“Jika sistem kekebalan tubuh tersebut berkembang dengan baik, anak akan memiliki risiko yang lebih rendah terhadap penyakit yang dimediasi oleh sistem imun di kemudian hari” jelas Prof. Yvan Vandenplas
5 Cara Jaga Mikrobiota Usus, Dukung Imunitas dan Tumbuh Kembang Anak

- Mikrobiota usus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan berperan besar dalam pembentukan imunitas, perkembangan saraf, dan kesehatan mental anak hingga dewasa.
- Keseimbangan bakteri baik usus dapat didukung melalui prebiotik dari makanan berserat, probiotik seperti yogurt atau kefir, serta sinbiotik yang menggabungkan keduanya.
- Gangguan mikrobiota dapat memengaruhi pencernaan dan respons imun, termasuk meningkatkan risiko sembelit atau diare; intervensi nutrisi paling optimal dimulai sejak periode emas.
Mama, pembentukan sistem imunitas dan daya tahan tubuh manusia ternyata berakar jauh dari kesehatan saluran cerna.
Dalam periode emas, yakni 1000 Hari Pertama Kehidupan atau sering dikenal dengan golden period, komposisi mikrobiota usus memainkan peran sentral dalam menentukan respons kekebalan tubuh anak hingga ia dewasa lho, Ma.
Untuk itu, ketika menjaga keseimbangan ekosistem usus di golden period berarti mempersiapkan langkah untuk mencetak generasi yang tidak hanya sehat fisik, tetapi juga cerdas secara neurobiologisnya.
Berikut sudah Popmama.com rangkum cara menjaga mikrobiota usus pada usia golden period. Disimak ya Ma.
1. Mikrobiota usus berperan penting dalam pembentukan sistem imun anak

Popmama.com/Syiva Amalia Dalam diskusi media mengenai Global Advances and Insight On Biotics For Child Health pada Kamis, 06 Agustus 2026, di Jakarta.
Prof. Yvan Vandenplas, MD, Ph.D - Pakar Gastroenterologi dan Nutrisi Anak, University Hospital Brussels dan Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH - Direktur Medical and Scientific Affairs, Danone Indonesia. Menjelaskan mengenai pentingnya mikrobiota usus dalam tumbuh kembang anak.
Menurut pakar kesehatan gastroenterologi dan nutrisi anak Prof. Yvan Vandenplas, perkembangan mikrobiota saluran cerna pada semester pertama kehidupan anak sangatlah menentukan dampak jangka panjang terhadap berbagai fungsi tubuh.
Hal ini karena perkembangan sistem imun sangat bergantung pada keseimbangan usus.
Selain itu, ditemukan juga hubungan antara usus dan otak yang berpengaruh pada perkembangan saraf dan kesehatan mental.
“Sinyal usus dimulai sejak dini pada masa kanak-kanak, dan selama periode kritis perkembangan anak, bakteri usus seperti bifidobacteria, yang merupakan bakteri dominan pada bayi yang mendapat ASI, dapat memengaruhi fungsi neurobiologis serta kesehatan mental bayi” Tambah Prof. Yvan Vandenplas.
2. Pastikan si Kecil mendapatkan asupan prebiotik dan probiotik

Magnific/gpointstudio Mikrobiota usus membutuhkan nutrisi yang tepat agar jumlah bakteri baik tetap seimbang. Salah satunya melalui asupan prebiotik dan probiotik yang memiliki fungsi berbeda, tetapi saling melengkapi.
Prebiotik merupakan serat pangan yang menjadi makanan bagi bakteri baik di dalam usus sehingga membantu bakteri tersebut tumbuh dan berkembang.
Sementara itu, probiotik adalah mikroorganisme hidup atau bakteri baik yang jika dikonsumsi dalam jumlah cukup dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, terutama dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Mama bisa memperoleh prebiotik dari berbagai makanan kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, hingga umbi-umbian.
Sementara probiotik di antaranya adalah yogurt yang mengandung kultur hidup, kefir, serta makanan fermentasi yang sesuai dengan usia anak.
Selain itu, beberapa susu pertumbuhan juga telah difortifikasi dengan probiotik sehingga dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
3. Kenali manfaat sinbiotik bagi kesehatan saluran cerna

Magnific/julos Selain prebiotik dan probiotik, sinbiotik juga memiliki manfaat dalam menjaga kesehatan saluran cerna si Kecil.
Sinbiotik merupakan kombinasi antara prebiotik dan probiotik yang bekerja saling melengkapi untuk membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan mikrobiota yang baik dapat mendukung kesehatan pencernaan sekaligus membantu perkembangan sistem imun anak.
Manfaat ini dinilai semakin penting bagi kelompok anak tertentu, termasuk anak yang lahir melalui operasi caesar, yang umumnya memiliki komposisi mikrobiota usus berbeda dibandingkan bayi yang lahir secara pervaginam.
4. Intervensi sejak 1.000 HPK menjadi waktu terbaik menjaga mikrobiota usus

Pexels/Nadin Sh Meski menjaga kesehatan mikrobiota usus sebaiknya dimulai sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), bukan berarti kesempatan untuk mendukung kesehatan saluran cerna anak tertutup setelah periode tersebut berakhir.
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi menjelaskan bahwa 1.000 HPK merupakan masa yang paling penting karena menjadi golden period bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Oleh karena itu, berbagai intervensi, termasuk pemenuhan nutrisi yang tepat, perlu dilakukan secara optimal sejak dini.
"The most important period yang paling penting itu adalah seribu hari pertama kehidupan. Ini makanya diusahakan benar-benar diintervensi secara tepat karena disebut sebagai golden period," jelas Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa menjaga kesehatan anak tetap dapat dilakukan setelah melewati periode tersebut.
Menurutnya, manfaat jangka panjang terhadap kesehatan masih bisa diperoleh, meski hasilnya akan lebih optimal jika intervensi dimulai sejak awal kehidupan.
"Kalau sudah lewat seribu hari bukan berarti nggak bisa apa-apa. Long-term health-nya masih bisa dijaga, masih ada efek proteksinya, meskipun lebih baik kalau intervensinya dilakukan sejak awal," tambahnya
5. Apa yang terjadi jika keseimbangan mikrobiota usus terganggu?

Pexels/Gustavo Fring Ketika keseimbangan mikrobiota usus terganggu, fungsi saluran cerna dan sistem imun anak juga dapat ikut terpengaruh.
Anak mungkin menjadi lebih rentan mengalami gangguan pencernaan, seperti sembelit atau diare, serta memiliki respons imun yang kurang optimal.
Menjaga kesehatan mikrobiota usus sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan salah satu langkah penting untuk mendukung sistem imun dan tumbuh kembang anak.
Dengan memberikan asupan nutrisi yang tepat, Mama dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus sejak dini.
Kalau Mama, sudahkah memperhatikan asupan prebiotik dan probiotik dalam menu harian anak?





















