerdasan, kreativitas, serta perilaku anak, sebagai berikut:

  1. Nutrisi: ASI dan pemberian makanan dengan nutrisi lengkap dan seimbang
  2. Pola pengasuhan: bagaimana orangtua memberikan kasih sayang dan stimulasi bermain

Kasih sayang sendiri berguna untuk menciptakan rasa aman dan nyaman, membuat anak merasa dilindungi, diperhatikan (minat, keinginan, dan pendapatnya), diberi contoh bukan dipaksa, dibantu, didorong, dihargai, penuh kegembiraan, koreksi bukan ancaman atau hukuman.

Sedangkan stimulasi bermain, dapat membantu anak dalam meningkatkan sensorik, motorik, emosi-sosial, berbicara, kognitif, mandiri, kreativitas, kepemimpinan, dan moralnya

4. Nutrisi berperan dalam kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dalam kandungan

4. Nutrisi berperan dalam kualitas pertumbuhan perkembangan anak sejak dalam kandungan
Freepik

Nutrisi atau zat gizi berperan dalam kualitas pertumbuhan dan perkembangan si Kecil sejak dalam kandungan, yang diawali dari pemberian asi paling lengkap dan seimbang.

“Peran nutrisi yaitu sejak dalam kandungan itu sangat mempengaruhi kualitas seorang anak, yang di mana pada saat lahir sebaiknya anak sudah mendapatkan ASI. Karena ASI merupakan makanan yang paling lengkap dan seimbang,” ungkap Dr. Margareta.

ASI memiliki kandungan Colostrum, Protein, Imunoglobulin, dan lainnya. Pemberian ASI ekslusif sampai anak usia 6 bulan, kemudian mulai ditambah dengan MPASI yang memiliki menu seimbang seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air.

Editors' Picks

5. Nutrisi atau zat gizi yang perlu ada pada setiap asupan untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak

5. Nutrisi atau zat gizi perlu ada setiap asupan mengoptimalkan pertumbuhan perkembangan anak
Freepik

Untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak agar menjadi generasi unggul, berikan asupan pada anak yang memiliki nutrisi atau zat gizi berikut ini:

DHA dan AA (LC-PUFAS)

Merupakan komponen penting dari semua membran sel tubuh, penting untuk pertumbuhan otak dan retina mata anak yang sedang berkembang pesat. DHA dan AA ini banyak terdapat di phospholipid dalam gray matter otak, yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal.

Zat besi

Esensial untuk kehidupan seperti sirkulasi oksigen dan replikasi DNA. Anak yang kekurangan zat besi dihubungkan dengna lambannya perkembangan mental dan motoriknya.

Pemberian suplemen zat besi disarankan diberikan secara rutin setiap hari selama tiga bulan setiap tahunnya pada bayi sejak usia 6 bulan.

Pemberian suplemen zat besi ini menjadi hal yang paling diperhatikan oleh WHO, karena memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak anak, meningkatkan daya tahan tubuh, serta konsentrasi, dan meningkatkan prestasi belajar.

Taurin

Taurin penting pada proses pembelajaran dan ingatan anak, karena merupakan salah satu komponen dari asetilkolen yaitu sebuah neurotransmitter atau zat yang mengaktifkan sel-sel otak anak. Kurangnya taurin dapat menyebabkan perkembangan mental anak yang kurang baik.

Choline

Choline merupakan zat gizi yang esensial untuk perkembangan retina dan otak anak dan diperlukan juga dalam nutrisi bayi.

Zinc

Zinc penting dalam perkembangan sister saraf pusat anak. Anak yang kekurangan zinc berdampak pada perkembangan motorik yang kurang optimal. Untuk memenuhinya, dapat diberikan suplemen tambahan.

Asam glutamat

Asam glutamat merupakan bagian dari asam amino yang termasuk ke dalam protein, berperan dalam metabolisme tubuh. Glutamat merupakan neotrasmitter yang jumlahnya berlimpah diotak, yang sangat penting untuk perkembangan otak balita.

Asam folat

Asam folat sudah harus dikonsumsi Mama ketika anak masih berada di dalam kandungan. Kebiasaan konsumsi asam folat ini kemudian dilanjutkan selama masa menyusui. Asam folat dalam mempengaruhi kecerdasan otak si Kecil.

6. Peran kasih sayang dan stimulasi yang dapat merangsang hubungan antar sel-sel otak

6. Peran kasih sayang stimulasi dapat merangsang hubungan antar sel-sel otak
Freepik/Racool_studio

Terdapat 4 aspek dalam tahapan perkembangan anak, yaitu motorik kasar, motorik halus, berbahasa, dan kecerdasan.

Kebutuhan seorang anak akan stimulasi, merupakan cikal bakal proses pembelajaran anak dari pendidikan dan pelatihan. Salah satu stimulasi dini yatu dengan rangsangan dari lingkungan, seperti Mama dan Papa mengajak anak bermain, mengajak berbica, dan lain-lain.

Dalam hal ini, maka kasih sayang Mama dan Papa sangatlah penting untuk perkembangan anak.

Kasih sayang yang diberikan sejak anak dalam kandungan membantuk rasa aman (secure), kepercayaan dasar pada lingkungan, percaya diri, berani, lebih kreatif dan inovatif, mengembangkan perilaku penuh kasih sayang, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan mencegah bullying atau abuse.

Peran kasih sayang dan stimulasi bermain sejak dini dapat merangsang hubungan sinaps atau antar sel-sel otak anak.

“Bila ada rangsangan maka akan terbentuk hubungan sel-sel otak, dan semakin sering dirangsang maka hubungan ini akan semakin kuat. kecerdasan anak akan semakin luas dan semakin tinggi apabila orangtua memberikan kasih sayang yang cukup dan stimulasi bermain sejak dini,” menurut Dr. Margareta.

7. Cara melatih stimulasi sensasi dan rangsangan pada otak kiri dan kanan anak

7. Cara melatih stimulasi sensasi rangsangan otak kiri kanan anak
Freepik

Selain stimulasi bermain, stimulasi aspek sensasi juga perlu diberikan pada anak. Dengan cara sentuhan atau belaian, mengajak anak berbicara, atau bernyanyi.

Dalam merangsang kemampuan pada otak kiri anak, Mama dapat melatih anak untuk berbicara, tata bahasa, baca-tulis-hitung, melatih daya ingat, melatih sifat logis, analistis, dan rasional, serta berikan kecerdasan dari pendidikan formal.

Sedangkan untuk merangsang kemampuan otak kanan anak, Mama dapat melatih perasaan dan gaya bahasa anak, sifat waspada dan daya konsentrasi, pengenalan diri dan lingkungan, melatih musik, sosialisasi, berimajinasi, kesenian, dan agama, agar anak menjadi kreatif dan produktif.

8. Stimulasi yang perlu disesuaikan dengan usia anak

8. Stimulasi perlu disesuaikan usia anak
Pexels/Gustavo Fring

Stimulasi juga penting disesuaikan dengan usia anak, yang dibagi menjadi sebagai berikut:

Stimulasi pada usia 3-6 bulan:

  • Cilukba, melihat wajah di cermin
  • Dirangsang tengkurap, telentang, dan bolak balik

Stimulasi pada usia 6-9 bulan (lakukan stimulasi pada usia 3-6 bulan juga, dan ditambah):

  • Memanggil nama anak, ajak bersalaman
  • Ajak tepuk tangan
  • Bacakan dongeng
  • Rangsang duduk dan berdiri berpegangan

Stimulasi pada usia 9-12 bulan (lakukan stimulasi pada usia 3-6 bulan juga, dan ditambah):

  • Ucapan berulang kali: Mama, Papa, Kakak, dll
  • Memasukkan mainan ke dalam wadah
  • Minum dari gelas
  • Menggelindingkan bola
  • Latih berdiri dan jalan berpegangan

Stimulasi pada usia 12-18 bulan (lakukan stimulasi pada usia 9-12 bulan juga, dan ditambah):

  • Mencorat-coret
  • Menyusun kubus atau puzzle sederhana
  • Masuk dan keluarkan benda dari wadah
  • Main boneka dan masak-masakkan
  • Latih berjalan tanpa berpegangan
  • Jalan mundur, memanjat tangga, dan menendang bola

Stimulasi pada usia 18-24 bulan (lakukan stimulasi pada usia 12-18 bulan juga, dan ditambah):

  • Menanyakan, menyebut, menunjuk bagian tubuh
  • Tanya dan sebukan nama di gambar atau benda
  • Ajak berbicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum, mandi, dan lain-lain)

Stimulasi pada usia 2-3 tahun (lakukan stimulasi pada usia 18-24 bulan juga, dan ditambah):

  • Sebukan nama warna yang ditunjuk
  • Kata sifat (besar-kecil, banyak-sedikit, tinggi-rendah, panas-dingin)
  • Sebutkan nama keluarga atau teman
  • Menghitung jumlah benda
  • Pakai baju, sikat gigi, buang air di toilet.

Stimulasi pada usia >3 tahun (lakukan stimulasi pada usia 2-3 tahun juga, dan ditambah):

  • Memegang pensil dengan baik
  • Mengenal huruf dan angka sambil bermain
  • Berhitung sederhana
  • Buang air kecil dan besar di toilet
  • Mandiri (ditinggal di sekolah)
  • Berbagi dengan teman.

Nah Ma, nutrisi, perhatian, serta kasih sayang saja ternyata belum cukup lho untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal pada si Kecil, jadi sebisa mungkin Mama dan Papa berikan juga stimulasi-stimulasi ini pada anak ya!

Perlukah Orangtua Memberikan Suplemen Tambahan untuk Anak?

Perlukah Orangtua Memberikan Suplemen Tambahan Anak
Freepik/whatwolf

Umumnya setiap orangtua memberikan suplemen tambahan untuk anak agar pertumbuhan, perkembangan, serta kesehatan anak tetap terjaga dengan optimal. Namun sebenarnya perlukah memberikan suplemen tambahan untuk anak?

“Sebenarnya makanan sehari-hari adalah sumber nutrisi yang terbaik. Dengan memenuhi kebutuhan gizi harian anak, tumbuh kembangnya akan optimal. Apabila kebutuhan sudah tercukupim anak tidak perlu lagi diberikan suplemen vitamin tambahan,” menurut Dr. Margareta.

Suplemen vitamin tambahan dapat diberikan untuk anak-anak yang memiliki kondisi khusus, seperti:

  • Gangguan atau keterlambatan pada tumbuh kembangnya
  • Memiliki penyakit yang mengganggu penyerapan nutrisi, dan alergi makanan
  • Susah makan sehingga kurang mendapatkan asupan makanan yang cukup dalam sehari

Pentingnya Memberikan Multivitamin Lengkap untuk Membantu Tumbuh Kembang dan Metabolisme

Penting Memberikan Multivitamin Lengkap Membantu Tumbuh Kembang Metabolisme
Freepik/Sorapop

Membahas tentang pentingnya nutrisi pada pertumbuhan dan perkembangan anak, bagaimana ya Mama bisa mendapatkan nutrisi yang lengkap dan aman dikonsumsi untuk anak setiap harinya?

Nah, selain ada Dr. Magareta. Ada informasi tamabahan dari Mama Chitra Ariesta yang merupakan Brand Manager Cerebrofort yang tidak kalah penting.

“Di masa pandemi, fokus kesehatan sebenarnya tidak hanya bagaimana menjaga daya tahan tubuh. Terutama bagi si Kecil yang tidak boleh lengah dari perhatian orangtua, adalah dengan bagaimana mengoptimalkan tumbuh kembang mereka untuk tetap menjadi generasi unggul,” ujar Mama Chitra

Brand Cerebrofort menghadirkan produk Cerebrofort Gold dalam bentuk sirup yang merupakan multivitamin lengkap untuk membantu tumbuh kembang, metabolisme dan juga kesehatan anak. Cerebrofort Gold memiliki kandungan minyak ikan, asam folat, asam glutamat yang dapat membantu perkembangan otak anak.

Kemudian juga dilengkapi dengan lysine, Vitamin A, Vitamin B complex , dan mineral lainnya. dengan mengikuti saran dan dosis pemakaian, Cerebrofort Gold ini aman diberikan sebagai multivitamin anak setiap harinya.

Selain itu, Cerebrofort juga hadir dengan variant gummy, yaitu Cerebrofort Marine Gummy. Dengan kandungan minyak ikan, memiliki tekstur yang chewy dengan rasa buah-buahan yang dapat dinikmati anak. Bisa menjadi pilihan Mama, bagi anak yang sudah dapat mengunyah dengan baik.

Ternyata, nutrisi, stimulasi, serta kasih sayang merupakan hal penting yang perlu diberikan kepada si Keci. Namun juga perlu disesuaikan berdasarkan usianya. Semoga Mama dan Papa selalu bisa melimpahkan kasih sayang untuk anak agar bisa membantu tumbuh kembangnya ya!

Nah itu dia informasi dari Dr.Margareta Komalasari SPA tentang membentuk generasi unggul dengan mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. Jika Mama ingin mengetahui informasi lainnya mengenai Popmama Parenting Academy (POPAC) 2020, Yuk segera cek di Instagram @popmama.parenting.academy atau dari Popac.popmama.com ya!

Semoga informasinya bermanfaat Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.