Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Kesehatan Usus Bisa Berpengaruh pada Otak Anak? Ini Kata Pakar
Popmama.com/Syiva Amalia
  • Pakar menyebut mikrobiota usus berkomunikasi dua arah dengan otak melalui gut-brain axis; bakteri baik menghasilkan senyawa yang mendukung kesiapan anak belajar dan menerima stimulasi.
  • Saluran cerna sehat membantu penyerapan nutrisi secara efisien untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak, sehingga kesehatan pencernaan perlu berjalan bersama pemenuhan gizi yang tepat.
  • Asupan serat dan prebiotik, termasuk FOS, GOS, serta inulin, mendukung bakteri baik; perkembangan kognitif juga memerlukan stimulasi, bermain, interaksi, dan kesempatan bereksplorasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perkembangan kognitif anak tidak hanya diukur dari nilai IQ atau prestasi akademiknya. Kemampuan fokus, daya ingat, penalaran, hingga pemecahan masalah anak perlu didukung oleh fondasi yang tepat, termasuk nutrisi dan kesehatan saluran cerna.

Hal tersebut disampaikan oleh Medical and Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, dalam talkshow “Growing Little Minds: The Science Behind Every Child’s Potential” yang digelar Bebelac pada acara IdeaFest 2026, Sabtu (5/9/2026). Menurutnya, saluran cerna yang sehat merupakan kunci utama yang mendukung kesiapan anak untuk belajar dan menerima stimulasi.

Lantas, bagaimana kesehatan usus bisa berkaitan erat dengan perkembangan otak si Kecil? Berikut Popmama.com telah merangkum informasi lengkapnya untuk Mama.

1. Hubungan mikrobiota usus dan otak anak

Magnific/pikisuperstar

Kesehatan saluran cerna dan otak ternyata memiliki hubungan yang sangat spesial, lho.

Di dalam saluran cerna, terdapat triliunan mikrobiota yang berperan menjaga keseimbangan lingkungan usus. Kondisi mikrobiota yang sehat ini efektif mendukung berbagai fungsi organ tubuh, termasuk mengoptimalkan kinerja otak anak mama.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menjelaskan bahwa bakteri baik di dalam saluran cerna dapat berkembang dan berkoloni secara optimal jika mendapatkan asupan yang sesuai.

Bakteri tersebut kemudian menghasilkan senyawa biokimia (biochemical) yang berperan penting dalam jalur komunikasi antara saluran cerna dan otak.

“Bakteri baiknya happy, tumbuh subur, dia akan berkoloni dengan baik, dia akan mampu mengusir bakteri-bakteri yang jahat, dan dia akan memproduksi biochemical yang bikin otaknya senang, happy, stimulated,” jelas Dr. Ray.

Hubungan erat antara saluran cerna dan otak inilah yang dikenal sebagai gut-brain axis, yaitu sistem komunikasi dua arah antara saluran cerna dan otak dalam mengirimkan sinyal satu sama lain.

Oleh karena itu, menjaga kesehatan pencernaan merupakan fondasi utama untuk mendukung kesiapan anak dalam belajar dan mengoptimalkan potensinya.

2. Usus bantu tubuh menyerap nutrisi yang dibutuhkan anak

Dok. Bebelac X Ideafest 2026

Kesehatan saluran cerna tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan perut, tetapi juga menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan penyerapan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi anak.

Saat pencernaan sehat, tubuh dapat menyerap berbagai zat gizi secara maksimal untuk mendukung pertumbuhan fisik sekaligus perkembangan otaknya.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menjelaskan bahwa kondisi saluran cerna yang baik membantu tubuh menyerap nutrisi secara efisien demi mendukung tumbuh kembang anak.

“Menjaga gut health juga menjadi bagian penting dari upaya orang tua dalam membangun kesiapan biologis anak agar lebih siap belajar dan menerima stimulasi,” jelas Dr. Ray.

Oleh karena itu, perhatian terhadap kesehatan saluran cerna harus selalu berjalan beriringan dengan pemenuhan nutrisi yang tepat.

Karena keduanya merupakan fondasi utama agar anak mama siap menjalani aktivitas belajar, bermain, dan bereksplorasi setiap hari.

3. Serat dan prebiotik bantu menjaga bakteri baik di usus

Magnific/KamranAydinov

Salah satu cara orangtua menjaga kesehatan saluran cerna anak adalah mencukupi asupan serat harian. Serat tertentu dapat dimanfaatkan oleh bakteri baik di dalam usus untuk mendukung keseimbangan mikrobiota.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menjelaskan bahwa asupan yang mengandung prebiotik dan serat mampu mendukung kesehatan saluran cerna serta keberagaman mikrobiota.

Prebiotik merupakan komponen pangan yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di usus. Ketika asupannya terpenuhi, keberadaan bakteri baik lebih terjaga sehingga membantu menciptakan lingkungan saluran cerna yang sehat bagi anak.

4. Triple fiber bisa jadi pilihan untuk penuhi asupan serat anak

Dok. Bebelac X Ideafest 2026

Memenuhi kebutuhan serat anak terkadang menjadi tantangan bagi orangtua, terutama saat anak sulit makan sayur atau buah.

Dalam kondisi tersebut, Mama dapat memperhatikan pilihan makanan maupun produk yang mengandung serat dan prebiotik untuk melengkapi nutrisi harian anak.

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, menjelaskan bahwa salah satu cara mendukung kesehatan saluran cerna adalah memberikan asupan serat yang disukai bakteri baik di dalam usus.

“Solusinya adalah memberikan tiga serat pangan yang kalau dikonsumsi dalam format apa pun sudah pasti dimakan oleh bakteri baik,” ujar Dr. Ray.

Tiga serat pangan yang dimaksud adalah FOS, GOS, dan inulin. Ketiganya merupakan prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik sekaligus membantu menjaga kesehatan saluran cerna anak mama.

5. Usus sehat tetap perlu diimbangi dengan stimulasi

Magnific/gpointstudio

Menjaga kesehatan saluran cerna bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan orangtua untuk mendukung perkembangan kognitif anak.

Menurut Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, anak mama juga membutuhkan stimulasi yang sesuai agar kemampuan kognitifnya berkembang pesat melalui pengalaman sehari-hari.

“Kalau anak di bawah 5 tahun atau 5–12 tahun, diajak ngobrol ditambah stimulasi lain, seperti stimulasi fisik. Diberi banyak waktu bermain, jangan terlalu banyak PR, jangan belajar melulu, ajak ngobrol, ajak main, diberi banyak medium,” jelas Dr. Ray.

Dr. Ray menambahkan, stimulasi dapat diberikan melalui aktivitas sederhana, mulai dari bermain hingga memberi kesempatan kepada anak mama untuk mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Stimulasi tersebut menjadi wadah bagi anak untuk mengasah kemampuan intelektual dan kognitifnya.

“Stimulasinya kita jaga, beri mainan, ajak bertemu banyak orang dan teman, lalu pastikan supaya tidak gampang sakit,” tambahnya.

Dengan demikian, pencernaan yang sehat menjadi bagian dari fondasi kesiapan anak untuk belajar. Namun, fondasi tersebut tetap perlu dilengkapi nutrisi seimbang, stimulasi tepat, serta lingkungan yang mendukung anak untuk bermain, berinteraksi, dan bereksplorasi.

Itulah informasi mengenai pengaruh kesehatan usus terhadap perkembangan otak anak. Pastikan Mama melengkapi kebutuhan nutrisinya, memberikan stimulasi yang sesuai, dan menyediakan lingkungan yang kondusif. Semoga informasi ini bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article