7 Saran Terkait Pola Asuh dari Guru Tingkat Preschool

Terapkan ini di rumah dengan gaya Mama

9 Maret 2018

7 Saran Terkait Pola Asuh dari Guru Tingkat Preschool
Pixabay/facethebook
Lewat pengalamannya mendidik Si Kecil, guru punya pendapat tentang pola asuh.

Sebagai orangtua, Mama pastilah mengharapkan segala yang terbaik untuk anak tercinta Mama.

Hal tersebutlah yang kemudian membuat Mama akhirnya terus berupaya menerepkan pola asuh yang positif dalam menunjang proses tumbuh kembang Si Kecil.

Akan tetapi, sebagai seorang makhluk sosial, kita tentu memahami bahwa setiap orang termasuk Mama membutuhkan pertolongan dari orang lain.

Karena itu, tidak ada salahnya jika Mama turut mendengar saran dari para guru tingkat preschool yang juga memahami proses tumbuh kembang anak kecil seusia anak mama.

Dilansir dari laman parents.com, berikut adalah 7 tips terkait pola asuh dari para guru tingkat preschool yang berjumlah 5 orang.

Masing-masing memiliki pengalaman yang cukup dalam dunia pendidikan untuk anak-anak kecil berusia 2-5 tahun.

1. Jangan lupa untuk memuji Si Kecil

1. Jangan lupa memuji Si Kecil
Pixabay/white77

Kita tentu memahami betul bahwa setiap perkataan yang kita ucapkan sebagai orangtua kepada anak nggak hanya berdampak untuk pembentukan karakter Si kecil, tetapi juga keadaan psikologi dan mentalnya.

Benar sekali! Seperti yang disepakati oleh para guru tingkat preschooler yang diwawancarai oleh parents.com, kata-kata dapat memberi dampak pada Si Kecil, di mana hal tersebut akan menentukan sikap apa yang akan dilakukan Si Kecil, entah baik atau tidak.

Untuk itu, Mama disarankan mengucapkan kata-kata yang positif.

Salah satunya, ucapkanlah kata-kata pujian pada anak mama. Hal ini akan membuatnya berekspetasi untuk menjadi anak yang baik guna mendapatkan pujian dari Mama kembali.

Ayo, jangan ragu untuk sering memberikan pujian pada anak ketika ia melakukan hal yang baik ya. 

2. Jangan memberikan hadiah berupa benda

2. Jangan memberikan hadiah berupa benda
Pixabay/publicdomainpictures

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Mama dianjurkan untuk memberikan hadiah kepada anak mama saat Si Kecil melakukan perbuatan positif, seperti berbagi, membantu dan hal-hal baik lainnya.

Meski begitu, seorang guru tingkat preschool sekaligus director of the Weekday Nursery School di Amerika Serikat bernama Kathy Buss menganjurkan agar Mama tidak memberikan reward berupa benda seperti mainan.

Katanya, “Jika anak mama terus menerus diberikan reward tersebut, Si Kecil pada akhirnya tidak akan belajar apa-apa.” Hal ini membuatnya semata-mata berbuat baik karena ingin mendapatkan mainan ketimbang memahami bahwa berbuat baik merupakan hal positif.

Hmm...Mama juga bisa lebih berhemat nih! 

Editors' Picks

3. Ciptakan suasana yang menyenangkan

3. Ciptakan suasana menyenangkan
Pixabay/onlinemommydiva

Hal terpenting yang wajib sekali untuk diperhatikan oleh Mama saat menerapkan pola asuh adalah memasikan bahwa suasana yang Mama ciptakan menyenangkan dan baik untuk anak kecil seusia anak mama.

Jangan terapkan pola asuh yang berifat otoriter dengan pemberian hukuman yang menakutkan untuk Si Kecil.

Menurut seorang guru tingkat preschooler bernama Zeebooker, suasana penuh tekanan akan  menciptakan beban bagi anak mama yang  pastinya nggak baik buat proses tumbuh kembangnya.

Sebagai rekomendasi, Zeeboker menyarankan agar Mama sesekali mengisi waktu luang untuk menghabiskan waktu bersama dengan Si Kecil.

Mama dapat bercengkrama dan bercanda-ria atau bisa juga bermain games yang mendidik namun menyenangkan.

4. Biarkan Si Kecil mencoba melakukan hal yang ia bisa

4. Biarkan Si Kecil mencoba melakukan hal ia bisa
Pixabay/schoolprpro

Sebagai orang yang dewasa, Mama mungkin memiliki kecenderungan untuk menginginkan semuanya serba cepat dan mudah.

Alhasil, Mama terbiasa untuk membantu Si Kecil dalam menyelesaikan berbagai aktivitas.

Sayangnya, hal tersebut ternyata dinilai tidak baik oleh seorang guru tingkat preschool bernama Donna Jones.

Menurutnya, Mama lebih baik memberikan kesempatan untuk Si Kecil mencoba melakukan hal yang bisa dilakukannya sampai selesai.

Hal ini akan melatih kemampuan motorik serta membantu perkembangan kinerja otak dan kreatifitasnya.

Tentu, kita paham betul bahwa tanpa latihan maka siapapun nggak akan bisa benar-benar berhasil melakukannya. Hal ini turut berlaku pada anak juga lho, Ma. 

5. Tidak ada kata “tunda” dalam mendisiplinkan Si Kecil

5. Tidak ada kata “tunda” dalam mendisiplinkan Si Kecil
Pixabay/publicdomainpictures

Salah satu kebiasaan yang dinilai tidak baik oleh para guru tingkat preschool adalah orangtua yang suka menunda-nunda kapan mendisiplinkan Si Kecil saat mengetahui bahwa Si Kecil terbiasa melakukan hal yang tidak baik.

Pasalnya, kebiasaan buruk tersebut dapat membuahkan hasil yang tidak baik bagi proses tumbuh kembang Si Kecil, secara khusus pada proses pembentukan karakter Si Kecil.

Itu kenapa, sebaiknya Mama menerapkan pola asuh yang membangun sikap yang disiplin sejak usia dini ya, Ma!

6. Dorong Si Kecil untuk memperbaiki apa yang salah

6. Dorong Si Kecil memperbaiki apa salah
parents.com

Dalam proses tumbuh kembang, Si Kecil pasti akan melakukan berbagai kesalahan baik dalam beraktivitas maupun saat bersikap maupun berkata-kata.

Hal tersebut merupakan proses kehidupan setiap individu manusia yang normal, khususnya anak-anak.

Akan tetapi, fakta tersebut nggak seharusnya membuat Mama menganggap remeh saat melihat Si Kecil melakukan kesalahan.

Ada baiknya jika Mama membantunya untuk memahami bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang salah.

Mama sangat dianjurkan untuk mendorong Si Kecil untuk memperbaiki apa yang salah.

Sebagai contoh, Si Kecil meminta tolong tanpa mengatakan kata “Tolong”, maka dorong anak untuk melakukannya sekali lagi dengan kata “Tolong.”

Jika Mama melihat anak melakukan kesalahan, baiknya jangan perbaiki kesalahannya tapi terus terapkan perilaku 'sadar salah' padanya agar ia bisa membedakan mana yang salah dan benar. 

Penting nih Ma, membiasakan hal ini, biar sampai besar dia bisa jadi orang yang bisa menerima kesalahannya dengan baik. 

7. Tidak ada salahnya untuk Si Kecil belajar sebab-akibat

7. Tidak ada salah Si Kecil belajar sebab-akibat
goodmenproject.com

Terakhir, Mama juga dapat menerapkan pola asuh yang membuat Si Kecil belajar mengenai sebab-akibat.

Proses sebab-akibat yang dimaksuk adalah mengetahui bahwa saat melakukan sesuatu yang salah, maka Si Kecil akan mendapatkan risiko yang negatif.

Tentu, dalam hal ini, Mama sangat ditekankan untuk tidak melakukannya dengan pemberian hukuman.

Sebaliknya, berikan risiko yang masuk akal. Sebagai contoh, anak mama tidak mau makan di atas meja, maka ciptakan kondisi kalau makan di meja makan akan membuatnya bisa melahap dessert enak, tidak seperti saat Si Kecil makan di lantai.

Sekarang, Mama sudah memahami hal-hal apa saja yang sebaiknya diterapkan dalam pola asuh anak, bukan?

Dengan 7 tips terkait pola asuh dari guru tingkat preschooler di atas, kami yakin Mama bisa mendapatkan hasil yang semakin baik.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.